Rangkasbitung-Tanah Abang, KRL Green Line Angkut 77 Juta Penumpang
Ilustrasi penumpang menunggu KRL di salah satu Stasiun Jabodetabek.(Dok. KAI)
07:07
18 Februari 2026

Rangkasbitung-Tanah Abang, KRL Green Line Angkut 77 Juta Penumpang

Jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Rangkasbitung-Tanah Abang meningkat tajam pada 2025.

Lintas KRL yang dikenal dengan sebutan Green Line ini mengangkut lebih dari 77,5 juta penumpang pada 2025, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebanyak 69,9 juta penumpang, serta tahun 2023 sebanyak 62 juta penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang KRL Green Line ini selaras dengan pertumbuhan permukiman di Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, hingga Pandeglang.

Baca juga: Pendakian Gunung Andong Ditutup Total Selama Sebulan, Jangan Kecele!

Kenaikan yang konsisten ini juga memperlihatkan semakin kuatnya peran transportasi rel dalam menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat wilayah barat.

"Pada hari kerja jumlahnya mencapai 128.295 pengguna, sementara pada hari libur tetap tinggi di angka 106.641 pengguna," kata Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

"Angka tersebut menunjukkan bahwa koridor kulon telah menjadi salah satu simpul mobilitas penting dalam sistem perkotaan Jabodetabek," sambung dia.

Baca juga: Bakal Ada Pembatasan Angkutan Barang Saat Lebaran, Menhub Ungkap Alasannya

Stasiun baru

Stasiun Jatake melengkapi pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Kabupaten TangerangSinarmas Land Stasiun Jatake melengkapi pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Kabupaten TangerangBelum lama ini, KAI meresmikan Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang. Sejak beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, stasiun ini mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out.

Anne menuturkan, kehadiran Stasiun Jatake memperpendek akses masyarakat menuju layanan rel sekaligus mendukung tumbuhnya pusat aktivitas baru di sekitarnya.

Frekuensi perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang juga terus disesuaikan. Dari 90 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 122 perjalanan per hari pada 2025, mengikuti peningkatan kebutuhan mobilitas.

Penguatan kawasan ini ditopang oleh elektrifikasi jalur sepanjang kurang lebih 72,8 kilometer dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung yang meningkatkan kapasitas dan keandalan perjalanan sejak 2017 hingga 2018.

Baca juga: Akses Jalan Semarang–Demak-Grobogan Putus Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Kereta khusus pedagang

Sejumlah pedagang mulai naik Kereta Khusus Petani-Pedagang resmi beroperasi Senin (1/12/2025) untuk relasi Stasiun Rangkasbitung-Merak.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Sejumlah pedagang mulai naik Kereta Khusus Petani-Pedagang resmi beroperasi Senin (1/12/2025) untuk relasi Stasiun Rangkasbitung-Merak.Wilayah barat juga memainkan peran strategis sebagai penghubung regional melalui lintas Merak yang terintegrasi dengan pelabuhan menuju Sumatera.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna Commuter Line Merak meningkat dari 1 juta pengguna pada 2021 menjadi 4,4 juta pengguna pada 2025, menandakan meningkatnya konektivitas antarwilayah.

Dukungan terhadap ekonomi lokal turut diperkuat melalui pengoperasian kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak–Rangkasbitung sejak 1 Desember 2025.

Dengan 14 perjalanan per hari dan tarif Rp3.000, layanan ini telah dimanfaatkan 8.650 pelanggan hingga 31 Januari 2026, membantu distribusi hasil produksi masyarakat secara lebih terjadwal dan efisien.

"Ke depan, KAI melalui KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan secara bertahap, selaras dengan pertumbuhan kawasan hunian dan pusat ekonomi baru di wilayah barat Pulau Jawa," ungkap Anne.

Baca juga: Kendaraan di Jalur Puncak-Cianjur Naik 20 Persen Saat Libur Imlek, Sistem Satu Arah Diberlakukan Lebih Cepat

Prediksi jumlah penumpang KRL pada 2030

Kawasan Jabodetabek merupakan salah satu wilayah urban terbesar di Indonesia dengan mobilitas harian jutaan masyarakat.

KRL menjadi moda transportasi massal yang efisien dan berdaya angkut tinggi untuk mendukung produktivitas kawasan secara berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa penguatan layanan KRL merupakan kebutuhan struktural dalam mendukung pertumbuhan aglomerasi.

“Setiap hari, KRL melayani lebih dari satu juta masyarakat Jabodetabek. Selain sebagai layanan transportasi, tetapi infrastruktur produktivitas kota dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan,” ujar Bobby, dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (12/2/2026).

KAI memproyeksikan volume penumpang KRL Jabodetabek akan meningkat hingga 437 juta penumpang pada tahun 2030, dari realisasi sekitar 339 juta penumpang pada 2025.

Dengan tren pertumbuhan rata-rata sekitar 4 persen per tahun, volume harian diperkirakan dapat mencapai sekitar 2 juta penumpang per hari pada 2030.

Baca juga: Liburan Keluarga di Bogor, Coba Spot Camping Ini

Penambahan jumlah kereta

Untuk mengantisipasi pertumbuhan mobilitas yang terus meningkat, KAI menjalankan penguatan sarana melalui kombinasi dukungan negara dan investasi korporasi.

Saat ini telah beroperasi 11 trainset KRL baru produksi CRRC serta 4 trainset produksi PT INKA (Persero).

Kehadiran rangkaian baru tersebut memperkuat kapasitas angkut di koridor-koridor padat Jabodetabek sekaligus mendukung peningkatan keandalan operasional.

Selain itu, KAI telah menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL produksi PT INKA senilai Rp3,85 triliun. Dari jumlah tersebut, 11 rangkaian ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 sebagai bagian dari program percepatan regenerasi sarana.

“Kami memastikan pengadaan sarana dilakukan melalui berbagai pendekatan pendanaan, baik dukungan pemerintah maupun investasi perusahaan, agar kapasitas layanan terus bertumbuh sejalan dengan kebutuhan mobilitas urban,” jelas Bobby.

Secara keseluruhan, KAI saat ini mengoperasikan 1.088 unit KRL. Sebagian besar sarana tersebut telah berusia di atas 30 tahun dan secara bertahap akan memasuki masa konservasi. 

Baca juga: Tujuh Koper Turis Thailand Dicuri saat Liburan di Gunung Bromo, Polisi Turun Tangan

Tag:  #rangkasbitung #tanah #abang #green #line #angkut #juta #penumpang

KOMENTAR