



6 Cara untuk Mencegah Kebiasaan Oversharing, Awas Jangan Sampai Terlalu Banyak Bicara hingga Melewati Batas
Memulai pembicaraan seringkali menjadi kunci untuk membuka pintu hubungan atau relasi baru ke dalam kehidupan kita. Di era di mana berbagi informasi adalah suatu hal yang umum, menyimpan beberapa hal untuk diri sendiri seringkali menjadi sulit untuk dilakukan. Namun, terlalu banyak berbicara atau kerap disebut dengan oversharing bisa menjadi pisau bermata dua yang dapat merobek-robek batas privasi pribadi diri sendiri.
Oversharing merupakan situasi ketika kamu berbicara lebih dari yang seharusnya dalam kondisi atau kepada seseorang tertentu. Sadar ataupun tidak, Anda bisa melakukan oversharing secara langsung alias dalam kehidupan nyata dan atau melalui email, media sosial, hingga pesan teks. Mencegah keinginan untuk berbagi informasi secara berlebihan atau oversharing bisa menjadi tantangan yang nyata dalam keseharian saat ini.
Dilansir dari Science Of People, pada Rabu (8/5), banyak sekali alasan mengapa seseorang menjadi oversharing. Mereka mungkin ingin membangun kedekatan dengan cepat, menghindari keheningan yang terkesan canggung, hingga bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang oversharing.
Jadi, bagaimana kita bisa mengatasi godaan untuk berbicara terlalu banyak dan menjaga batas privasi yang sehat? Simaklah, berikut enam cara cerdas untuk mencegah oversharing dan menjaga ruang pribadi Anda :
- Berikan Pertanyaan
Salah satu cara paling cepat untuk menghentikan kebiasaan oversharing adalah dengan bertanya dan memberi ruang kepada orang lain untuk berbicara tentang diri mereka. Jika Anda kesulitan melakukannya sekarang, coba persiapkan pembuka percakapan sebelumnya.
Ketika Anda bertemu seseorang dan menyadari Anda akan mulai berbicara terus-terusan, ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Ini akan membantu Anda lebih mengenal mereka dan membangun hubungan dengan menunjukkan kepada orang yang Anda ajak bicara bahwa Anda peduli terhadap apa yang mereka bicarakan.
Berhati-hatilah agar tidak memberi tekanan kepada orang lain untuk berbagi lebih dari yang mereka siapkan dengan bertanya pertanyaan yang terlalu pribadi supaya tidak terkesan mengganggu. Sebagai gantinya, Anda bisa memulai dengan bertanya pertanyaan pembuka atau basa-basi.
Pertanyaan pembuka atau yang kerap dikenal sebagai basa-basi dapat menunjukkan minat yang tulus dalam sesuatu yang sudah Anda ketahui tentang orang yang Anda ajak bicara. Misalnya, jika Anda berada di acara networking, mulailah dengan bertanya tentang pekerjaan mereka. Atau, jika Anda mulai berbincang dengan seseorang di bandara, tanyakan kepada mereka ke mana mereka bepergian. Ketika mereka mulai memberikan sedikit celah tentang detail kehidupan mereka, Anda bisa menindaklanjuti dan bertanya lebih lanjut tentang itu.
- Berpikir Sejenak Sebelum Berbicara
Sebelum Anda bicara, coba praktikkan untuk memperlambat diri. Tarik napas sejenak sebelum menjawab pertanyaan atau menceritakan sesuatu. Pikirkan, "Apakah yang akan saya bagikan relevan, menarik, atau membantu bagi orang yang sedang saya ajak bicara."
Membuka diri bisa membangun hubungan, tapi berbagi lebih dari yang tepat pada saat itu bisa menghambat hubungan. Dengan ini perlu diingat, ambil waktu sejenak sebelum mulai berbicara untuk berpikir apakah yang akan Anda bagikan adalah sesuatu yang akan memperkuat hubungan.
Jika seseorang bertanya kepada Anda pertanyaan yang tidak Anda ketahui jawabannya, mudah sekali untuk mulai mengulur waktu dengan bertele-tele. Alih-alih melakukan itu, coba katakan, "Itu pertanyaan yang bagus. Biarkan saya berpikir sejenak tentang jawaban saya."
Kemudian, luangkan beberapa detik untuk merangkai bagaimana Anda ingin menanggapi dan pemikiran seperti apa yang nyaman untuk Anda bagikan.
