Benfica Vs Real Madrid: Usai Dugaan Hinaan Rasisme terhadap Vinicius, Mbappe Pasang Badan
Pertandingan babak play-off Liga Champions 2025-2026 yang mempertemukan Benfica vs Real Madrid berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim tamu.
Namun, kemenangan Los Blancos tersebut harus dibayar mahal dengan pecahnya insiden dugaan rasisme yang memicu ketegangan hebat antar-pemain di lapangan.
Laga panas Benfica vs Real Madrid yang digelar di Estadio da Luz, Lisbon, pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB ini terpaksa dihentikan sementara oleh wasit Francois Letexier.
Keputusan penghentian laga selama 10 menit tersebut diambil setelah bintang Madrid, Vinicius Junior, melaporkan adanya hinaan rasis yang diterimanya dari pemain lawan.
Real Madrid sebenarnya tampil solid dan berhasil mengamankan Hasil Benfica vs Real Madrid dengan skor 1-0.
Gol kemenangan tersebut tercipta pada menit ke-50 melalui aksi individu memukau Vinicius Junior.
Setelah melakukan penetrasi dari sisi kiri kotak penalti, pemain timnas Brasil itu melepaskan tembakan akurat yang meluncur deras ke pojok gawang Benfica.
Namun, kegembiraan tim tamu segera berubah menjadi kekacauan.
Usai melakukan selebrasi tarian di depan pendukung tuan rumah, Vinicius terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Dalam keributan itu, Prestianni terlihat menarik bajunya untuk menutupi mulut sambil mengatakan sesuatu kepada Vinicius.
Merasa mendapat hinaan rasis, Vinicius langsung menghampiri wasit untuk melapor dan sempat menarik diri ke bangku cadangan sebagai bentuk protes.
Laporan dari media Spanyol, Diario AS, menyebutkan bahwa Vinicius menuduh Prestianni melontarkan kata-kata 'monyet'.
Baca juga: Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1: Gol Vinicius Jr, Kartu Merah Mourinho
Aksi Heroik Kylian Mbappe dan Protokol FIFA
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.
Melihat rekan setimnya diperlakukan tidak adil, kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, menunjukkan rasa setia kawannya.
Mbappe yang tersulut emosi langsung pasang badan dan berupaya mengonfrontasi pihak lawan.
Situasi bahkan nyaris berujung pada baku hantam jika Mbappe tidak segera ditahan oleh rekan-rekan setimnya.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, juga turun tangan untuk menenangkan Mbappe di tengah situasi yang memanas.
Sementara itu, wasit Francois Letexier segera mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dengan memberikan isyarat tangan bersilang di atas kepala, yang menandakan penghentian pertandingan sementara dalam ajang UEFA Champions League tersebut.
Kartu Merah Jose Mourinho
Tensi tinggi pertandingan tidak berhenti pada perselisihan pemain.
Menjelang akhir laga, tuan rumah harus kehilangan sang nakhoda, Jose Mourinho, yang diganjar kartu merah oleh wasit.
Baca juga: Arbeloa Bantah Real Madrid Berniat Balas Dendam ke Benfica, Ungkap Target Utamanya
Pelatih asal Portugal itu diusir keluar lapangan akibat melakukan protes keras yang berlebihan.
Mourinho meluapkan kekecewaannya karena wasit dianggap tidak memberikan kartu kuning kepada Vinicius yang sempat melakukan pelanggaran terhadap salah satu pemain Benfica sebelum laga usai.
Modal Krusial Menuju Leg Kedua
Meski diwarnai insiden memprihatinkan, skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Real Madrid untuk melakoni leg kedua.
Real Madrid hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Benfica di Bernabeu pada 26 Februari 2026 guna memastikan langkah ke fase berikutnya.
Tag: #benfica #real #madrid #usai #dugaan #hinaan #rasisme #terhadap #vinicius #mbappe #pasang #badan