Kain Tenun Garut Mempercantik Erin Lim di Grammy Awards 2026
- Erin Lim Rhodes, pembawa acara stasiun televisi E!, menggunakan kain tenun Garut saat meliput Grammy Awards 2026 beberapa waktu lalu.
Wastra Indonesia yang digunakan oleh perempuan berdarah Filipina-Meksiko ini merupakan rancangan desainer Indonesia, Dery Rizkianto, melalui label The Rizkianto yang berbasis di Milan, Italia.
Berdasarkan informasi dalam akun Instagramnya, @therizkianto, Senin (9/2/2026), gaun yang digunakan oleh Rhodes merupakan bagian dari koleksi "Casa" yang terdiri dari 12 tampilan.
Setiap tampilan menawarkan desain gaun yang berbeda-beda. Untuk yang digunakan oleh Rhodes, gaun tanpa tali bahu ini memiliki garis leher model lurus, dengan desain melengkung di samping mengikuti kontur dada.
Baca juga: Aksi Selebritas Kenakan Pin ICE Out di Grammy Awards 2026 dan Maknanya
Berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia, gaun demi-couture corset ini menampilkan motif polkadot berwarna emas yang membalut tubuh Rhodes.
Motif dari benang emas ini merupakan hasil tenun Garut karya pengrajin Hendar Rogesta, berdasarkan informasi dalam akun Instagram @citatenunindonesia.
Hendar berhasil memadukan tenun yang dibuat dengan tangan menggunakan teknik sulam tradisional, dengan teknik penjahitan khas Eropa dan desain monokrom khas Milan dari The Rizkianto.
Tekstil khas Jawa Barat ini menghasilkan pola melingkar yang sangat halus di tangan para pengrajin lokal, sehingga menghasilkan pola melingkar yang halus.
Baca juga: Jenama Fesyen Lokal Bawa Keindahan Tenun Garut di London Fashion Week
Dari tenun Garut ke busana high fashion
Mengutip Antara, koleksi "Casa" dari The Rizkianto pernah dipamerkan di atas panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 pada Oktober tahun lalu.
Erin Lim Rhodes menggunakan tenun Garut karya desainer Indonesia, Dery Rizkianto, melalui label The Rizkianto, saat menghadiri Grammy Awards 2026.
Dery dengan piawai mengemas kembali wastra Indonesia menjadi busana siap pakai yang trendi, agar tetap relevan untuk berbagai acara.
Modernisasi wastra Indonesia dalam "Casa" ini membuktikan bahwa tenun laik bersaing dan mampu unjuk gigi di industri mode internasional.
"Aku benar-benar ingin membuat tenun menjadi lebih serbaguna, tidak monoton harus yang sangat tradisional, yang mungkin orang mikir kayak 'oh tenun cuma bisa dipakai seperti ini, seperti itu'. Tapi aku ingin membawa tenun ke posisi yang lebih global," kata Dery yang juga menjabat sebagai Direktur Kreatif The Rizkianto dalam konferensi pers JFW 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Arumi Bachsin Pakai Busana Tenun yang Didesain Sendiri
Dery mengungkapkan, proses penciptaan koleksi ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan para perajin di Garut. Material utama berupa kain hingga benang tenun, diproduksi secara eksklusif untuk menjaga keaslian karyanya.
Koleksi ini juga menonjolkan penggunaan benang metalik dengan sentuhan warna gold-champagne. Benang tersebut membentuk pola melingkar yang tampak menyatu sempurna, yang mana seluruh pengerjaannya dilakukan secara manual oleh tangan terampil para perajin melalui teknik sulam.
Melalui lini “Casa”, The Rizkianto membawa perubahan besar pada pakem tenun tradisional, salah satunya dengan menyematkan motif polkadot kontemporer yang mendobrak pola konvensional. Inovasi motif ini memberikan kesan modern, mewah, sekaligus menonjolkan sisi feminin yang terinspirasi dari gaya khas era 1950-an.
"Jadi kita custom kain itu sendiri jadi, kita sorting benang itu sendiri one of a kind yang belum pernah diproduksi di Garut. Bisa dibilang mungkin ini satu-satunya kain tenun Garut yang menggunakan benang itu," ujar Dery.
Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2026
Tag: #kain #tenun #garut #mempercantik #erin #grammy #awards #2026