Menteri Pertahanan Resmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI
Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meresmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier di Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/12/2025). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
15:54
29 Desember 2025

Menteri Pertahanan Resmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI

- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meresmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier di Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/12/2025).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan sebuah prasasti oleh Sjafrie yang berada di antara Gedung Daan Mogot dan RE Martadinata.

Setelah penandatanganan prasasti, Sjafrie meninjau Sekolah Perwira Prajurit Karier.

Ia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika, dan pejabat TNI lainnya.

Menggunakan kemeja safari berwarna cokelat, ia melihat sarana dan prasarana di Sekolah Perwira Prajurit Karier seperti ruang kelas, barak, hingga dapur.

“Baru saja saya dan Panglima meresmikan sarana dan prasarana Sekolah Perwira Prajurit Karier TNI,” kata Sjafrie saat ditemui di Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI, Senin.

Sjafrie menyebut Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI berperan penting dalam pembangunan kekuatan TNI dan pertahanan negara.

Dalam hal ini, ia menjelaskan, kepemimpinan di lingkungan TNI memiliki makna strategis karena TNI merupakan tulang punggung pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, perwira menjadi unsur terdepan yang memimpin dan menjadi panutan bagi para prajurit, khususnya yang bertugas di lapangan.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden sebagai Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia, saya dan Panglima bertugas untuk meningkatkan kualitas pembentukan perwira,” ucapnya.

“Kita tidak membeda-bedakan asal-usul dari pembentukan perwira, apakah lulusan akademi, maupun lulusan perwira prajurit karier, ataupun dari sekolah calon perwira,” jelasnya.

Sebab, prinsip dari pembinaan prajurit TNI adalah meritokrasi atau kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, dan sebagainya.

“Kita tidak perlu melihat bagaimana mereka mempunyai latar belakang pendidikan, tetapi yang paling penting adalah setelah mereka menyelesaikan pendidikan, maka yang paling penting adalah prestasi di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sjafrie mengungkapkan bahwa TNI akan membentuk lebih banyak perwira karena kebutuhan kepemimpinan di lingkungan TNI sangat besar, baik di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun TNI Angkatan Udara.

Ia pun mengajak para pemuda dan pemudi di Indonesia yang memenuhi syarat segera mendaftarkan diri untuk membangun negeri.

“Apabila pemuda dan pemudi kita itu lulus, khususnya lulus menjadi seorang perwira, maka ia berhak untuk bersaing dengan sesamanya perwira untuk mencapai titik keberhasilan yang tertinggi sekalipun. Tidak ada pembedaan asal-usul perwira,” tegasnya.

Tag:  #menteri #pertahanan #resmikan #sekolah #perwira #prajurit #karier #kodiklat

KOMENTAR