Berapa Lama Waktu yang Ideal untuk Move On Setelah Putus?
- Move on atau bangkit setelah putus cinta, dapat membuat seseorang tidak berlarut-larut dalam kesedihan, serta membantu mereka kembali menjalani hidup tanpa beban emosional.
Alhasil, banyak yang berlomba-lomba ingin lekas move on. Namun, berapa lama waktu yang ideal bagi seseorang untuk move on setelah putus?
“Berapa lama waktu yang diperlukan? Sebetulnya enggak ada batasannya,” kata pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi., Psikolog, dalam sesi Kelas Kehidupan Cup of Stories bertajuk “Menentukan Langkah Setelah Mengalami Kegagalan Berhubungan” via Zoom, Kamis (8/1/2026).
Melangkah maju setelah putus
Melangkah maju setelah putus sama seperti melangkah maju dalam dunia nyata. Kamu tidak bisa langsung sampai ke tempat tujuan hanya dalam satu langkah.
Dalam suatu hubungan, melangkah maju tidak serta-merta seluruh perasaan dan kenanganmu akan mantan pasangan dan hubungan yang baru kandas, langsung hilang.
“Kita enggak mungkin tiba-tiba langsung benar-benar ‘berpindah’. Tapi, kita belajar untuk melangkah maju sambil membawa rasa sakit, dan pengalaman-pengalaman masa lalu, ke masa depan,” ucap Fitri.
Melangkah maju setelah putus bukanlah sebuah perlombaan. Kamu tidak perlu terburu-buru untuk merasa “sembuh”, atau memaksa diri, agar segera merasa baik-baik saja.
Mempercepat waktu untuk melangkah maju
Melangkah maju setelah hubungan yang gagal memang tidak bisa instan. Tidak ada pula waktu tenggat yang harus dikhawatirkan.
Namun, bukan berarti prosesnya tidak bisa dipercepat. Fitri mengatakan bahwa kamu bisa mempercepat waktu untuk melanjutkan hidup pascaputus dengan melakukan beberapa hal.
Menceritakan kisah dengan tidak bijak
Pertama adalah menceritakan hubunganmu yang telah kandas dengan tidak bijak. Bercerita memang diperlukan untuk membantu melepas emosi, tetapi lakukan sewajarnya.
Kamu tidak perlu bercerita kepada banyak orang secara terus-menerus, alias selalu mengulangi cerita itu, karena beberapa orang hanya ingin tahu, bukan membantu mengurangi beban emosionalmu.
Selain itu, selalu menceritakan kenangan pahit juga bisa memicu emosi negatif setelah putus.
“Pengulangan ini, membicarakan lagi tentang permasalahan kita, mengingat-ingat lagi, itu akan semakin kuat memorinya, perasaannya, dan itu yang membuat kita jadi semakin berat (melangkah maju),” jelas Fitri.
Jika ingin bercerita, sebaiknya lakukanlah ke tenaga profesional yang bisa membantu mengurai emosi negatif itu dan memberi solusi.
Bijak mengelola proses penyembuhan
Selanjutnya adalah lebih bijak dalam mengelola proses penyembuhan, yaitu dengan menghindari hal-hal yang dapat memicu ingatan dan emosi negatif. Kamu perlu mengetahui apa saja yang bisa memicu emosi negatif.
Jika kamu merasakannya setiap kali melihat media sosialnya, sebaiknya hindari. Begitu pula dengan foto-foto saat masih bersama mantan pasangan, mendengar lagu yang sering didengar bersama, atau tempat yang sering dikunjungi saat masih pacaran.
“Semua pemicu itu harus diidentifikasi, dan perlu untuk sementara waktu dihindari sampai kita benar-benar siap. Bukan berarti kita harus menghindari itu seumur hidup juga,” kata Fitri.
Sebab, jika seseorang terus menghadapi pemicunya, kegagalan dalam berhubungan malah bisa menimbulkan trauma.
“Dan kedua, kita malah jadi sabotase diri atau menelantarkan diri. Sudah tahu ada yang bisa membuat kita enggak nyaman, membuat kita punya emosi negatif yang enggak enak banget, tapi kita terus hampiri. Itu namanya enggak menghargai diri sendiri,” jelas Fitri.
“Untuk melangkah maju, kita enggak perlu terburu-buru untuk menyelesaikan itu semua. Kita perlu untuk lebih bijaksana dalam menghindari pemicu-pemicu ini, dan mengurangi untuk memperkuat memori dan perasaan itu sendiri,” sambung dia.
Dengan kata lain, melangkah maju setelah mengalami hubungan yang gagal adalah proses bertahap yang membutuhkan kesabaran.
Rasa sakit, memori, dan pengalaman masa lalu akan tetap ada, tetapi tidak lagi mengendalikan kehidupan seseorang.
Melangkah maju bukan tentang melupakan, melainkan tentang tetap hidup dan bertumbuh, sambil membawa pengalaman masa lalu dengan cara yang lebih sehat.
Tag: #berapa #lama #waktu #yang #ideal #untuk #move #setelah #putus