- Periksa Kembali Sebelum Mengirim Pesan
Jika Anda khawatir bahwa Anda mungkin oversharing melalui pesan teks atau email, simpanlah pesan tersebut selama satu jam dan kemudian baca kembali dengan pikiran yang lebih jernih. Anda juga bisa mengirim tangkapan layar pesan tersebut kepada teman dekat dan bertanya kepada mereka apakah mereka pikir Anda terlalu banyak berbagi.
Tips lainnya, cobalah untuk memeriksa pesan kembali di suasana baru. Misalnya, jika kamu duduk di meja kantor, pindahlah ke ruang konferensi dan bacalah email tersebut dengan keras, dan pikirkanlah kembali. Perubahan suasana ini bisa membantumu membaca komunikasi dengan mata dan pikiran yang segar.
- Temukan Pemicu Kebiasaan Oversharing
Banyak alasan mengapa orang sering kali melakukan oversharing. Hal apa yang paling Anda rasakan? Apakah kamu oversharing karena itulah cara berkomunikasi yang umum di rumahmu karena social anxiety atau karena kamu mencoba untuk menghindari keheningan yang canggung?
Jika Anda kesulitan mengidentifikasi pemicu oversharing, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan kembali kapan terakhir kali Anda ingat melakukan oversharing. Saat Anda memikirkan jawabannya, pertimbangkan apakah ada tema tertentu. Mungkin Anda sering oversharing saat merasa gugup atau bertemu dengan orang baru.
Setelah Anda mengetahui situasi apa yang membuat sering berlebihan dalam berbagi, akan lebih mudah bagi Anda untuk menghindari oversharing. Ketika Anda berada dekat dengan "pemicu oversharing"mu, jadilah pendengar aktif.
Tantang diri sendiri untuk tidak mengatakan apapun tentang diri Anda kecuali sedang ditanya. Sebaliknya, terlibatlah dengan apa yang dikatakan orang lain dan ajukan pertanyaan berdasarkan apa yang telah mereka berikan.
- Ubah Topik Pembicaraan
Jika Anda merasa percakapan menuju topik yang tidak ingin Anda bicarakan terlalu banyak, ubah arah percakapan ke topik lain. Anda bisa melakukannya dengan ditambah sedikit bumbu humor atau bertanya.
Dengan menambah bumbu humor adalah cara yang bagus untuk meringankan percakapan yang mulai serius. Salah satu bentuk bercanda yang paling mudah dan aman yaitu dengan mengatakan sesuatu yang sangat konyol. Mengatakan jawaban yang konyol atau jawaban jelas dengan senyum dapat membantu meringankan suasana hati dan menjaga percakapan agar tidak berpindah ke arah yang lebih serius dan pribadi.
- Pahami Alasan Kenapa Berbagi dengan Orang Lain
Ketika Anda mengalami sesuatu yang menantang, misalnya seperti berada di tengah kondisi krisis medis atau saat mengalami putus cinta, kamu tidak wajib untuk memberikan informasi lebih dari yang Anda ingin berikan kepada siapapun. Namun ingat bahwa ada beberapa orang yang perlu tahu dalam beberapa tingkat tentang apa yang sedang terjadi.
Misalnya, bos Anda tidak perlu tahu semua detail kondisi medis Anda, tapi mungkin mereka perlu tahu bahwa kemampuan Anda untuk bekerja mungkin akan terpengaruh saat Anda ada janji dokter dan merasa tidak sehat. Saat Anda memberi tahu mereka, ingatlah alasannya. Bos Anda mungkin hanya perlu tahu apakah ada akomodasi kerja yang Anda perlukan dan bahwa Anda akan tetap memberi mereka informasi yang relevan kedepannya.
Kadang-kadang, orang bertanya hal yang tidak Anda ingin jawab atau mungkin membawa Anda untuk berbagi lebih dari yang Anda nyaman bagikan. Ketika hal ini terjadi, coba gunakan frasa, "Panjang Ceritanya," dan kemudian tanyakan sesuatu yang dapat membantu mengalihkan pembicaraan. Tidak semua orang harus memiliki akses ke hal-hal pribadi yang Anda alami dalam hidup.
Dengan menyadari alasan di balik setiap pembicaraan dan menghargai batas privasi Anda dan lawan bicara, kita dapat mempertahankan keseimbangan yang sehat antara berbagi dan menjaga sesuatu untuk diri sendiri.
Ingatlah, setiap kata yang keluar dari mulut Anda membentuk gambaran tentang siapa diri Anda. Dengan menjaga kesadaran diri dan menghargai privasi, kita dapat membangun hubungan yang kuat dan sehat tanpa melewati batas privasi.
Tag: #cara #untuk #mencegah #kebiasaan #oversharing #awas #jangan #sampai #terlalu #banyak #bicara #hingga #melewati #batas