Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1, Trent Alexander-Arnold: Malam Ini adalah Aib
Trent Alexander-Arnold memberikan komentar terkait insiden rasisme yang menimpa Vinícius Júnior saat Real Madrid menghadapi Benfica di Liga Champions 2025-2026.(AFP/FILIPE AMORIM)
07:20
18 Februari 2026

Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1, Trent Alexander-Arnold: Malam Ini adalah Aib

Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, memberikan komentarnya terkait rasisme kepad Vinicius Junior dalam lanjutan Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 melawan Benfica.

Duel leg pertama babak play-off Liga Champions 2025-2026 antara Benfica vs Real Madrid berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal.

Laga Benfica vs Real Madrid berakhir dengan skor 0-1, untuk kemenangan tim tamu, Gol tuggal dalam laga kali ini dicetak Vinicius Junior (50').

Kemenangan itu membuat peluang Real Madrid untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 lebih besar daripada Benfica.

Namun, pertandingan ini menyisakan noda hitam akibat dugaan tindakan rasisme yang diarahkan kepada penyerang Los Blancos, Vinicius Junior.

Baca juga: Kata-kata CBF Usai Vinicius Jr Jadi Koran Rasisme di Laga Benfica Vs Real Madrid

Insiden bermula ketika Vinicius merayakan golnya melalui aksi individu yang ciamik.

Saat itulah, pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menghampiri sang pemain asal Brasil tersebut.

Dalam rekaman kamera, Prestianni terlihat membisikkan sesuatu sembari menutupi mulutnya menggunakan jersey.

Mengutip laporan dari media Spanyol, Diario AS, muncul dugaan kuat adanya hinaan rasis dalam momen tersebut.

Vinicius yang merasa tersinggung segera melapor kepada wasit Francois Letexier. Sang pengadil kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dan menghentikan laga UEFA Champions League ini selama kurang lebih 10 menit.

Komentar Keras Trent Alexander-Arnold

Selepas pertandingan, bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.

Baca juga: Benfica Vs Real Madrid: Usai Dugaan Hinaan Rasisme terhadap Vinicius, Mbappe Pasang Badan

Berbicara kepada Prime, pemain internasional Inggris tersebut menggambarkan insiden yang menimpa rekannya sebagai sebuah kehinaan bagi dunia olahraga.

"Saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena ini masih dalam penyelidikan," terang Trent Alexander-Arnold dikutip dari Sportbible.

"Saya pikir apa yang terjadi malam ini adalah aib bagi sepak bola dan juga menutupi penampilan setelah gol yang luar biasa."

Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Alexander-Arnold menekankan bahwa tindakan diskriminatif seperti itu sama sekali tidak memiliki tempat, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

"Vini sudah beberapa kali mengalami hal ini sepanjang kariernya. Merusak malam seperti ini untuk tim kami adalah suatu aib. Tidak ada tempat untuk hal seperti itu dalam sepak bola atau masyarakat. Ini menjijikkan," lanjutnya.

Ketangguhan Mental Vinicius Junior

Selain mengecam insiden tersebut, Alexander-Arnold juga memuji kekuatan mental yang ditunjukkan oleh Vinicius Junior.

Meski suasana stadion berubah menjadi sangat tidak ramah, Vinicius tetap menunjukkan profesionalitasnya untuk menyelesaikan pertandingan.

"Saya tidak tahu apakah Vinicius Junior perlu dibujuk atau tidak untuk kembali ke lapangan. Saya pikir dia ingin melanjutkan," tegas eks pemain Liverpool itu.

"Dia memiliki mentalitas yang kuat. Dia sudah beberapa kali mengalami hal ini sepanjang kariernya, dan dia menanganinya dengan sangat baik."

Baca juga: Laga Benfica Vs Real Madrid Sempat Dihentikan, Wasit Aktifkan Protokol Anti-Rasisme Usai Aduan Vinicius

Alexander-Arnold menyadari bahwa atmosfer pertandingan memang sangat panas dan penuh emosi, terutama setelah gol tercipta.

"Suasana yang penuh permusuhan, penuh emosi dan jelas kesal dengan cara, mungkin cara Vini merayakan golnya."

"Saya tidak yakin apa yang memicu kemarahan mereka. Suasana permusuhan seperti ini sudah biasa bagi kami sebagai tim dan pemain," pungkasnya.

Dukungan Luas dari CBF

Tidak hanya dari rekan setim, dukungan juga datang dari Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Melalui pernyataan resminya, CBF memberikan solidaritas penuh kepada Vinicius dan menyebut langkah sang pemain mengaktifkan protokol sebagai bentuk keberanian.

"CBF menyatakan solidaritasnya kepada Vinícius Junior, korban tindakan rasisme lainnya pada Selasa ini, setelah mencetak gol untuk Real Madrid melawan Benfica di Lisbon," tulis pernyataan resmi CBF.

"Rasisme adalah kejahatan. Itu tidak dapat diterima. Rasisme tidak boleh ada di sepak bola atau di mana pun. Vini, kamu tidak sendirian."

Tag:  #hasil #benfica #real #madrid #trent #alexander #arnold #malam #adalah

KOMENTAR