Cinta dan Keamanan Finansial, Seberapa Besar Pengaruhnya dalam Hubungan?
– Film Materialists menyoroti sisi lain relasi romantis yang kerap luput dibicarakan, yakni soal rasa aman secara finansial.
Tokoh Lucy digambarkan pernah menjalin hubungan dengan John, pria yang ia cintai, namun tidak mampu memberikan stabilitas finansial.
Keputusan Lucy mengakhiri hubungan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat latar belakang keluarganya yang tidak berasal dari kondisi ekonomi cukup, sehingga ia tak ingin lagi hidup dengan masalah finansial.
Pengalaman hidup itu membuat Lucy memandang rasa aman sebagai kebutuhan mendasar dalam hubungan. Namun, benarkah cinta tanpa rasa aman secara finansial memang berpotensi memicu konflik jangka panjang?
Cinta Saja Tidak Selalu Cukup
Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog menjelaskan, cinta memang penting, tetapi tidak selalu cukup untuk menopang hubungan dalam jangka panjang.
“Cinta tanpa rasa aman secara finansial sangat berpotensi untuk memicu konflik jangka panjang,” jelas Winona saat diwawancarai Kompas.com, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi kerap menjadi salah satu pemicu konflik yang berlarut-larut dalam hubungan, bahkan berujung perpisahan.
“Kalau dilihat di beberapa penelitian, memang kondisi ekonomi itu bisa jadi salah satu hal yang menyebabkan konflik panjang dan memicu perpisahan. Sebab, tidak merasa aman dari sisi finansial, itu bisa merembet ke lainnya,” ujarnya.
Ketidakamanan finansial tidak berhenti pada soal uang semata, tetapi berdampak pada aspek psikologis pasangan.
Hal ini memicu rasa cemas akan kehidupan besok, defensif, dan pola komunikasi yang tidak sehat dengan pasangan.
Dalam kondisi seperti ini, konflik kecil pun bisa membesar karena masing-masing pihak berada dalam keadaan tertekan.
Makna rasa aman secara finansial bukan berarti kaya raya
Winona menegaskan, rasa aman secara finansial tidak identik dengan kekayaan atau penghasilan besar.
“Rasa aman secara finansial itu bukan hanya keberlimpahan harta, tapi juga transparansi, rasa tanggung jawab, kerjasama antar pasangan dalam mewujudkan rasa aman secara finansial,” jelasnya.
Justru, hal dibutuhkan dalam hubungan adalah kejelasan, keterbukaan, dan kemauan untuk bekerja sama menghadapi realitas hidup. Tanpa hal tersebut, cinta dapat berubah menjadi sumber ketegangan emosional.
Rasa tidak aman yang terus berulang memicu konflik serius
Pandangan Winona sejalan dengan Psikolog Klinis Ayu Mas Yoca Hapsari, M.Psi., Psikolog. Ayu menilai, konflik dalam hubungan jangka panjang sering kali berakar dari kondisi tidak aman yang dialami secara berulang.
“Konflik dalam relasi jangka panjang itu bukan hanya kurangnya rasa cinta, tapi bisa jadi karena terlalu sering berada di kondisi yang tidak aman,” kata dia saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (7/1/2026).
Ayu menjelaskan, finansial merupakan salah satu sumber utama dari rasa aman tersebut. Ketika aspek ini goyah, keseimbangan relasi ikut terganggu.
“Finansial memang jadi salah satu sumber dari rasa aman. Kalau secara finansial tidak stabil, maka akan memicu kecemasan, ketegangan peran, hingga ketimpangan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Ketegangan peran ini bisa muncul ketika salah satu pihak merasa memikul beban lebih besar, baik secara ekonomi maupun emosional, sehingga memicu konflik tersembunyi dalam hubungan.
Aman finansial bukan satu-satunya faktor
Meski demikian, psikolog yang berpraktik di Bali ini menekankan, rasa aman dalam hubungan tidak hanya berasal dari finansial. Ada faktor lain yang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan relasi.
“Rasa aman itu enggak selalu soal finansial, masih ada faktor lainnya. Tapi aman secara finansial juga meliputi banyak hal, seperti keterbukaan, kolaborasi, dan tujuan yang jelas untuk jangka panjang,” jelasnya.
Rasa aman finansial bukan hanya soal uang, melainkan juga tentang kesepakatan bersama dan visi hidup yang sejalan.
Kisah Lucy dalam film Materialists menunjukkan bagaimana pengalaman hidup dan latar belakang ekonomi dapat membentuk cara seseorang memandang hubungan.
Baik Winona maupun Ayu sepakat bahwa cinta tanpa rasa aman, khususnya secara finansial, memiliki potensi besar memicu konflik jangka panjang.
Bukan karena cinta itu salah, melainkan karena manusia membutuhkan stabilitas untuk merasa tenang dan mampu membangun relasi yang sehat.
Melalui film Materialists, publik diajak untuk memahami bahwa membicarakan finansial dalam hubungan bukanlah tanda materialistis, melainkan bagian dari upaya menciptakan hubungan yang lebih aman, setara, dan berkelanjutan.
Tag: #cinta #keamanan #finansial #seberapa #besar #pengaruhnya #dalam #hubungan