Orang yang Diam-Diam Mendambakan Koneksi Tetapi Takut Ditolak Biasanya Menampilkan 8 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi
- Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan mendalam untuk terhubung, dimengerti, dan diterima oleh orang lain.
Namun, tidak semua orang mampu dengan mudah menjalin koneksi sosial.
Ada individu yang diam-diam sangat mendambakan hubungan yang berarti—baik dalam pertemanan, cinta, atau relasi keluarga—namun di sisi lain, dihantui oleh ketakutan akan penolakan.
Menurut psikologi, ketakutan akan penolakan ini seringkali berasal dari pengalaman masa lalu yang menyakitkan, harga diri yang rendah, atau rasa cemas sosial yang tidak disadari.
Akibatnya, mereka tanpa sadar menunjukkan perilaku yang justru menghalangi koneksi yang mereka dambakan.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (2/7), terdapat 8 perilaku halus yang sering ditampilkan oleh orang yang berada dalam dilema tersebut:
1. Menjaga Jarak Secara Emosional
Orang yang takut ditolak sering menahan diri untuk tidak terlalu terbuka secara emosional.
Mereka mungkin terlihat hangat dan ramah di permukaan, tetapi akan menghindari pembicaraan mendalam atau ekspresi perasaan pribadi.
Ini adalah mekanisme pertahanan untuk menghindari rasa sakit jika orang lain menolak atau tidak merespons dengan baik.
“Kalau aku tidak membuka diri sepenuhnya, aku tidak bisa benar-benar disakiti.” — adalah keyakinan bawah sadar yang kerap memandu perilaku ini.
2. Membuat Lelucon dari Hal yang Serius
Alih-alih membicarakan perasaan atau kebutuhan emosional secara langsung, mereka cenderung menyamarkannya lewat humor.
Lelucon digunakan sebagai perisai untuk menyembunyikan kerentanan.
Meskipun membuat orang lain tertawa, cara ini sering membuat mereka terasa jauh secara emosional.
3. Membatalkan Pertemuan di Menit-Menit Terakhir
Salah satu ciri khas orang yang mendambakan koneksi namun takut ditolak adalah seringnya mereka membuat rencana untuk bersosialisasi, tapi kemudian membatalkannya secara mendadak.
Bukan karena tidak ingin hadir, melainkan karena rasa cemas yang tiba-tiba muncul: "Bagaimana jika mereka tidak benar-benar menginginkan kehadiranku?"
4. Terlalu Berhati-Hati dalam Menyampaikan Pendapat
Mereka cenderung selalu menyensor diri sendiri dan memilih kata-kata dengan sangat hati-hati, takut jika pendapat mereka membuat orang lain tidak nyaman atau menjauh.
Akibatnya, mereka sulit tampil otentik dalam interaksi sosial, dan ini justru membuat koneksi menjadi dangkal.
5. Terlalu Sering Mengalah dan Menyenangkan Orang Lain
Sikap “people pleaser” sering muncul pada orang yang takut ditolak.
Mereka cenderung selalu mengatakan “ya” dan menghindari konflik, meski sebenarnya mereka memiliki keinginan atau pendapat yang berbeda.
Mereka merasa bahwa satu kesalahan saja bisa membuat orang lain meninggalkan mereka.
6. Merasa Canggung dalam Keheningan
Saat berada di tengah interaksi sosial, keheningan kecil bisa membuat mereka sangat tidak nyaman.
Mereka mungkin merasa bahwa keheningan adalah pertanda bahwa orang lain tidak menikmati kebersamaan atau mulai merasa bosan—sebuah “ancaman” akan penolakan yang mereka takutkan.
7. Terlalu Kritis pada Diri Sendiri Setelah Interaksi Sosial
Setelah berinteraksi, mereka sering memutar ulang percakapan di kepala dan menganalisis setiap kata atau ekspresi yang mereka tunjukkan.
Mereka bertanya-tanya: “Apakah aku terdengar bodoh?” atau “Kenapa aku bilang itu?”—dan merasa malu, meski tidak ada yang salah sebenarnya.
8. Membatasi Interaksi Lewat Dunia Maya
Meski aktif di media sosial, mereka jarang memulai percakapan atau menanggapi secara langsung.
Mereka mungkin mengintip story orang lain atau menyukai postingan tanpa pernah benar-benar terlibat dalam komunikasi dua arah.
Ini adalah cara untuk merasa terhubung dari kejauhan tanpa mengambil risiko terlalu besar.
Mengapa Perilaku Ini Bisa Menghambat Koneksi yang Diharapkan?
Ironisnya, semua perilaku di atas dilakukan dengan maksud untuk melindungi diri dari rasa sakit, tapi justru menciptakan jarak dengan orang lain.
Koneksi yang tulus dan dalam hanya bisa terbentuk saat seseorang berani menunjukkan kerentanannya, meskipun ada risiko ditolak.
Tanpa keberanian untuk terbuka, hubungan akan tetap berada di permukaan, dan rasa kesepian justru semakin dalam.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Menurut para psikolog, kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah.
Jika Anda menyadari bahwa beberapa dari 8 perilaku di atas ada dalam diri Anda, jangan menyalahkan diri sendiri.
Ini adalah respons alami dari pengalaman atau ketakutan yang mungkin belum selesai. Berikut beberapa langkah kecil yang bisa membantu:
Mulai membuka diri secara perlahan kepada orang yang Anda percaya.
Latih keberanian untuk mengatakan pendapat, meski kecil.
Sadari bahwa penolakan adalah bagian wajar dari hidup, bukan cermin harga diri Anda.
Pertimbangkan terapi atau konseling jika rasa takut terlalu mendominasi.
Penutup
Setiap manusia ingin merasa diterima dan memiliki koneksi yang bermakna.
Namun, ketakutan akan penolakan sering membuat kita membangun tembok yang justru menghalangi kita dari hubungan yang kita dambakan.
Dengan memahami perilaku-perilaku halus yang muncul tanpa sadar, kita bisa mulai merobohkan tembok itu—sedikit demi sedikit—hingga koneksi sejati bisa hadir dan tumbuh.
***
Tag: #orang #yang #diam #diam #mendambakan #koneksi #tetapi #takut #ditolak #biasanya #menampilkan #perilaku #tanpa #menyadarinya #menurut #psikologi