Kisah Rahman 17 Tahun di Pengasingan, Kini Jadi Perdana Menteri
- Tarique Rahman dipastikan menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh berikutnya, setelah Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang dipimpinnya mengumumkan kemenangan telak dalam pemilu terbaru.
Dikutip dari The Independent, kemenangan ini ditorehkan dalam pemilu pertama sejak pemberontakan yang dipimpin mahasiswa pada 2024 menggulingkan Sheikh Hasina dari kursi kekuasaan.
Hasil ini sekaligus menandai kembalinya putra dari salah satu keluarga politik paling berpengaruh di Bangladesh ke tampuk pemerintahan, setelah 17 tahun berada dalam pengasingan di London, Inggris.
Baca juga: Eks Kepala Polisi Bangladesh Divonis Mati atas Penanganan Aksi Protes
Rahman, kini berusia 60 tahun, meninggalkan Bangladesh pada 2008 dengan alasan membutuhkan perawatan medis setelah dibebaskan dari tahanan di bawah pemerintahan sementara yang didukung militer dalam operasi pemberantasan korupsi.
Berasal dari keluarga politik
Keluarga Rahman memiliki jejak panjang dalam sejarah politik Bangladesh.
Ayahnya, Ziaur Rahman, dikenal sebagai tokoh kemerdekaan sekaligus pendiri BNP yang memerintah pada 1977-1981 sebelum akhirnya dibunuh.
Ibunya, Khaleda Zia, merupakan rival bebuyutan Sheikh Hasina dan kini berada dalam pengasingan di India.
Kemenangan Rahman dinilai sebagai titik balik besar dalam karier politiknya, terutama setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan hukum dan politik di bawah pemerintahan Hasina.
Pada 2018, ia dijatuhi hukuman seumur hidup atas serangan granat 2004 terhadap kampanye yang dihadiri Hasina, dan menewaskan serta melukai banyak orang.
Ia juga dihukum secara in absentia dalam sejumlah kasus korupsi.
Rahman selalu membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya bermotif politik.
Dalam foto yang diambil dan dirilis pada 25 Juli 2024 oleh Kantor Perdana Menteri Bangladesh, Perdana Menteri Sheikh Hasina berbicara kepada media di stasiun metro yang dirusak di Mirpur, setelah demo mahasiswa.Setelah penggulingan Hasina, ia dibebaskan dalam semua kasus tersebut.
Selama berada di London, Rahman menyaksikan partainya terpinggirkan dalam berbagai pemilihan. Sejumlah pemimpin senior dipenjara, para pekerja dilaporkan menghilang, dan kantor-kantor partai ditutup.
Sejak kembali ke Dhaka bersama istrinya yang merupakan ahli jantung dan putri pengacaranya, peristiwa politik bergerak cepat.
"Saya tidak tahu bagaimana kami melewati setiap menit sejak mendarat," kata Rahman.
Baca juga: India-Bangladesh Memanas, Saling Balas Tangguhkan Visa
Visi-misi Rahman sebagai PM Bangladesh
Dalam visi kepemimpinannya, Rahman berjanji menata ulang kemitraan internasional guna menarik investasi tanpa bergantung pada satu kekuatan negara tertentu.
Langkah tersebut dinilai sebagai antitesis dari kebijakan Sheikh Hasina yang dikenal sangat dekat dengan New Delhi.
Rahman juga berjanji memperluas bantuan keuangan bagi keluarga miskin dan mengurangi ketergantungan pada ekspor pakaian, dengan mempromosikan industri lain seperti mainan dan barang-barang kulit.
Ia turut mengusulkan pembatasan masa jabatan perdana menteri maksimal dua periode atau sepuluh tahun guna mencegah kecenderungan otokratis.
Lahir pada 20 November 1965, Rahman sempat menempuh pendidikan hubungan internasional di Universitas Dhaka sebelum beralih ke bisnis tekstil.
Kini ia berupaya menampilkan citra baru sebagai negarawan yang lebih tenang dan mengedepankan rekonsiliasi nasional.
"Apa manfaat balas dendam bagi seseorang? Orang-orang harus meninggalkan negara ini karena balas dendam. Ini tidak membawa kebaikan apa pun," tuturnya.
Baca juga: Sukses Gulingkan Pemerintah, Gen Z Bangladesh Kesulitan Cari Dukungan Jelang Pemilu 2026
Warga Bangladesh menangis berduka atas kematian tokoh mahasiswa Sharif Osman Hadi, di Dhaka, 20 Desember 2025. Hadi tewas ditembak oleh orang tak dikenal pada 12 Desember. Namanya mencuat saat demo penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina.Ia menegaskan, prioritas utamanya adalah stabilitas dan perdamaian.
Meski tidak pernah memegang jabatan pemerintahan, Rahman pernah dituduh menjalankan pusat kekuasaan paralel pada masa kepemimpinan ibunya, tuduhan yang ia bantah.
Di dalam tubuh BNP, pengaruhnya disebut sangat kuat.
Sumber internal partai menyebut Rahman secara langsung mengawasi pemilihan kandidat, strategi politik, hingga pembicaraan aliansi, peran yang sebelumnya ia jalankan dari jarak jauh saat berada di London.
Di tengah upayanya memperhalus citra, kucing Siberia berbulu lebat milik keluarganya bernama Jebu sempat viral di media sosial.
"Dia berumur 7 tahun. Dia setengah Siberia. Kami mengadopsinya," kata putri Rahman, Zaima, kepada Reuters.
Rahman mengakui latar belakangnya sebagai bagian dari politik dinasti, tetapi ia menegaskan komitmennya pada demokrasi.
"Hanya dengan mempraktikkan demokrasi kita dapat makmur dan membangun kembali negara kita. Jika kita mempraktikkan demokrasi, kita dapat menegakkan akuntabilitas," katanya.
"Jadi kita ingin mempraktikkan demokrasi, kita ingin membangun kembali negara kita," tutupnya.
Baca juga: Sudah Divonis Mati, Eks PM Bangladesh Sheikh Hasina Masih Dihukum Penjara 21 Tahun
Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh
Tag: #kisah #rahman #tahun #pengasingan #kini #jadi #perdana #menteri