Di Balik Gaya HUNTR/X di Grammy 2026, Rayakan Identitas dan Akar Budaya
Debut HUNTR/X di Grammy Awards 2026 tidak hanya mencatatkan sejarah musikal, tetapi juga menghadirkan pernyataan gaya yang sarat makna.
EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami tampil dengan busana yang merefleksikan identitas, perjalanan keluarga, dan akar budaya mereka.
Di tengah sorotan global Grammy, trio pengisi suara KPop Demon Hunters ini menggunakan fashion sebagai bahasa personal.
Karpet merah berubah menjadi ruang narasi tentang imigrasi, warisan Korea, dan keberanian mengekspresikan diri.
Baca juga: Lady Gaga Tampil Gotik dengan Gaun Bulu Hitam di Grammy Awards 2026
Penampilan yang melampaui fashion
Penampilan HUNTR/X di Grammy Awards 2026 dirancang tidak sekadar untuk tampil mencolok.
Setiap busana dipilih dengan cerita yang melekat kuat pada pengalaman hidup masing-masing personel.
Di Crypto.com Arena, Los Angeles, ketiganya hadir sebagai artis yang sedang berada di titik penting karier mereka, setelah lagu “Golden” memenangkan Grammy untuk Best Song Written for Visual Media.
Kemenangan tersebut menjadi latar emosional yang memperkuat makna di balik pilihan gaya mereka.
Baca juga: Justin dan Hailey Bieber Tampil Kompak di Grammy 2026, Pakai Pin ICE Out
Audrey Nuna dan kisah keluarga imigran
Tangkapan layar akun Instagram Grammy Awards @grammys. EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami menjadikan karpet merah Grammy 2026 sebagai ruang cerita tentang asal-usul dan jati diri.
Audrey Nuna mengenakan busana putih dari Thom Browne yang memiliki arti personal mendalam.
Dalam wawancara di karpet merah yang dikutip dari Elle dan People, Nuna menyebut busana tersebut sebagai simbol perjalanan keluarganya sebagai imigran.
“Saya anak dari orangtua imigran, dan kisah bertahan hidup keluarga kami sangat erat dengan industri manufaktur pakaian,” kata Nuna.
Ia menjelaskan bahwa kakeknya pernah mengerjakan pesanan awal untuk Thom Browne, sehingga siluet tersebut terasa seperti membawa keluarganya ikut melangkah di karpet merah Grammy.
Teen Vogue menyoroti penampilan Nuna sebagai pernyataan politik yang halus, terutama di tengah situasi pekerja imigran di industri mode Amerika Serikat.
Pilihan busana tersebut dinilai menegaskan peran penting imigran dalam membangun fondasi industri fashion global.
Baca juga: Gaya Monokrom Rosé BLACKPINK di Grammy Awards 2026
Rei Ami dan simbol ketahanan budaya Korea
Rei Ami tampil dengan busana putih custom dari label Guvanch, dihiasi detail bunga mugunghwa, bunga nasional Korea. Menurut Ami, mugunghwa melambangkan ketahanan dan daya hidup.
“Saya ingin memasukkan budaya dan warisan saya, sekaligus dunia KPop Demon Hunters, ke dalam apa yang saya kenakan,” ujarnya.
Ia juga menyebut permainan material lembut dan keras sebagai simbol dualitas serta fase transformasi yang sedang ia jalani sebagai seniman.
Busana tersebut tidak hanya mencerminkan identitas budaya, tetapi juga perjalanan personal Ami dalam menerima ekspresi dirinya secara utuh.
Dalam wawancara dengan Teen Vogue, ia menyebut pengalaman ini membantunya menolak untuk “meredupkan” dirinya demi memenuhi ekspektasi.
Baca juga: Sabrina Carpenter Masuk 6 Nominasi Grammy 2026, Intip Gaya Uniknya Saat Konser
EJAE dan identitas hibrida
EJAE memilih gaun custom dari Dior yang dirancang oleh Jonathan Anderson. Ia menyebut desain tersebut sebagai representasi kekuatan dan identitasnya sebagai perempuan Korea-Amerika.
“Ada pengaruh Asia di rambut dan riasan saya, dan itu adalah cerminan siapa saya,” kata EJAE, seperti dikutip dari Elle.
Gaun tersebut menjadi simbol perpaduan dua budaya yang selama ini membentuk perjalanan kariernya.
Sebagai penulis lagu “Golden”, EJAE juga berbicara kepada NPR tentang momen pengakuan yang datang di fase hidup yang lebih matang.
Ia menyebut pengalaman masa lalu sebagai trainee K-pop membantunya lebih siap secara mental menghadapi sorotan saat ini.
Baca juga: Tampil Vulgar Di Grammy 2025, Benarkah Kanye West dan Bianca Censori Diusir?
Fashion sebagai medium cerita
Pengamat mode menilai penampilan HUNTR/X sebagai contoh bagaimana generasi baru artis menggunakan fashion untuk menyampaikan narasi.
Alih-alih seragam atau tampilan yang sepenuhnya terkoordinasi, ketiganya memilih mengekspresikan kisah personal masing-masing.
Pendekatan ini justru memperkuat identitas kolektif HUNTR/X sebagai grup yang merayakan keberagaman pengalaman.
Fashion menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang akar budaya, keberanian berekspresi, dan kebanggaan atas perjalanan hidup.
EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami menghadirkan busana yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara emosional.
Baca juga: Gaya Hollywood Glam Sabrina Carpenter di Grammy Award 2025
Tag: #balik #gaya #huntrx #grammy #2026 #rayakan #identitas #akar #budaya