



Agama Selain Islam Ternyata Juga Lakukan Puasa, Ini Penjelasannya
Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat muslim setiap bulan Ramadan. Saking identiknya dengan bulannya umat muslim, tren keislaman juga naik daun di bulan ini, sebut saja koleksi khusus busana muslim, musik, dan film religi. Namun, apakah puasa juga ada di agama selain Islam kendati di Indonesia tak banyak disorot? Ternyata ada. Agama – agama resmi di Indonesia juga menjalankan ajaran puasa sesuai dengan keyakinan yang mereka anut.
Meski dilaksanakan di waktu yang berbeda, ternyata tujuan puasa tetaplah sama yakni untuk menahan diri dari hawa nafsu dan meningkatkan kualitas Iman. Berikut ini adalah puasa versi agama – agama di Indonesia.
1. Hindu
Puasa dalam agama Hindu disebut upawasa. Upa artinya dekat, uwasa artinya Tuhan. Dengan demikian, upwasa juga berarti mendekatkan diri kepada Tuhan. Puasa ini tidak berpatokan pada bulan tertentu, namun biasanya
dilakukan pada hari-hari suci atau hari raya keagamaan seperti Siwaratri, Nyepi, Ekadasi, dan lainnya. momentum lainnya adalah pada pelantikan jabatan tertentu dalam struktur agama Hindu seperti pemangku (pewintenan ekajati) atau pendeta Hindu (pediksan dwijati).
2. Kristen Protestan
Pendeta Gilbert Lumoindong dalam kanal youtubenya pada 13 Januari 2020 menjelaskan, puasa diajarkan juga dalam Kristen Protestan. Dijelaskan, puasa dalam Kristen ada yang 40 hari, 7 hari, dan 3 hari. Dikatakan, ada yang puasa 40 hari penuh tanpa makan, tapi boleh minum, ada yang puasa seharian, namun buka setiap sore, selama 40 hari. Itu juga berlaku dengan yang 7 hari dan 3 hari.
3. Katolik
Puasa dan pantang dalam agama Katolik dilakukan pada hari-hari khusus. Ada pantang di hari tertentu, misal Jumat. Ada juga puasa Pra Paskah yang berlangsung 40 hari. Puasa adalam Katolik merupakan makan kenyang sekali sehari, dan pantang diartikan mengurangi makanan tertentu, seperti daging, hiburan, atau kesukaan-kesukaan yang berhubungan dengan hal – hal duniawi.
4. Buddha
Melalui kanal Youtube Bvdk Channel 28 Mei 2021, Bhante Pannavaro Mahathera kepada Ahcmad Munjid menjelaskan umat Buddha juga memiliki laku atau praktik keagamaan yang disebut dalam bahasa Sansekerta upowasa atau dalam bahasa Pali Uposatha. “Umat Buddha dianjurkan untuk menjalankan atau praktik puasa pada hari-hari tertentu,” tandasnya.
Dia mengatakan, dalam Kitab Suci disebut bahwa puasa dalam Buddha berlangsung empat kali dalam sebulan. Yakni pada bulan purnama sempurna, paroh gelap (seminggu setelah Purnama), kemudian bulan gelap, dan paro terang (seminggu setelah bulan gelap). "Puasa yang saya sebutkan itu tidak diwajibkan. Kalau saya boleh pinjam istilah umat Muslim, itu sunah,” kata dia.
5. Khonghucu
Di Agama Konghuchu, puasa berlangsung dalam tiga hari yang disebut zhai, tidak makan tapi boleh minum, dilakukan secara bersamaan dengan jie selama tujuh hari. Jie berarti tidak menjalankan kesenangan seperti menikmati hiburan.
Puasa atau zhai jie ini dilakukan saat malam setelah Imlek. Untuk memulai zhai jie ini diawali dengan prasatya atau niat apa saja dalam zhai jie-nya. Pada hari pertama sampai ketiga melakukan zhai dan jie secara bersamaan, pada hari keempat sampai ketujuh melakukan jie.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag: #agama #selain #islam #ternyata #juga #lakukan #puasa #penjelasannya