



Bayi Lebih Baik Tidur Di Ruangan Gelap atau Terang? Simak Penjelasannya
– Semua orang tentu memerlukan tidur yang nyaman dan berkualitas, begitupun dengan seorang bayi yang justru masih sensitif terhadap kesehatannya.
Selain waktu, posisi hingga keadaan ruangan menjadi dampak kualitas tidur.
Mungkin orang tua sering mendengar kontroversi mengenai bayi lebih baik tidur dalam ruangan gelap atau terang.
Beberapa beranggapan kamar tidur bayi memerlukan penerangan, sebagian ada juga menganggap sebaiknya dalam kondisi gelap.
Kondisi ruangan tidur bayi perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, sebab kualitas tidur bayi sangat berdampak terhadap kesehatannya.
Selain itu, dengan memiliki tidur yang cukup, tumbuh kembang anak dapat berlangsung dengan baik.
Lalu bagaimana? Ruangan tidur bayi sebaiknya dalam kondisi gelap atau terang? Simak penjelasan berikut.
Dilansir dari klikdokter.com studi dari The National Center for Biology Information (NCBI) di Amerika Serikat mengemukakan bahwa tidur dengan lampu menyala dapat memperpendek durasi pelepasan hormon melatonin kurang lebih 90 menit.
Pada studi tersebut juga menyatakan bahwa paparan lampu sepanjang waktu tidur dapat menekan produksi melatonin hingga 50 persen. Sedangkan melatonin adalah hormon yang mengatur siklus bangun dan tidur.
Hormon melatonin sendiri memiliki peran penting terhadap anak-anak. Hal itu disebabkan, apabila siklus bangun dan tidur yang baik, anak-anak akan terhindar dari gangguan kesehatan. Seperti masalah mental, neurologis, dan berbagai penyakit lain.
Saat tidur, bagian otak hipokampus dan lobus anterior medial-temporal anak sangat aktif, tidur yang cukup mempengaruhi kemampuan daya ingat anak.
Untuk mendukung tujuan tersebut, salah satu caranya adalah meredupkan cahaya ketika tidur.
Ruangan dengan cahaya yang redup memberikan stimulasi lebih rendah pada anak, sehingga membantu menenangkannya.
Tidak perlu terlalu gelap sempurna, agar tidak menimbulkan risiko ketakutan bayi karena berada di ruangan gelap.
Melansir dari halodoc.com seorang psikolog dan anggota Sleep Center di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku Anak dan Remaja di Childern's Hospital of Philadelphia, dalam laman Pediatric Sleep Council menyarankan beberapa pertimbangan dalam memilih lampu tidur kamar bayi.
Pertama, pastikan lampu tidur yang digunakan tidak sampai melibatkan barang elektronik apapun, atau hindari menggunakan lampu tidur berasal dari aplikasi tablet atau ponsel.
Sebab cahaya dari barang elektronik justru akan mengganggu tidur bayi.
Kedua, pastikan juga lampu tidur yang dipilih dapat menyala sepanjang malam, agar tidak merubah intensitas cahaya yang dapat mengganggu tidur bayi.
Apalagi jika menggunakan lampu tidur dilengkapi dengan musik, pastikan lampu tetap menyala.
Bayi tidur dalam keadaan lampu yang redup juga akan memberikan informasi padanya bahwa sudah tiba waktunya untuk beristirahat. Dengan begitu, bayi lambat laun akan memahami jadwal tidurnya.
Kemudian, umur berapa bayi mulai tidur dalam ruangan gelap atau redup? Dilansir dari klikdokter.com pada faktanya, hingga saat ini belum ada anjuran khusus mengenai hal tersebut.
Namun dalam penjelasannya, ketika bayi usia bayi relatif muda atau dibawah dua bulan, perkembangan organ penglihatannya belum terlalu sempurna.
Oleh sebab itu, disarankan di usia dua bulan keatas orang tua bisa memulai rutinitas tidur dengan lampu ruangan redup.
Selain memperhatikan kondisi ruangan, orang tua juga perlu memedulikan beberapa hal lain.
Seperti upayakan waktu tidur dan bangun bayi konsisten, hindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan kafein agar tidak mengganggu siklus tidur anak.
Tag: #bayi #lebih #baik #tidur #ruangan #gelap #atau #terang #simak #penjelasannya