Apa Itu Karmic Relationship? Hubungan yang Memberi Pelajaran Hidup
Ilustrasi pasangan yang berpisah.(Dok. Freepik/jcomp)
20:10
5 Januari 2026

Apa Itu Karmic Relationship? Hubungan yang Memberi Pelajaran Hidup

- Pernahkah kamu bertemu seseorang dan merasa langsung terhubung secara emosional, seolah sudah mengenalnya sejak lama? Hubungan itu terasa begitu intens, penuh gairah, dan sulit dijelaskan dengan logika. 

Seiring waktu, konflik mulai muncul berulang kali, emosi terasa menguras tenaga, dan hubungan pun berjalan seperti siklus tanpa akhir.

Fenomena inilah sering disebut sebagai karmic relationship atau hubungan karmis oleh komunitas spiritual dan psikologi.

Meski terdengar romantis dan layaknya takdir, hubungan jenis ini justru kerap menjadi sumber luka emosional jika tidak dipahami dengan baik.

Apa itu karmic relationship?

Dilansir dari Vogue, Senin (5/1/2026), istilah karmic relationship memang tidak dikenal secara resmi dalam psikologi klinis. 

Namun, konsep ini memiliki akar kuat dalam ajaran spiritual Timur, khususnya Hindu dan Buddha, yang mempercayai hukum karma bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, baik di kehidupan sekarang maupun berikutnya.

Astrolog dan life coach Priscila Lima de Charbonnières menjelaskan, karmic relationship sering dipahami sebagai pertemuan dua individu yang memiliki urusan emosional yang belum selesai. 

“Untuk setiap tindakan, kita menarik reaksi yang sepadan, baik positif maupun negatif. Hubungan karmis lahir dari hukum tarik-menarik energi tersebut,” ujarnya.

Dalam pengertian yang lebih modern, karmic relationship digambarkan sebagai hubungan yang terasa sangat kuat di awal, namun kemudian dipenuhi konflik, kebingungan, dan emosi yang naik turun secara ekstrem.

Hubungan yang datang untuk memberi pelajaran hidup

Meski sering terasa menyakitkan, banyak ahli sepakat bahwa hubungan karmis bukan hadir tanpa tujuan. Tarot reader Angie Banicki menyebut hubungan ini sebagai sarana pembelajaran hidup. 

“Orang yang kamu tarik ke dalam hidupmu hadir untuk membantu menyelesaikan pelajaran tertentu di fase hidup ini,” ucap Banicki.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh psikoterapis Steven Floyd. Ia menilai, ketertarikan kuat dalam hubungan sering berakar pada luka emosional lama yang belum sembuh. 

“Pengalaman keterikatan di masa kecil sangat memengaruhi relasi dewasa. Masa lalu tetap hidup dalam hubungan kita saat ini,” ujarnya.

Karmic relationship sering kali memunculkan pola emosional lama,seperti ketakutan ditinggalkan, kebutuhan akan validasi, atau kesulitan menetapkan batasan,agar disadari dan disembuhkan.

Mengapa terasa sangat intens?

Salah satu ciri utama karmic relationship adalah intensitas emosional yang tinggi. Menurut Christina Lopes, spiritual life coach, banyak orang keliru menyamakan drama emosional dengan cinta sejati. 

“Hubungan yang penuh gejolak sering dianggap cinta besar, padahal justru itulah tanda hubungan karmis. Dan sejujurnya, hubungan seperti ini tidak ideal untuk dipertahankan terlalu lama,” tutur dia.

Hubungan ini kerap ditandai dengan tarik-ulur emosional, putus-nyambung, serta rasa sulit melepaskan meski sudah menyadari dampaknya tidak sehat.

Perlukah dipertahankan?

Banyak orang terjebak dalam karmic relationship karena percaya hubungan tersebut sudah ditakdirkan. 

Padahal, Terapis pernikahan dan keluarga, Dr. Candice Cooper-Lovett menekankan, memahami pelajaran tidak selalu berarti harus bertahan.

“Kunci dari hubungan karmis adalah kesadaran,” kata Cooper-Lovett. 

Ketika pelajaran sudah dipahami, entah tentang batasan diri, cinta pada diri sendiri, atau penyembuhan trauma, hubungan tersebut sering kali selesai dengan sendirinya.

Karmic relationship bukan tentang siapa yang akan bersama selamanya, melainkan tentang siapa yang membantu kita tumbuh. 

Mengenali polanya sejak dini dapat membantu seseorang memilih apakah hubungan tersebut layak diperjuangkan atau justru perlu dilepaskan demi kesehatan emosional jangka panjang.

 

Tag:  #karmic #relationship #hubungan #yang #memberi #pelajaran #hidup

KOMENTAR