Memoar 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' Viral di Medsos, Ungkap Pengalaman Child Grooming Aurelie Moeremans
- Aktris Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan publik setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Dalam karya autobiografis tersebut, Aurelie membuka lembaran kelam masa mudanya.
Termasuk, yang mencengangkan adalah ungkapan pengalaman traumatis yang ia sebut sebagai praktik child grooming.
Perbincangan mengenai buku ini semakin meluas setelah potongan pengakuan Aurelie beredar di media sosial pada awal Januari 2026.
Kutipan-kutipan dari memoar itu dengan cepat menyebar dan memicu diskusi publik mengenai relasi tidak sehat yang kerap luput dari perhatian, terutama di industri hiburan.
Seiring viralnya isi memoar tersebut, perhatian publik tertuju pada sosok pria dewasa yang disebut Aurelie telah mendekatinya sejak usia 15 tahun. Banyak warganet mempertanyakan identitas figur yang dalam buku itu disamarkan dengan nama 'Bobby'.
Sebagai informasi, dalam konteks psikologi, child grooming merupakan pola manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kepercayaan anak atau remaja, dengan tujuan mengendalikan, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan seksual.
Proses ini sering berlangsung perlahan dan sulit dikenali oleh korban. Konotasi child grooming juga negatif, sering dikaitkan dengan maksud atau tujuan seksual dibaliknya.
Aurelie menuliskan bahwa relasi manipulatif tersebut bermula ketika ia masih remaja dan baru memulai karier di dunia hiburan. Pertemuan pertamanya dengan Bobby terjadi di lokasi syuting iklan, sebuah ruang kerja yang seharusnya menjadi lingkungan aman bagi pekerja muda.
Pria itu disebut berusia sekitar 29 tahun saat mulai mendekatinya. Perbedaan usia yang cukup jauh menciptakan ketimpangan kuasa yang besar.
Dalam kondisi tersebut, Aurelie mengaku sulit membedakan mana perhatian tulus dan mana bentuk kontrol yang perlahan menjeratnya.
Dalam memoar Broken Strings, Aurelie menggambarkan grooming sebagai proses yang berlangsung sistematis. Bobby ditampilkan sebagai figur yang secara perlahan mengisolasi dirinya dari lingkungan sekitar.
Kontrol terhadap cara berpakaian, pembatasan komunikasi dengan orang lain, hingga penanaman ketergantungan emosional menjadi bagian dari pola tersebut.
Hal-hal yang awalnya tampak seperti perlindungan berubah menjadi tekanan psikologis yang menggerus kebebasan dan jati diri Aurelie.
Ia mengaku baru menyadari kehilangan kendali atas hidupnya setelah dampak psikologis itu semakin berat.
Meski menggunakan nama samaran, sebagian publik mengaitkan sosok Bobby dengan Roby Tremonti. Dugaan ini muncul karena riwayat hubungan masa lalu yang pernah diakui Roby secara terbuka.
Dalam beberapa tayangan televisi pada awal 2025, Roby mengklaim pernah memiliki hubungan serius dengan Aurelie, bahkan menyebut adanya pernikahan. Ia mengatakan pernikahan tersebut terjadi pada Oktober 2011, saat Aurelie berusia 18 tahun.
Roby juga menyebut bahwa pernikahan itu dilakukan secara agama atau siri di Cibinong tanpa restu orang tua Aurelie, dan berakhir sekitar Januari 2013 atau setelah 15 bulan bersama.
Namun demikian, di sisi lain, Aurelie secara konsisten menegaskan bahwa relasi tersebut tidak pernah setara. Dalam memoarnya, ia menyebut hubungan itu dibangun melalui paksaan, manipulasi emosional, dan tekanan psikologis yang membuatnya sulit mengambil keputusan secara mandiri.
Ia mengakui pengalaman tersebut meninggalkan luka mendalam, memengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, serta kemampuannya mengenali batasan dalam relasi.
Aurelie bahkan menuliskan bahwa ia sempat kehilangan identitas diri dan kesulitan membedakan keinginannya sendiri dengan kehendak orang lain yang mengontrol hidupnya.
Tag: #memoar #broken #strings #fragments #stolen #youth #viral #medsos #ungkap #pengalaman #child #grooming #aurelie #moeremans