



Momen Paus Fransiskus saat Menuju GBK untuk Misa Akbar Disambut Pohon Doa dan Antusiasme Ribuan Mahasiswa
- Paus Fransiskus sudah meninggalkan Jakarta pada Jumat (6/9) pagi WIB. Sejak Selasa (3/9) lalu, Paus Fransiskus melakoni perjalanan Apostolik dengan berbagai agenda di Jakarta. Salah satunya adalah Misa Akbar di Stadion Madya dan Stadion Utama GBK, yang digelar pada Kamis (5/9) sore hingga malam hari.
Di balik kemeriahan dan keagungan Misa Akbar yang diikuti sekitar 90 ribu umat Katolik itu, ada beberapa kenangan yang luput dari sorotan media. Di antaranya adalah antusiasme civitas akademika Unika Atma Jaya menyambut Paus Fransiskus dan rombongannya. Seperti diketahui Paus menginap di Kedutaan Besar Vatikan yang ada di sekitar Gambir, Jakarta Pusat.
Untuk memimpin Misa Akbar di kompleks GBK, rute perjalanan Paus Fransiskus melewati jalan Sudirman. Persis di depan kampus Unika Atma Jaya. Sebanyak seribu lebih mahasiswa dan civitas akademika antusias memadati jalur pejalan kaki untuk menyambut perjalanan Paus Fransiskus.
University Secretary Unika Atma Jaya Agustina Nurcahyanti mengatakan, mereka menyambut dengan penuh hormat dan syukur kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia. Kebahagiaan ini diwujudkan dengan semarak penyambutan yang terlihat di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, khususnya dari depan kampus Unika Atma Jaya.
Dia mengatakan lebih dari seribu mahasiswa hadir dengan antusias menunggu kedatangan Paus Fransiskus yang akan melintas di depan kampus menuju GBK guna melangsungkan Misa Akbar. "Kunjungan Apostolik Bapa Suci Paus Fransiskus ke Indonesia adalah momen bersejarah," katanya, Jumat (6/9).
Dia mengatakan perjalanan Apostolik itu tidak hanya memberi inspirasi persaudaraan sejati dan perdamaian. Lebih dari itu, kunjungan Paus Fransiskus secara khusus sangat bermakna bagi Atma Jaya. "Sebuah Institusi Pendidikan Tinggi dengan kepedulian serius pada pendampingan orang muda, serupa dengan teladan yang diberikan oleh Bapa Suci kepada Kita," ujar Agustina.
Lebih lanjut dia menjelaskan, rasa antusias itu bukan hanya lahir dan dirasakan oleh komunitas dosen, karyawan, dan mahasiswa Unika Atma. Jaya yang beragama Katolik saja. Tetapi juga dirasakan oleh seluruh Komunitas Atma Jaya dari berbagai latar belakang agama.
"Mahasiswa, dosen, dan karyawan yang turut dalam semarak menyambut Paus di depan kampus adalah mereka yang berasal dari latar belakang agama bukan Katolik," katanya. Semangat toleransi dan inklusivitas dihidupi oleh warga Atma Jaya. "Mereka juga sangat antusias dengan moment bersejarah ini," sambung Agustina.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karir Unika Atma Jaya Corry Korita Neryceka menyampaikan, bahwa dalam semarak menyambut Bapa Suci, kampus juga menyiapkan Pohon Doa. Lewat Pohon Doa itu, mahasiswa, dosen, dan karyawan diajak untuk menuliskan doa dan harapan yang lalu digantung di Pohon tersebut.
"Kehadiran pohon sebagai tanda kepedulian komunitas kampus dalam menciptakan bumi dan lingkungan yang baik," katanya. Pohon Doa selanjutnya akan ditanam di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Unika Atma Jaya yang sedang dalam proses akhir revitalisasi. Dengan harapan doa-doa dan harapan baik itu akan terus hidup dan tinggal bagi Atma Jaya.
Unika Atma Jaya berharap melalui kunjungan apostolik Paus Fransiskus ini, bangsa Indonesia menyadari pesan perdamaian, persatuan, inklusif, dan pola pikir progresif. Tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan suku atau ras golongan.
Tag: #momen #paus #fransiskus #saat #menuju #untuk #misa #akbar #disambut #pohon #antusiasme #ribuan #mahasiswa