Ini Waktu Favorit Orang Indonesia Belanja Baju Lebaran
- Hari Lebaran tanpa baju baru bagi sebagian besar masyarakat Indonesia tidaklah lengkap. Demi mempersiapkan diri, tak sedikit orang yang mulai berbelanja baju Lebaran lebih awal. Namun, pola berbelanja busana Lebaran ini tidak terpusat hanya pada satu waktu tertentu.
Sejumlah pedagang di Thamrin City, Jakarta Pusat, menyebutkan bahwa pembelian baju Lebaran terbagi dalam beberapa fase, mulai dari jauh sebelum Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Belanja sejak sebelum puasa, hindari ribet
Salah satu pedagang, Yeti, mengatakan sebagian pembeli sudah mulai berburu baju Lebaran sejak bulan Desember lalu. Momen libur akhir tahun tersebut dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan Lebaran.
“Desember kemarin orang liburan sekalian beli persiapan Lebaran juga. Kalau sekarang malah agak sepi lagi karena belum puasa, momennya belum ada,” ujar Yeti kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Selasa (6/1/2026).
Hal senada disampaikan beberapa pedagang lain, yang menilai belanja lebih awal dilakukan agar pembeli tidak perlu berdesakan saat Ramadan atau mendekati Lebaran.
Seorang pedagang wanita yang enggan disebutkan namanya mengatakan, membeli baju Lebaran sebelum puasa menjadi pilihan agar tidak kelelahan saat Ramadan.
“Biasanya sebelum puasa sudah sediain baju Lebaran. Jadi pas puasa tinggal di rumah, takutnya capek atau penuh,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Ramai jelang puasa hingga pertengahan Ramadan
Gamis rompi lepas sudah mulai menjadi perbincangan di kalangan pedagang dan pembeli menjelang Lebaran 2026 di Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Meski ada pembeli yang berbelanja lebih awal, sebagian pedagang menilai puncak keramaian tetap terjadi mendekati Ramadan. Salah satu pedagang busana Muslim, Fitri, menyebutkan, lonjakan pembelian biasanya mulai terasa dua hingga tiga minggu sebelum puasa.
“Biasanya sekitar dua, tiga minggu mau puasa itu sudah mulai ramai. Pertengahan puasa juga ramai,” kata Fitri.
Menurutnya, pembeli cenderung ingin memastikan kebutuhan Lebaran sudah terpenuhi sebelum memasuki Ramadan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah puasa.
Hal serupa disampaikan pedagang lain yang menyebutkan bahwa sebagian konsumen baru benar-benar serius berbelanja ketika suasana Ramadan sudah terasa.
Kondisi pasar memengaruhi tren belanja
Namun, tidak semua pedagang merasakan lonjakan yang sama. Leli menilai kondisi pasar tahun ini belum sepenuhnya pulih, sehingga pola belanja Lebaran juga ikut terpengaruh.
“Harusnya sekarang sudah ramai karena bulan depan udah puasa. Biasanya tiga bulan sebelum puasa sudah ramai, tapi sekarang trennya agak redup. Barang lama saja banyak yang belum keluar,” ujar Leli.
Menurut Leli, kondisi ekonomi membuat sebagian konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk busana Lebaran.
Pedagang busana muslim lainnya, Yadi, juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebutkan, tidak semua toko langsung merasakan peningkatan penjualan karena produksi dari konveksi dan garmen juga masih terbatas.
“Kalau di sini belum terlalu kelihatan trennya. Mungkin di Tanah Abang sudah mulai ramai. Di beberapa toko memang ada, tapi belum merata,” kata Yadi.
Harga naik mendekati Lebaran
Detail brokat pada rompi lepas, busana Lebaran yang viral menjelang bulan puasa 2026.
Selain faktor kenyamanan, harga juga menjadi alasan sebagian pembeli memilih berbelanja lebih awal.
Sejumlah pedagang menyebutkan, harga baju Lebaran cenderung meningkat ketika memasuki Ramadan hingga mendekati Idul Fitri.
Salah satunya Rima yang mengatakan bahwa banyak pembeli yang kini sadar bahwa makin dekat hari Lebaran, harga busana biasanya ikut naik.
“Kalau makin dekat Lebaran, harganya bisa naik. Makanya ada juga yang beli lebih awal,” ujar Rima.
Banyak yang belanja lebih awal
Pola belanja ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih mempertimbangkan kenyamanan, waktu, dan kondisi pasar.
Tidak sedikit pembeli yang memilih berbelanja sebelum Ramadan agar tidak perlu berdesakan atau terburu-buru menjelang Lebaran.
Meski demikian, pedagang menilai belanja baju Lebaran tetap akan berlangsung hingga mendekati Hari Raya. Hanya saja, waktunya kini lebih menyebar dan tidak lagi terpusat pada satu periode tertentu.
“Sekarang pembelinya beda-beda waktunya. Ada yang dari jauh hari, ada juga yang nanti pas sudah puasa,” ujar Fitri.
Dengan pola tersebut, belanja busana Lebaran kini tidak lagi sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi strategi konsumen dalam menyesuaikan waktu, kebutuhan, dan kondisi pasar.
Tag: #waktu #favorit #orang #indonesia #belanja #baju #lebaran