Usia Pubertas Normal pada Anak dan Kapan Perlu Diwaspadai
Pubertas merupakan fase alami dalam tumbuh kembang anak, tetapi waktu kemunculannya memiliki batas usia yang perlu dipahami orangtua agar tidak terlambat mengenali gangguan pubertas.
Ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa pubertas normal terjadi dalam rentang usia tertentu yang berbeda antara anak perempuan dan laki-laki.
Usia pubertas normal pada anak perempuan
Menurut Prof. Aman Pulungan, pubertas pada anak perempuan umumnya dimulai pada usia 8 hingga 13 tahun dengan tanda awal berupa pembesaran payudara.
“Kalau pubertas pada anak perempuan terjadi sebelum usia 8 tahun, maka itu sudah masuk kategori pubertas dini,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa proses pubertas pada anak perempuan berlangsung bertahap dan tidak selalu langsung diikuti dengan menstruasi.
Menstruasi biasanya muncul beberapa tahun setelah tanda awal pubertas, seiring dengan perkembangan hormon dan organ reproduksi.
Usia pubertas normal pada anak laki-laki
Sementara itu, pubertas pada anak laki-laki umumnya dimulai pada usia 9 hingga 14 tahun dengan tanda awal berupa pembesaran testis.
“Pada anak laki-laki, pubertas disebut dini bila terjadi sebelum usia 9 tahun,” kata Prof. Aman Pulungan.
Guru Besar UI tersebut menegaskan bahwa perubahan pada anak laki-laki sering kali kurang disadari karena tidak selalu tampak dari luar.
Akibatnya, pubertas dini pada anak laki-laki kerap terdeteksi lebih lambat dibandingkan pada anak perempuan.
Ilustrasi : Anak-anak remaja saat jajan di outlet depan Balai Kota Solo, Jumat (12/12/2025).
Batas usia kritis yang perlu diwaspadai
Prof. Aman Pulungan menekankan bahwa usia kemunculan pubertas sangat menentukan apakah kondisi tersebut masih termasuk variasi normal atau sudah mengarah ke gangguan medis.
“Kalau pada anak perempuan pubertas terjadi di bawah usia 6 tahun, kemungkinan besar itu sesuatu yang patologis dan harus dicurigai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pubertas dini pada anak laki-laki lebih sering berkaitan dengan kondisi patologi dibandingkan variasi normal.
“Pada anak laki-laki, pubertas dini sering sekali itu patologi,” katanya.
Mengapa penilaian usia sangat penting
Menurut dokter yang berpraktik di Klinik Anak AP&AP Jakarta dan RSPI Pondok Indah itu, penilaian usia pubertas tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan satu tanda fisik.
“Tergantung umur dan bagaimana pola tahapan pubertas yang terjadi, sehingga ini harus ditentukan oleh dokter endokrin anak,” ujarnya.
Penilaian yang tepat membantu menentukan apakah anak memerlukan observasi lanjutan atau sudah membutuhkan pemeriksaan medis lebih mendalam.
Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa anak dengan pubertas dini perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mencari penyebab yang mendasari.
“Pemeriksaannya meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan umur tulang, serta MRI atau USG bila diperlukan,” katanya.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tumor atau gangguan hormon tertentu.
Ia menekankan bahwa peran orangtua sangat penting dalam mengamati perubahan fisik anak sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.
“Kalau ada perubahan fisik yang muncul terlalu cepat dibandingkan usia anak, sebaiknya segera dikonsultasikan,” ujarnya.
Dengan memahami usia pubertas normal dan batas kapan pubertas disebut dini, orangtua diharapkan tidak mengabaikan tanda awal yang bisa berdampak pada kesehatan anak di masa depan.
Tag: #usia #pubertas #normal #pada #anak #kapan #perlu #diwaspadai