Era TV 8K Layu Sebelum Berkembang, Ini 3 Penyebabnya
Neo QLED 8K QN950F Samsung Vision AI Smart TV (2025) resmi di Indonesia. (samsung.com/id)
14:09
3 Februari 2026

Era TV 8K Layu Sebelum Berkembang, Ini 3 Penyebabnya

- Teknologi resolusi 8K yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan industri televisi tampaknya mulai kehilangan daya tariknya.

Alih-alih menjadi standar baru menggantikan 4K, tren TV 8K justru menunjukkan tanda-tanda layu sebelum berkembang. Sejumlah produsen elektronik raksasa kini mulai realistis dan perlahan meninggalkan segmen tersebut.

Fenomena "mundur teratur" ini sebenarnya sudah terlihat dari langkah beberapa merek besar, seperti TCL dan Sony yang belakangan mengurangi fokus mereka pada lini produk 8K.

Terbaru, LG Electronics menjadi nama besar berikutnya yang mengonfirmasi tren tersebut.

LG memutuskan untuk tidak lagi menjadikan TV 8K sebagai prioritas dalam jajaran produk terbarunya di tahun 2026.

Langkah LG ini seolah menjadi paku terakhir yang menegaskan bahwa pasar TV 8K memang sedang tidak baik-baik saja.

Padahal, jika menengok ke belakang, industri ini sempat sangat ambisius.

Sejarah mencatat, Sharp menjadi pionir dengan memamerkan prototipe TV 8K pertama di CES 2012, dan mulai menjualnya di Jepang pada 2015 dengan harga fantastis 16 juta yen (sekitar Rp 1,7 miliar kurs saat itu).

Dukungan ekosistem pun sempat menguat. VESA dan HDMI Forum merilis standar kabel pendukung pada 2016. Samsung kemudian mencoba mempopulerkannya di pasar Amerika Serikat pada 2018 dengan harga mulai 3.500 dollar AS.

LG sendiri sempat ikut meramaikan persaingan dengan merilis TV OLED 8K pertamanya pada 2019, mempertegas klaim bahwa 8K adalah "the future".

Baca juga: Perbedaan Resolusi HD, FHD, 2K, 4K, dan 8K di Layar Komputer dan Gadget

Namun, realitas pasar berkata lain. Kini, sebagian besar merek, termasuk LG, akhirnya "menyerah" pada kenyataan bahwa konsumen tidak terlalu menginginkan TV 8K.

Alasan TV 8K redup

Ada sejumlah alasan di balik fenomena ini, seperti dirangkum KompasTekno dari Arstecnica.

Pertama, konten dengan resolusi 8K asli (native) masih sangat langka hingga hari ini.

Kedua, keterbatasan biologis mata manusia. Perbedaan ketajaman antara TV 4K dan 8K hampir mustahil dibedakan, khususnya di ruang keluarga yang terbatas jaraknya.

Ketiga, regulasi ketat di Uni Eropa soal batas konsumsi energi perangkat elektronik juga "mencekik" pengembangan TV 8K yang secara teknis memang lebih boros listrik.

Saat ini hanya Samsung yang terlihat masih cukup konsisten mempertahankan produk TV 8K mereka di pasar global, sementara vendor lainnya memilih kembali fokus menyempurnakan kualitas panel 4K.

Baca juga: Smart TV Samsung X8F Mini LED Meluncur, Dilengkapi AI DeepSeek

Tag:  #layu #sebelum #berkembang #penyebabnya

KOMENTAR