8 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Menurut Para Dokter
- Di balik nilai spiritual puasa yang dijalankan oleh seluruh umat Muslim di dunia, ibadah wajib ini juga menyimpan beragam manfaat manfaat untuk kesehatan.
Selama berpuasa, tubuh mengalami proses adaptasi metabolisme yang signifikan. Perubahan pola makan dan minum ini memicu tubuh untuk melakukan pembersihan alami dan memperbaiki fungsi organ-organ vital yang biasanya bekerja tanpa henti setiap harinya.
Ketahui ragam manfaat puasa untuk kesehatan, dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: 5 Tips Persiapan Kesehatan dan Mental Selama Bulan Puasa
Manfaat puasa untuk kesehatan
1. Membantu menurunkan dan mengontrol berat badan
Salah satu manfaat puasa yang paling dikenal adalah membantu penurunan berat badan. Pembatasan asupan makanan dalam periode tertentu menciptakan defisit kalori, sehingga tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Selain itu, puasa membantu mengatur ulang hormon yang berperan dalam metabolisme dan nafsu makan.
Metabolisme tubuh menjadi lebih efisien dalam membakar energi, terutama jika puasa diiringi pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda.
Ahli gizi di American Wellness Center di Dubai, Feda Alkilani, mengatakan puasa Ramadhan pada dasarnya adalah jenis puasa intermiten, salah satu tren dalam penurunan berat badan.
Ilustrasi obesitas.
"Asalkan, kamu makan dengan jumlah dan kualitas yang tepat, penurunan berat badan tidak hanya dapat dilakukan, tetapi juga mudah dilakukan selama Bulan Suci ini," kata Alkilani, dilansir dari Gulf News.
2. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Puasa berkontribusi dalam menjaga kesehatan kardiovaskular, seperti dituturkan oleh dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FSCAI, FESC, FAPSC dalam tulisannya di situs web resmi jaringan RS EMC.
Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi di RS EMC Alam Sutera ini, puasa dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit jantung karena membuat seseorang belajar mengontrol apa yang ingin dimakan dan diminum.
"Puasa dapat menurunkan faktor risiko penyakit jantung karena orang yang berpuasa secara rutin akan dapat mengendalikan diri terhadap apa yang ingin dimakan dan diminumnya,” ujar dr. Rony yang berpraktik di RS EMC Alam Sutera.
Salah satu manfaat puasa untuk kesehatan jantung adalah menurunkan kadar kolesterol. Ia menjelaskan, penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat lemak yang menyusup dalam lapisan pembuluh darah.
“Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan Ramadhan,” ungkap dr. Rony.
Selama bulan Ramadhan, kadar kolesterol total menurun dari 193.4±51 mg/dl menjadi 184.3±42 mg/dl setelah Ramadhan. Begitu pula dengan kadar trigliserida menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan juga penurunan LDL.
“Sebaliknya, didapatkan peningkatan lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadhan sebesar 30-40% pada penderita penyakit jantung,” tutur dr. Rony.
Baca juga: Cara Mengatur Waktu Minum Saat Puasa agar Tidak Kekurangan Cairan
Berat badan yang lebih terkendali juga berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.
Ilustrasi jantung. Banyak pasien muda serangan jantung datang dalam kondisi berat karena tak menyadari faktor risikonya.
3. Mencegah tubuh mengalami resistensi insulin
Manfaat puasa lainnya menurut dr. Rony adalah membuat tubuh lebih bijak dalam menggunakan gula, sehingga ini bisa menghindari tubuh mengalami resistensi insulin yang berujung jadi diabetes melitus.
“Jika kondisi metabolisme gula terkontrol dengan baik, maka tubuh akan jauh dari risiko terjadinya penyakit jantung,” ucap dia.
“Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes,” lanjut dr. Rony.
Baca juga: Pentingnya Cek Gula Darah Sebelum Puasa bagi Penderita Diabetes
4. Meningkatkan metabolisme dan proses detoksifikasi
Bertentangan dengan anggapan umum, puasa tidak serta-merta memperlambat metabolisme. Tubuh tetap memperoleh asupan nutrisi saat sahur dan berbuka, sehingga sistem metabolik tetap aktif.
Puasa juga memicu pelepasan hormon seperti adiponektin yang membantu sel tubuh menyerap nutrisi secara lebih efektif.
Selain itu, selama sekitar 12 jam tanpa asupan, organ pencernaan seperti lambung, hati, pankreas, dan usus, mendapatkan waktu istirahat. Fase ini membantu tubuh menjalankan proses detoksifikasi alami dan memperbaiki fungsi organ pencernaan.
5. Menjaga stabilitas gula darah
Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Hermina Novida SpPD K-EMD FINASIM, mengatakan, puasa dapat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah dalam tubuh.
