



Jika Pria Melihat Bahwa Kamu adalah 'Orangnya', Dia Tak Pernah Menggunakan 7 Frasa Ini Saat Bertengkar
Terkadang untuk menemukan pasangan yang tepat memang sulit dan semua itu tidak tergantung pada status sosial, kedudukan, harta, atau fisik. Banyak hal yang bisa dilihat ketika kamu sudah berkata bahwa dia adalah 'orangnya'.
Ketika kamu sudah menemukan bahwa dia adalah 'orangnya', rasa cinta itu menjadi penerimaan atas kekurangan dan kelebihan. Serta kamu tak menuntut lebih darinya melainkan ketulusan.
Semua tanda itu bisa kamu lihat dari tindakan hingga ucapannya, melansir dari laman Baselina Mag pada (22/11) jika pria melihat bahwa kamu adalah 'orangnya', dia tak pernah menggunakan 7 frasi ini saat bertengkar :
1. "Kamu bersikap tidak rasional"
Di tengah panasnya pertengkaran, emosi bisa memuncak dan segala sesuatunya bisa dengan cepat menjadi tidak terkendali. Ungkapan “Kamu bersikap tidak rasional” adalah cara untuk meremehkan perasaan dan pengalamanmu.
Ini adalah cara untuk mengatakan bahwa pandanganmu tidak valid atau tidak layak untuk dipertimbangkan. Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak harus merasa didengarkan dan dipahami, bahkan saat terjadi perselisihan.
Oleh karena itu, frasa “kamu bersikap tidak rasional” adalah ungkapan yang tidak akan pernah terucap dari bibir pria yang benar-benar peduli padamu dan menganggap bahwa kamu adalah 'orangnya'.
2. "Mantanku tak pernah melakukan itu"
Perbandingan bisa menjadi pembunuh hubungan, ketika kalian sedang bertengkar, dan dia berkata, “Mantanku tidak pernah bereaksi seperti ini.” Maka secara tak langsung dia berpikir bahwa mantannya lebih baik dari dirimu.
Pria yang benar-benar melihatmu sebagai 'orangnya' tidak akan pernah membuat perbandingan seperti itu karena dia memahami bahwa setiap orang berbeda dan akan menghargai perbedaan tersebut.
3. "Aku tidak peduli"
Penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor terkuat kesuksesan hubungan jangka panjang adalah respons emosional, yang mencakup menunjukkan kepedulian dan pengertian terhadap perasaan pasangan.
“Aku tidak peduli” adalah ungkapan yang secara langsung bertentangan dengan konsep daya tanggap emosional. Ketika seorang pria mengatakan hal ini saat bertengkar, pada dasarnya dia menunjukkan bahwa perasaan, pikiran, atau pendapatmu tidak penting baginya.
Jika pria melihat bahwa kamu adalah 'orangnya' ketika dia tidak setuju denganmu, akan tetap peduli dengan perasaan dan bersedia mengatasi perselisihan tersebut dengan saling menghormati dan pengertian.
4. "Kamu seperti ayah atau ibumu"
Di tengah pertengkaran, hal-hal mudah menjadi bersifat pribadi, tetapi pria yang melihatmu sebagai belahan jiwanya tidak akan melakukan serangan pribadi.
Ungkapan “kamu sama seperti ibu/ayahmu” merupakan ungkapan yang tidak sopan dan biasanya digunakan untuk memancing reaksi.
Jika digunakan secara negatif, frasa ini tidak hanya tidak menghormati, tetapi juga menyeret keluargamu pada masalah ini.
Pria yang benar-benar menghargai akan menghormati individualitasmu dan tidak akan membandingkan dengan orang lain, terutama dengan cara yang meremehkan.
5. "Reaksimu berlebihan"
Hal ini membuat perempuan merasa diabaikan dan seolah-olah perasaanku tidak penting. Padahal kamu hanya bereaksi secara alami terhadap suatu kondisi atau keadaan.
Pria yang benar-benar melihatmu sebagai 'orangnya' tidak akan pernah memberi tahu bahwa kamu bereaksi berlebihan. Dia akan memahami bahwa setiap orang memiliki respons emosional yang berbeda.
6. "Terserah!"
Perbedaan pendapat dapat menjadi hal yang sulit dan menguras emosi. Tapi pria yang benar-benar melihatmu sebagai 'orangnya' tidak akan pernah menggunakan ketidakpedulian sebagai mekanisme untuk mengatasinya.
Ungkapan “Terserah” jelas merupakan tanda ketidaktertarikan dan pengabaian terhadap perasaan dan pendapat orang lain. Ini adalah cara untuk menutup percakapan tanpa mencapai resolusi atau pemahaman.
7. "Mungkin kita harus putus"
Tanda bahaya terbesar saat bertengkar adalah kalimat “Mungkin kita harus putus”. Pria yang melihatmu sebagai 'orangnya' tidak akan pernah menggunakan akhir hubungan sebagai alat untuk memenangkan pertengkaran.
Mengancam untuk putus saat terjadi perselisihan menunjukkan kurangnya komitmen dan kematangan emosi. Ini adalah taktik manipulatif yang dirancang untuk membuatmu mundur karena takut kehilangan hubungan.
Pria yang serius terhadapmu akan memahami bahwa perselisihan adalah bagian normal dalam hubungan apapun.
Dia akan tahu bahwa dibutuhkan kesabaran, pengertian, dan komunikasi untuk mengatasi masalah tersebut, daripada menggunakan ancaman.
Mengutip dari laman Stekom bahwa tanda jika kamu adalah 'orangnya' akan merasakan kehadirannya membawa ketenangan, mendengarkan dengan tulus, menerima apa adanya, menunjukkan dukungan yang nyata, serta memerhatikan hal-hal kecil.
Jika dia terus-menerus mengucapkan 7 frasa tersebut saat bertengkar, maka alangkah baiknya untuk dipikirkan kembali tentang hubungan ini entah layak diperjuangkan atau tidak.
Tag: #jika #pria #melihat #bahwa #kamu #adalah #orangnya #pernah #menggunakan #frasa #saat #bertengkar