Kembali Kerja Setelah Liburan? Ini Tips Psikolog agar Tidak Stres
Ilustrasi bekerja. Psikolog membagikan langkah sederhana untuk mengatasi post-vacation blues agar transisi kembali bekerja tetap ringan dan tidak menguras energi.(Unsplash/Resume Genius)
17:05
4 Januari 2026

Kembali Kerja Setelah Liburan? Ini Tips Psikolog agar Tidak Stres

Rasa cemas, malas, hingga hampa setelah liburan bukan sekadar perasaan manja, karena kondisi yang dikenal sebagai post-vacation blues ini bisa membuat hari-hari pertama kembali bekerja terasa berat dan menguras energi.

Psikolog menyebut, perubahan drastis dari rutinitas santai saat libur ke tuntutan pekerjaan memicu reaksi emosional yang nyata, bahkan pada orang yang menyukai pekerjaannya.

Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara dan dapat diatasi dengan strategi sederhana agar transisi kembali bekerja tidak merusak efek positif liburan.

Mengapa perasaan berat muncul setelah liburan?

Psikolog Monica Johnson, PsyD, pemilik Kind Mind Psychology di New York City, menjelaskan bahwa liburan sering kali terasa seperti “puncak kebahagiaan” yang kontras dengan kehidupan sehari-hari.

“Liburan bagi kebanyakan orang adalah pengalaman baru yang menyenangkan, sehingga kembali ke rutinitas yang monoton bisa terasa janggal,” ujar Johnson kepada Self Magazine.

Situasi ini diperparah oleh kenyataan bahwa banyak orang menggantungkan seluruh harapan untuk beristirahat dan bahagia hanya pada satu momen liburan.

 

Tips mulai bekerja setelah liburan

  • Rapikan rumah sebelum berangkat liburan

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi beban emosional saat kembali bekerja adalah menyiapkan rumah sebelum liburan berakhir.

Psikoterapis berlisensi Michael Ceely, LMFT, menyarankan agar rumah ditinggalkan dalam kondisi rapi sebelum bepergian.

“Banyak orang langsung kehilangan mood saat pulang dan melihat tumpukan cucian atau dapur berantakan,” kata Ceely.

Membersihkan rumah, mengganti sprei, atau mengosongkan kulkas sebelum pergi dapat membuat momen pulang terasa lebih nyaman dan menenangkan.

  • Sisakan satu hari untuk transisi

Ilustrasi bekerja. Psikolog membagikan langkah sederhana untuk mengatasi post-vacation blues agar transisi kembali bekerja tetap ringan dan tidak menguras energi.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi bekerja. Psikolog membagikan langkah sederhana untuk mengatasi post-vacation blues agar transisi kembali bekerja tetap ringan dan tidak menguras energi.

Jika memungkinkan, beri diri sendiri waktu jeda satu hari sebelum kembali bekerja.

Ceely menyarankan agar jadwal pulang tidak terlalu mepet dengan hari pertama kerja.

Hari transisi ini sebaiknya digunakan untuk beristirahat, membongkar koper, dan menenangkan diri, bukan untuk mengisi agenda dengan urusan lain.

Memberi ruang bernapas setelah liburan dapat membantu tubuh dan pikiran menyesuaikan diri secara perlahan.

  • Hadirkan “nuansa liburan” di rumah

Kembali bekerja tidak harus berarti semua kesenangan liburan berakhir.

Para ahli menyarankan untuk tetap menghadirkan hal-hal kecil yang menyenangkan dalam rutinitas harian.

“Orang sering berpikir harus pergi jauh untuk bisa beristirahat, padahal potongan kecil dari suasana liburan bisa diciptakan di rumah,” ujar Ceely.

Hal ini bisa berupa makan malam di tempat favorit, mencoba menu baru, atau merencanakan kegiatan ringan yang dinantikan di minggu pertama kerja.

  • Dengarkan sinyal dari perasaan tidak nyaman

Meski tidak menyenangkan, post-vacation blues bisa menjadi sinyal bahwa ada hal yang perlu dievaluasi dalam keseharian.

Johnson menilai perasaan berat setelah liburan bisa menunjukkan kebutuhan yang belum terpenuhi, baik dalam pekerjaan maupun gaya hidup.

“Liburan sering dijadikan pelarian dari rutinitas yang tidak memuaskan, padahal satu perjalanan tidak bisa menyelesaikan semuanya,” katanya.

Refleksi sederhana tentang apa yang membuat liburan terasa begitu menyenangkan bisa menjadi awal perubahan kecil yang lebih berkelanjutan.

Kapan perlu mencari bantuan profesional?

Jika perasaan sedih atau kehilangan semangat berlangsung lebih dari satu hingga dua minggu, disertai gangguan tidur atau emosi yang tidak stabil, Ceely menyarankan untuk berkonsultasi dengan profesional.

“Jika kondisi ini bertahan lama, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental yang perlu ditangani,” ujarnya.

Pendampingan dari psikolog atau dokter dapat membantu seseorang membangun rutinitas hidup yang lebih sehat, tanpa harus terus-menerus menunggu liburan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.

Tag:  #kembali #kerja #setelah #liburan #tips #psikolog #agar #tidak #stres

KOMENTAR