Perawatan DNA Salmon dengan Dermal Injector, Apa Bedanya dengan Suntik Manual?
Beberapa treatment tersedia di Dermies Max by ERHA dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICA)
22:05
12 Januari 2026

Perawatan DNA Salmon dengan Dermal Injector, Apa Bedanya dengan Suntik Manual?

- Salah satu perawatan yang kini semakin diminati adalah suntik DNA Salmon menggunakan dermal injector. 

Metode ini dinilai mampu memberikan hasil optimal bagi kesehatan dan tampilan kulit, tanpa harus mengorbankan kenyamanan maupun aktivitas sehari-hari.

DNA Salmon dikenal sebagai bahan aktif yang kaya akan polinukleotida, yang berfungsi membantu regenerasi kulit, meningkatkan hidrasi, serta memperbaiki tekstur kulit. 

Inovasi teknik penyuntikan dengan dermal injector pun membuat prosedur ini semakin diminati karena dianggap lebih modern dan praktis dibanding metode suntik manual.

Aesthetic Doctor dari Dermies Max, dr. Kunthi Rahmawati menjelaskan, dermal injector menjadi pilihan utama dalam melakukan injeksi DNA Salmon karena memberikan hasil yang lebih merata dan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien.

“Kami biasanya pakai dermal injector untuk injeksi DNA Salmon. Kegunaan DNA Salmon untuk memperbaiki tekstur, melembapkan, dan bisa mencerahkan wajah,” jelasnya dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).

Fungsi DNA Salmon untuk kesehatan dan kecantikan kulit

Beberapa treatment tersedia di Dermies  Max by ERHA dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICA Beberapa treatment tersedia di Dermies Max by ERHA dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).

Menurut Kunthi, DNA Salmon bekerja dengan membantu proses regenerasi kulit dari dalam. 

Kandungan aktifnya mendukung perbaikan jaringan kulit, sehingga tekstur menjadi lebih halus dan kenyal. 

Selain itu, perawatan ini juga berperan dalam menjaga kelembapan kulit secara lebih optimal.

Manfaat lainnya adalah membantu memberikan tampilan wajah yang lebih cerah. Bukan hanya mencerahkan secara instan, tetapi juga mendukung kesehatan kulit jangka panjang, sehingga kulit terlihat lebih segar dan terawat.

Perawatan ini cocok untuk berbagai kondisi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki masalah tekstur tidak merata, kulit kering, atau tampilan kusam akibat paparan polusi dan gaya hidup urban.

Perbedaan dermal injector dan suntik manual

Beberapa treatment tersedia di Dermies  Max by ERHA dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICA Beberapa treatment tersedia di Dermies Max by ERHA dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).

Salah satu keunggulan utama dari dermal injector terletak pada teknik penyuntikannya. 

Jika metode manual menggunakan jarum suntik secara satu per satu, dermal injector bekerja dengan alat khusus yang memungkinkan distribusi bahan aktif lebih merata dan konsisten.

“Biasanya suntik DNA Salmon manual itu ada totol-totol di wajah pasca injeksi yang hilang beberapa hari. Tapi dengan Dermal injector itu tidak terlalu sakit seperti manual,” ungkap Kunthi.

Rasa nyeri yang muncul umumnya lebih minimal dibanding metode suntik manual, sehingga cocok bagi pasien yang sensitif terhadap rasa sakit atau baru pertama kali mencoba perawatan injeksi.

Tetap mengutamakan kenyamanan pasien

Meski dermal injector dikenal lebih nyaman, prosedur ini tetap mengedepankan standar medis dan kenyamanan pasien. Sebelum tindakan dilakukan, pasien tetap mendapatkan anestesi lokal.

“Meski begitu, pasien tetap dibius lokal agar tetap nyaman selama proses dermal injector DNA Salmon,” lanjutnya.

Penggunaan bius lokal ini bertujuan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman selama proses penyuntikan. 

Dengan demikian, pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih tenang tanpa khawatir akan rasa nyeri berlebih.

Minim bekas dan downtime singkat

Salah satu kekhawatiran utama pasien saat menjalani perawatan injeksi adalah munculnya bekas suntikan pada wajah. 

Dalam metode suntik manual, bekas totol-totol kerap terlihat dan memerlukan waktu beberapa hari untuk menghilang. Namun, dermal injector menawarkan hasil yang lebih rapi secara visual.

“Setelah penyuntikan pun tidak ada bekas totol-totol di wajah, kemungkinan hanya kemerahan di awal dan ada titik kecil bekas suntikan,” terang Kunthi.

Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi masyarakat urban yang ingin tetap tampil rapi dan profesional setelah menjalani perawatan. Kemerahan ringan yang muncul pun bersifat sementara dan masih dalam batas wajar.

“Biasanya dalam satu jam saja sudah hilang kemerahan dan bekas suntikannya. Namun dokter tetap memberikan beberapa anjuran pasca treatment,” tambahnya.

Dengan waktu pemulihan yang relatif singkat, pasien dapat segera kembali beraktivitas tanpa harus mengalokasikan waktu khusus untuk masa recovery yang panjang.

Pentingnya mengikuti anjuran pasca perawatan

Meski downtime tergolong singkat, Kunthi menegaskan, pasien tetap harus mengikuti anjuran pasca perawatan. 

Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan risiko iritasi dapat diminimalkan.

Anjuran tersebut biasanya mencakup perawatan dasar kulit, penggunaan tabir surya, menghindari paparan panas berlebih, serta tidak menyentuh area wajah secara berlebihan dalam beberapa jam setelah tindakan. 

Tak cuma itu, pasien juga dianjurkan untuk tidak makeup dan berolahraga berat selama 3 hari.

Dengan kepatuhan terhadap anjuran ini, hasil perawatan dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal.

 

Tag:  #perawatan #salmon #dengan #dermal #injector #bedanya #dengan #suntik #manual

KOMENTAR