Spalletti Kritik Karakter Skuad Juventus usai Dibantai Galatasaray 2-5
- Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan kritik tajam terhadap timnya setelah kekalahan 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff babak knockout Liga Champions 2025-2026.
Hasil Liga Champions Galatasaray vs Juventus berlangsung di Stadion Ali Sami Yen, Selasa (17/2/2026) atau Rabu dini hari WIB, menghadirkan drama tujuh gol.
Juventus sempat tertinggal 0-1 pada seperempat jam laga, tetapi dua gol Teun Koopmeiners membawa Bianconeri membalikkan keadaan jadi 2-1.
Namun, kubu Turin tersebut kebobolan empat gol setelah turun minum dengan dua di antaranya datang usai Juan Cabal menerima kartu merah pada menit ke-67.
Baca juga: Hasil Galatasaray Vs Juventus 5-2: Drama 7 Gol, Bianconeri Remuk
Spalletti menyebut timnya mengalami kemunduran dalam aspek mental.
“Kami kehilangan kepribadian dan karakter. Kami tidak menyadari betapa berbahayanya kami bagi diri sendiri,” ujar Spalletti kepada Sky Sport.
“Kami mundur bukan satu, tetapi tiga langkah.”
Kesalahan Krusial Juan Cabal
Salah satu momen penting dalam laga tersebut adalah pergantian Andrea Cambiaso, yang sudah mendapat kartu kuning dan berisiko kartu merah, dengan Juan Cabal pada babak kedua.
Namun, Cabal justru melakukan sejumlah kesalahan krusial. Ia terlibat dalam gol penyeimbang Galatasaray, melakukan pelanggaran yang berujung gol 3-2, dan akhirnya menerima kartu merah.
“Cambiaso berisiko mendapat kartu kuning kedua di akhir babak pertama. Dalam pertandingan seperti ini, penting mengelola situasi dengan pergantian pemain,” kata Spalletti.
“Namun kemudian kami membayar mahal. Kartu merah tentu berdampak besar pada pertandingan.”
Noa Lang merayakan gol dalam laga playoff Liga Champions Galatasaray vs Juventus FC di Rams Park di Istanbul pada 17 Februari 2026. (Foto oleh OZAN KOSE / AFP)
Masalah Pertahanan dan Keputusan Bermain
Spalletti juga menyoroti kesalahan dalam penguasaan bola yang memicu tekanan.
“Kami kehilangan bola dalam situasi yang buruk dan tidak menyadari seberapa berbahayanya hal itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Juventus harus membantu lini pertahanan dengan cara bermain yang lebih baik.
“Saya tetap yakin kami bisa mengurangi masalah pertahanan jika bermain sepak bola. Bertahan dan mengandalkan serangan balik bukan ide baik bagi kami. Kami tidak memiliki pemain untuk itu.”
Menurutnya, Juventus harus tetap berusaha mengontrol permainan, tetapi juga mengetahui kapan harus mengambil keputusan sederhana.
Ia menyoroti salah satunya kesalahan yang dibuat Lloyd Kelly di dalam kotak penalti yang membuat Galatasaray unggul 4-2 melallui gol Noa Lang.
“Saya tidak selalu ingin bermain dari belakang. Dalam situasi normal, iya. Namun dalam kondisi sangat berbahaya, bola harus dibuang," ujar pelatih berkepala plonsot tersebut.
"Pada momen itu, Kelly seharusnya membuang bola.”
Spalletti juga mengonfirmasi bahwa bek Gleison Bremer mengalami cedera dan masih akan menjalani evaluasi lebih lanjut.
“Kami bekerja untuk bangkit. Kami harus memberikan jawaban kepada suporter dan kota. Bremer harus dinilai dengan hati-hati; dia bisa mengalami masalah.”
Tag: #spalletti #kritik #karakter #skuad #juventus #usai #dibantai #galatasaray