Sebab, puasa membuat tubuh mengatasi resistensi insulin, yaitu kondisi menurunnya kemampuan insulin dalam merangsang penggunaan glukosa dalam tubuh, dilansir dari situs web resmi UNAIR.
Ilustrasi alat cek gula darah yang digunakan untuk memantau kadar glukosa pada penderita diabetes.
Menurut penjelasan dr. Hermina, ada mekanisme khusus dalam tubuh yang membuat puasa mampu membantu meningkatkan stabilitas gula darah.
Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Puasa Ramadhan, Jangan Asal Kurangi Karbohidrat
Ketika tubuh berpuasa sehari penuh, asupan kalori yang masuk akan berkurang. Alhasil, kadar gula darah dalam tubuh turut mengalami penurunan.
“Ketika asupan kalori berkurang, maka tubuh akan membakar simpanan dalam bentuk lemak di hati sehingga menurunkan berat badan. Berat badan merupakan salah satu faktor yang berperan pada tingginya kadar gula darah,” terang dr. Hermina.
Selain itu, puasa juga mampu meningkatkan kadar enzim Adenosine Monophosphate-Activated Protein Kinase (AMPK), selaku salah satu regulator pusat keseimbangan homeostasis metabolik yang berperan dalam mengatur glukosa dan lipid dalam tubuh.
6. Menjaga kesehatan pencernaan dan lambung
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH menjelaskan, puasa dapat membantu menjaga kesehatan lambung jika dijalankan dengan pola yang tepat.
"Ya, jadi puasa Ramadhan ini benar-benar bermanfaat untuk masalah pencernaan kita, khususnya adalah untuk kesehatan lambung kita," ujarnya dikutip dari Instagram @dokterari melalui izin, Rabu (18/2/2026).
Kata dr. Ari, salah satu penyebab utama keluhan sakit lambung adalah pola makan yang tidak teratur.
Ilustari wanita yang mengalami sakit lambung di tengah kesibukan.
Banyak orang melewatkan waktu makan, lalu menggantinya dengan konsumsi berlebihan di waktu lain. Kebiasaan ini dapat memicu gangguan seperti nyeri ulu hati, perut kembung, hingga maag kambuh.
Baca juga: Pola Makan Sehat yang Dianjurkan Kemenkes agar Puasa Tetap Bertenaga
Selama Ramadhan, pola makan menjadi lebih terstruktur karena hanya dilakukan saat sahur dan berbuka.
Jadwal yang konsisten ini membantu lambung beradaptasi dan bekerja lebih stabil. Tubuh pun memiliki waktu istirahat dari proses pencernaan dalam rentang tertentu.
Namun, ia mengingatkan agar saat berbuka tidak langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Makan berlebihan justru bisa memicu produksi asam lambung meningkat.
7. Menyehatkan kulit
Perubahan pola makan selama bulan Ramadhan disinyalir menjadi kunci utama di balik kulit yang tampak lebih sehat dan segar.
Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Fajar Waskito, Sp.KK(k)., M.Kes., menjelaskan bahwa saat berpuasa, seseorang cenderung mengurangi konsumsi makanan praktis, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi.
"Penambahan banyak konsumsi sayur serta buah-buahan yang kaya antioksidan akan berefek sebagai penghambat proses penuaan kulit sehingga kulit lebih halus dan terjaga elastisitasnya," ujar dr. Fajar, dikutip dari situs web resmi UGM.
Menurut dr. Fajar, makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan kadar gula darah. kondisi ini berisiko menyebabkan peradangan pada tubuh, yang salah satu manifestasinya adalah munculnya jerawat.
Baca juga: Rahasia Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa Ramadhan
Dengan menjaga kualitas asupan selama berpuasa, tubuh menjalankan proses detoksifikasi atau penetralan racun dengan lebih sempurna. Hasilnya, kulit tidak hanya lebih sehat, tetapi juga terasa lebih kenyal.
Ilustrasi kulit glowing. Ingin kulit lebih kenyal dan bercahaya? Mulailah dengan rutin memasukkan makanan pendukung produksi kolagen ke dalam menu harian Anda.
Namun, dr. Fajar memberikan catatan khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia).
"Pada lansia, berkurangnya konsumsi karbohidrat dan lemak menjadikan kulit lebih kering sehingga kebutuhan pengolesan pelembap menjadi hal yang mutlak," ucap dia.
8. Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental
Puasa juga berdampak pada stabilitas emosional. Produksi hormon stres seperti kortisol menjadi lebih stabil.
Selain itu, puasa memengaruhi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam suasana hati.
Dengan pikiran yang lebih jernih dan pola makan yang lebih terkontrol, seseorang cenderung lebih mampu mengelola stres dan beradaptasi terhadap perubahan.
Baca juga: Tetap Bugar Saat Puasa, Ini Waktu dan Intensitas Olahraga yang Disarankan Dokter
Tag: #manfaat #puasa #untuk #kesehatan #menurut #para #dokter