



6 Ciri Seseorang yang Sering Dikritik Sejak Kecil, Salah Satunya Terlalu Sensitif Terhadap Kritik Saat Dewasa
- Kritik adalah suatu bentuk evaluasi, biasanya disertai analisis dan penilaian terhadap suatu karya, gagasan, atau kinerja seseorang.
Dalam konteks apapun, kritik sangat berperan untuk memberikan saran yang membangun sehingga dapat membantu pengembangan dan perbaikan.
Kritik sebenarnya dapat menjadi sarana pembelajaran yang berharga, karena membuka kesempatan untuk refleksi dan pertumbuhan. Dengan cara yang tepat, kritik dapat mendorong kemajuan dan inovasi.
Namun, berbeda halnya jika kritik dilakukan secara terus menerus seolah orang yang dimaksud tidak pernah melakukan sesuatu secara baik dan benar atau membuat karya yang menarik.
Terus menerus menerima kritik sejak kecil biasanya memberikan ketakutan tersendiri dan membuat seseorang selalu merasa kurang dengan apa yang dilakukannya.
Artikel ini akan membahas ciri-ciri orang dewasa yang dibesarkan dengan kritik terus menerus. Dilansir dari laman Hack Spirit pada Rabu (8/5), berikut ini ciri-ciri yang dimaksud.
1) Perfeksionis
Perfeksionis merupakan sifat yang muncul dari kritik terus-menerus. Untuk menghindari kritik, seseorang mungkin berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap aspek kehidupannya.
Penelitian dari American Psychological Association telah mengaitkan perfeksionisme dengan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.
Hal ini disebabkan karena orang perfeksionis menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri dan menganggap sesuatu yang kurang dari itu sebagai kegagalan.
Mengejar kesempurnaan secara terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan produktivitas dari waktu ke waktu.
2) Tangguh
Meskipun menyakitkan, kritik yang diterima terus menerus juga dapat berfungsi sebagai wadah, membentuk individu menjadi orang yang sangat tangguh.
Mereka telah melewati kritik dan menjadi lebih kuat, lebih ulet, dan mampu menghadapi pasang surut kehidupan.
Ketangguhan tidak menghapus rasa sakit di masa lalu, tetapi memberikan kekuatan untuk merencanakan masa depan. Ini adalah bukti bahwa apa pun yang dihadapi dalam hidup, mereka bisa bangkit kembali.
3) Sensitif terhadap kritik
Tumbuh dengan kritik yang terus-menerus dapat membuat seseorang menjadi sangat peka terhadap segala bentuk kritik di masa dewasa.
Ini bukan hal yang mudah untuk dijalani. Hal ini bisa membuat sesi evaluasi menjadi menegangkan dan menyebabkan stres yang tidak diperlukan.
Namun, begitu Anda mengenali sensitivitas ini sebagai sesuatu yang wajar, maka akan lebih mudah untuk mengelolanya. Belajarlah untuk memisahkan kritik yang membangun dari kritik yang merusak.
4) Takut ditolak
Tumbuh dengan kritik yang terus menerus terkadang membuat seseorang selalu khawatir akan melakukan sesuatu yang salah dan akibatnya ditolak. Ketakutan ini sering terbawa hingga dewasa.
Rasa takut terhadap penolakan sering kali menghambat seseorang dalam hidup. Namun seiring berjalannya waktu, Anda perlu belajar bahwa rasa takut ini bukanlah cerminan dari nilai Anda.
Ketakutan itu hanyalah peninggalan masa lalu. Ada perjalanan perjalanan panjang yang perlu ditempuh untuk membebaskan diri dari ketakutan dan menerima diri bahwa Anda sudah cukup, apa adanya.
5) Kesulitan dalam mempercayai orang lain
Kepercayaan adalah landasan hubungan yang sehat, tetapi bagi mereka yang dibesarkan dengan kritik terus-menerus, ini bisa menjadi tantangan tersendiri.
Kritik terus menerus dapat menimbulkan perasaan tidak aman dan keraguan. Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat terbentuk menjadi ketakutan akan dikecewakan orang lain.
Ketakutan ini muncul sebagai kesulitan untuk mempercayai orang lain. Mungkin terlihat lebih aman untuk menjaga jarak dengan orang lain daripada mengambil risiko disakiti lagi.
6) Sangat kritis terhadap diri sendiri
Ketika Anda tumbuh di bawah tekanan kritik yang terus-menerus, tidak jarang pola ini berbalik ke dalam diri Anda.
Orang dewasa yang mengalami kritik tanpa henti di masa kecilnya sering kali mengembangkan kecenderungan untuk menjadi sangat kritis terhadap diri mereka sendiri.
Mereka mungkin menetapkan standar yang sangat tinggi dan merasa sangat kecewa ketika mereka gagal memenuhinya.
Kritik diri ini dapat meluas ke penampilan, performa kerja, hubungan, dan hampir semua aspek kehidupan. Memahami sifat ini dapat menjadi langkah pertama untuk menerima diri.
Itulah 6 hal yang disebabkan oleh kritik berlebihan dan terus menerus yang diberikan saat masa anak-anak. Meskipun memberikan rasa tidak percaya, sebenarnya kritik dapat menjadi pelajaran tersendiri jika dilakukan dengan tepat.
Tag: #ciri #seseorang #yang #sering #dikritik #sejak #kecil #salah #satunya #terlalu #sensitif #terhadap #kritik #saat #dewasa