Perempuan yang Semakin Tegas Seiring Bertambahnya Usia Melakukan 4 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?
Ilustrasi seorang perempuan tegas. (Freepik)
20:06
3 Desember 2024

Perempuan yang Semakin Tegas Seiring Bertambahnya Usia Melakukan 4 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

- Saat masih muda, perempuan biasanya masih punya banyak toleransi terhadap perlakuan orang lain di sekitarnya. Mereka menerima perlakuan apapun meski sebenarnya dalam hati mungkin sebaliknya.

Namun, seiring bertambahnya usia, beberapa perempuan justru mulai tegas dalam memberi batasan dan tak lagi memberi toleransi yang besar terhadap perlakuan orang yang tak mereka sukai.

Para perempuan ini sudah belajar bahwa bersikap tegas tak selalu membuat mereka menjadi orang yang menjengkelkan. Sebaliknya, justru mereka adalah perempuan yang memiliki kesadaran diri.

Dikutip dari geediting, Selasa (3/12), inilah beberapa kebiasaan yang dilakukan perempuan yang semakin tegas seiring bertambahnya usia.

1. Mereka mulai menetapkan batasan yang jelas

Sikap tegas itu setidaknya bisa Anda sadari dari penggunaan kata "tidak". Seiring bertambahnya usia, kita mulai menyadari pentingnya menetapkan batasan yang jelas.

Baik dalam hubungan pribadi, di tempat kerja, atau bahkan saat berhadapan dengan orang asing, kita menjadi kurang toleran terhadap perilaku yang melampaui batas kita.

Mengapa demikian? Nah, seiring pengalaman muncullah pemahaman bahwa waktu dan energi Anda berharga. Anda mulai lebih menegaskan diri, menolak membiarkan orang lain memanfaatkan Anda. Ini adalah kebiasaan yang sering kali muncul secara alami seiring bertambahnya usia.

Dan sejujurnya, itu adalah hal yang sehat untuk dikembangkan. Menetapkan batasan memastikan bahwa kebutuhan Anda terpenuhi dan dihormati oleh orang lain. Ini merupakan langkah menuju perawatan diri dan rasa hormat terhadap diri sendiri.

Jadi, jika Anda mendapati diri Anda melakukan ini lebih sering, itu bukan tanda Anda menjadi pemarah atau sulit, itu tanda pertumbuhan.

2. Memilih untuk menghibur diri daripada bersosialisasi

Dulu Anda mungkin adalah gadis yang selalu keluar dan berkeliling, dikelilingi orang, dan selalu berkata 'ya' pada setiap ajakan. Namun, seiring berlalunya waktu, Anda mendapati diri lebih mendambakan kesendirian daripada bersosialisasi. Pernah merasakan ini?

Mungkin Anda mulai menolak undangan ke pesta atau pertemuan bukan karena Anda tidak menikmatinya, tetapi karena Anda mulai lebih menghargai 'waktu untuk diri sendiri'.

Ini bukan tentang menjadi antisosial. Ini tentang memilih kualitas daripada kuantitas, interaksi yang bermakna daripada percakapan yang dipaksakan. Anda mungkin menyadari bahwa Anda tidak harus menoleransi obrolan yang tidak berarti atau kewajiban sosial hanya demi itu.

Anda menjadi lebih tegas dalam melindungi kedamaian Anda dan memprioritaskan kebutuhan Anda. Dan mari kita hadapi, siapa pula yang punya energi untuk menghadapi drama dan kepura-puraan?

3. Mereka berhenti menutup-nutupi perkataan mereka

Ingatkah Anda saat-saat ketika Anda harus berhati-hati dalam menyampaikan kebenaran, berbasa-basi atau mengatakan hal-hal yang tidak benar-benar Anda maksud, hanya demi menjaga perdamaian atau menghindari menyakiti perasaan seseorang?

Nah, seiring bertambahnya usia, kita sering merasa pendekatan itu lebih melelahkan daripada manfaatnya. Anda mungkin menyadari bahwa Anda menjadi lebih jujur ​​dan terus terang. Anda tidak lagi bersedia membungkuk ke belakang untuk menutupi kebenaran.

Sebaliknya, Anda memilih kejujuran daripada kenyamanan. Dan itu tidak apa-apa. Faktanya, itu lebih dari sekadar baik-baik saja. Itu itentik, membebaskan, dan itu dapat mengarah pada komunikasi yang lebih sehat.

Namun, ingatlah bahwa kejujuran tidak berarti kasar. Ketegasan berarti mengungkapkan kebenaran Anda dengan penuh hormat dan jelas, bukan secara blak-blakan atau agresif.

4. Mereka memilih empati daripada menghakimi

Seiring bertambahnya usia, perempuan yang lebih tegas justru sadar bahwa selalu ada hal yang lebih dalam diri seseorang daripada apa yang tampak.

Oleh karena itu, alih-alih menghakimi, Anda mulai berempati. Jangan salah paham. Empati tidak berarti Anda harus menoleransi atau menerima perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Anda.

Namun itu berarti memahami dan mengakui sudut pandang orang lain. Lantas, mengapa ini dikaitkan dengan ketegasan? Sebab memilih empati mengharuskan Anda menegaskan kecerdasan emosional dan kedewasaan Anda sendiri.

Ini melibatkan pengambilan pilihan sadar untuk memahami alih-alih menghakimi, untuk mendengarkan alih-alih bereaksi.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #perempuan #yang #semakin #tegas #seiring #bertambahnya #usia #melakukan #kebiasaan #menurut #psikologi #saja

KOMENTAR