Ferry Irwandi Pamit dengan Transparansi Laporan Donasi Rp10 Miliar Aceh-Sumatra
Aksi bantu korban bencana Aceh-Sumatra yang dipelopori oleh kreator konten, Ferry Irwandi dilaporkan telah usai.
Setelah berminggu-minggu terjun langsung ke lapangan, Ferry mengumumkan bahwa seluruh dana yang terhimpun melalui kampanye kemanusiaan di platform Kitabisa.com telah sepenuhnya teralokasi untuk para korban bencana di wilayah Aceh dan berbagai titik di Sumatra.
Aksi penggalangan dana yang berhasil mengumpulkan angka fantastis sebesar Rp10,3 miliar ini menjadi bukti kuat besarnya kekuatan komunitas digital di Indonesia dalam merespons keadaan darurat.
Ferry, yang dikenal dengan aksinya dalam mengawal berbagai isu sosial, memastikan bahwa setiap rupiah yang didonasikan oleh masyarakat tersalurkan dalam bentuk bantuan yang diharapkan tepat sasaran, mulai dari kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga upaya pemulihan infrastruktur dasar.
Melalui unggahan terbarunya di media sosial, Ferry menyampaikan pesan emosional sekaligus laporan pertanggungjawaban singkat kepada jutaan donatur yang telah memercayakan dukungannya.
Ia juga menegaskan, semua laporan dan pennyaluran bantuan diungkap secara transparan melalui KitaBisa, email, dan media sosial.
"Teman-teman saya informasikan dana 10,3 Miliar hasil campaign kita bersama @kitabisacom sudah teralokasikan semua, untuk itu saya mohon pamit undur diri, pamit pulang, dan semoga Sumatra lekas pulih seperti sedia kala"
Meski secara fisik telah meninggalkan lokasi bencana, Ferry Irwandi menegaskan bahwa tanggung jawab moral dan administratifnya belum sepenuhnya selesai. Ia sadar bahwa kepercayaan publik yang begitu besar harus dibayar dengan transparansi yang mutlak.
Ferry pada unggahan sebelumnya juga mengucapkan terima kasih pada timnya, Wagub Sumatera Barat, Kapolda Sumbar, Asar Humanity, para relawan, Warga Jaga Bumi, dan banyak lagi.
Sebelumnya, pada Rabu (24/12/2025) lalu, Ferry secara resmi memulai penyaluran bantuan logistik darurat dengan dukungan armada udara dari maskapai milik Susi Pudjiastuti, Susi Air.
Dalam pergerakannya, Ferry secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry mengungkapkan rasa syukur atas dukungan moral dan teknis yang diberikan oleh Susi Pudjiastuti.
“Di sini gua terima kasih banget Ibu Susi,” ujarnya sebagaimana dikutip dari unggahan @irwandiferry.
Ucapan ini terlontar setelah Susi memberikan kebijakan khusus berupa ‘harga spesial’ untuk penggunaan unit pesawat Cessna Grand Caravan yang digunakan dalam misi kemanusiaan tersebut.
Misi ini berfokus pada pengiriman kebutuhan krusial yang sulit dijangkau melalui jalur darat akibat akses yang terputus. Bantuan yang dikirimkan meliputi logistik pangan, perangkat panel surya (solar panel) untuk pemulihan energi, hingga peralatan medis darurat.
Satu hal yang menarik perhatian adalah transparansi Ferry terkait pendanaan operasional penerbangan ini.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya penyewaan pesawat tidak memotong sepeser pun dana donasi publik yang terkumpul melalui laman Kitabisa.com.
“Soal pembiayaan, ini ditanggung gua pribadi dan kasnya Malaka,” tegas Ferry. Dengan kebijakan ini, seluruh uang donasi dari masyarakat dapat disalurkan secara utuh 100 persen dalam bentuk barang bantuan bagi para korban.
Angkut Kopi Gayo dan Hasil Bumi Aceh
Selain misi kemanusiaan, penerbangan Susi Air ini juga dimanfaatkan untuk menjaga denyut ekonomi petani lokal di daerah terdampak.
Pesawat Cessna 208B Grand Caravan tersebut difungsikan untuk membawa hasil komoditas unggulan dari Aceh menuju pasar Jakarta.
Setibanya di Bandara Kualanamu, armada langsung bertolak menuju Rembele guna mengangkut Kopi Gayo hasil panen rakyat.
“Kita angkut 1 ton hari ini ke Jakarta, besok kita akan angkut lagi 10 ton ke Jakarta,” jelas Ferry dalam video berdurasi singkat tersebut. Tak hanya kopi, pesawat ini juga diproyeksikan untuk membawa hasil pertanian lain seperti cabai dan bawang merah agar rantai distribusi tidak lumpuh.
Pemilihan unit Cessna 208B Grand Caravan oleh Susi Air bukanlah tanpa alasan. Pesawat bermesin turbin ini telah lama dikenal sebagai "pekerja keras" di wilayah perintis Indonesia karena kemampuannya mendarat di landasan pendek dan terpencil.
Meski sempat menuai sorot bahkan ada TNI yang melaporkan Ferry. Ia justru menegaskan bahwa pemulihan di lokasi bencana tidak bisa lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI, aparat Polisi, BNPB, basarnas dan lain sebagainya. Mari bersama menolong korban bencana tanpa pamrih, demi kemanusiaan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Tag: #ferry #irwandi #pamit #dengan #transparansi #laporan #donasi #rp10 #miliar #aceh #sumatra