Dirut BEI dan 4 Petinggi OJK Mundur, PDI-P: Pemimpin Harus Berani Tanggung Jawab
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditemani Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus dan Charles Honoris saat ditemui di Gedung Megawati Institute, Jakarta, Sabtu (31/1/2026)()
16:18
31 Januari 2026

Dirut BEI dan 4 Petinggi OJK Mundur, PDI-P: Pemimpin Harus Berani Tanggung Jawab

- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto mengapresiasi keputusan petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mundur di tengah ambruknya indeks harga saham gabungan (IHSG).

“Hari ini, PDI Perjuangan menganggap ini sebagai suatu keteladanan baru. Seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab,” kata Hasto, saat ditemui di kantor Megawati Institute, Sabtu (31/1/2026).

Hasto mengatakan, di tengah kondisi saat ini, sangat penting bagi otoritas moneter, fiskal, hingga sektor riil untuk membahas persoalan yang terjadi agar tidak mengorbankan kepentingan rakyat dan negara.

“Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana otoritas moneter, fiskal, untuk bersama-sama dan sektor riil, agar berbagai persoalan yang terjadi di sektor keuangan, di pasar modal, itu tidak mengganggu sektor riil. Kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus dikedepankan,” kata Hasto.

Baca juga: Pimpinan OJK dan BEI Mundur, Said Abdullah: Bisa Jadi Sinyal Positif untuk Investor

Hasto juga menyinggung soal melemahnya Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang menyentuh rekor terendah dalam sejarah.

Menurut Hasto, seluruh aspek pemerintah harus solid dalam menghadapi gejolak global ini.

“Kuncinya adalah soliditas dari seluruh pemerintahan negara. Dari otoritas keuangan di dalam mengatur disiplin fiskal melalui Menteri Keuangan,” kata Hasto.

Kemudian, Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga otoritasnya di sektor moneter.

Sementara, sektor riil ditangani melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Hasto menegaskan, pemerintah perlu membangun suatu kerja sama untuk membentuk sebuah kepercayaan atau trust.

“Sistem trust building inilah yang harus diwujudkan dan juga memberikan suatu arah bahwa perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang baik,” lanjutnya.

Dalam perjalanan ke depan, pemerintah diharapkan juga dapat memperkuat sektor riil hingga memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Baca juga: IHSG Melemah akibat MSCI, Purbaya Sebut Waktu yang Tepat Beli Saham

“Kemudian, langkah-langkah yang disampaikan oleh pemerintah untuk memperkuat sektor riil, memperbaiki iklim investasi, dan kemudian apa yang direkomendasikan berkaitan dengan yang terjadi di pasar keuangan kita, itu harus secepatnya untuk diatasi,” kata Hasto.

Hasto menegaskan, saat ini sangat penting bagi pemerintah untuk membangun kredibilitasnya.

“Membangun kredibilitas itu yang paling penting. Itu yang disarankan oleh PDI Perjuangan,” tutup dia.

Dirut BEI dan petinggi OJK mundur

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri di tengah gejolak pasar saham Indonesia, Jumat (30/1/2026).

Keputusan tersebut disampaikan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari perdagangan berturut-turut dan memicu penghentian sementara perdagangan saham.

Pengunduran diri Iman Rachman terjadi di tengah tekanan besar di pasar modal yang dipicu kekhawatiran investor global, menyusul peringatan dari penyedia indeks internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia.

Setelah Iman mundur, sebanyak empat petinggi OJK juga menyatakan hal yang sama.

Kompas.com pada Jumat pukul 18.25 WIB, OJK awalnya mengumumkan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

Keputusan Mahendra juga diikuti oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, I. B. Aditya Jayaantara.

Mahendra menjelaskan bahwa keputusannya bersama Inarno dan Aditya mundur merupakan bentuk tanggung jawab moral.

Dia menegaskan, pengunduran diri dari OJK dimaksudkan untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Baca juga: Banggar DPR: Mundurnya Dirut BEI-Pimpinan OJK Tak Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor

Beberapa jam kemudian, awak media kembali dikejutkan dengan pengumuman susulan mengenai pengunduran diri Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Pengumuman tersebut disampaikan OJK sekitar pukul 21.00 WIB.

OJK menegaskan bahwa pengunduran diri Mirza juga telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

IHSG anjlok dan perdagangan sempat dihentikan

Tekanan terhadap IHSG terjadi pada Rabu (28/1/2026) dan berlanjut hingga Kamis (29/1/2026).

Pada perdagangan Rabu, IHSG tercatat merosot lebih dari 8 persen secara intraday, sehingga BEI memberlakukan mekanisme penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit.

Penghentian sementara perdagangan tersebut dilakukan untuk meredam volatilitas ekstrem dan memberi waktu kepada pelaku pasar untuk mencermati kondisi serta informasi yang berkembang.

Baca juga: KPK Temukan Aktivitas Ridwan Kamil Tukar Uang Miliaran Rupiah ke Asing

Setelah perdagangan dibuka kembali, tekanan jual masih berlanjut hingga penutupan perdagangan.

Reuters mencatat, penurunan IHSG dalam dua hari tersebut menjadi salah satu yang terdalam di kawasan Asia pada periode yang sama.

Aksi jual terjadi secara luas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang menjadi penggerak utama indeks.

Tag:  #dirut #petinggi #mundur #pemimpin #harus #berani #tanggung #jawab

KOMENTAR