Kotak Hitam Pesawat Azerbaijan Airlines Dikirim ke Brasil, Ahli Internasional Ikut Investigasi
Keputusan itu berdasarkan pertimbangan rekomendasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan konsultasi dengan otoritas penerbangan Azerbaijan dan Rusia.
"Komisi investigasi telah terbang ke Brasil," kata Kementerian Transportasi Kazakhstan dalam pernyataannya, Senin (30/12/2024).
“Kotak hitam akan dikirimkan ke Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan Brasil (CENIPA),” tambah pernyataan itu.
CENIPA memiliki kemampuan teknis, peralatan, dan laboratorium bersertifikat yang diperlukan untuk membacanya.
Menurut Kementerian Pengembangan Digital dan Transportasi Azerbaijan, para ahli Azerbaijan akan berpartisipasi dalam membaca kotak hitam di Brasil.
"Langkah ini juga akan menghindari kemungkinan keraguan tentang objektivitas investigasi kecelakaan udara dan meningkatkan kepercayaan terhadap hasil investigasi bagi masyarakat internasional," bunyi pernyataan tersebut.
Para ahli internasional akan berpartisipasi dalam investigasi tersebut.
"Partisipasi langsung para ahli Azerbaijan dan dukungan para ahli internasional akan semakin meningkatkan kelengkapan dan keakuratan investigasi," lanjutnya.
Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, sebelumnya mengarahkan penyelidikan menyeluruh dan tidak memihak terhadap kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines di dekat Aktau pada pertemuan 28 Desember 2024 di Astana.
Ia menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (28/12/2024), di mana keduanya menekankan pentingnya memastikan penyelidikan yang komprehensif dan transparan sebagai bagian dari kegiatan investigasi yang sedang berlangsung.
Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh
Sebelumnya pada Rabu (25/12/2024), pesawat Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan J2-8243, yang sedang dalam perjalanan dari ibu kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny di Republik Chechnya Rusia, jatuh 3 kilometer (1,8 mil) dari kota Aktau di pantai Laut Kaspia.
Pihak berwenang Kazakhstan mengatakan 38 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Embraer 190 yang membawa 67 orang, sementara 29 orang selamat.
Investigasi atas insiden tersebut masih berlangsung.
Pernyataan awal mengatakan tabrakan burung mungkin menjadi penyebab kecelakaan itu, meskipun rekaman dari lokasi mengungkapkan lubang besar di bagian ekor pesawat, yang mengarah pada spekulasi kemungkinan serangan.
Kemudian, pejabat senior Azerbaijan mengonfirmasi kepada laporan Anadolu yang menyatakan kecelakaan pesawat itu disebabkan oleh sistem rudal Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan percakapan telepon dengan mitranya dari Azerbaijan Ilham Aliyev pada hari Sabtu (28/12/2024), meminta maaf atas insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa.
Sehari kemudian, Ilham Aliyev mengatakan ekor pesawat yang jatuh itu rusak parah akibat tembakan senjata dari darat.
Presiden Azerbaijan itu menuntut agar Rusia mengeluarkan pengakuan bersalah, hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab, dan pembayaran kompensasi kepada Azerbaijan serta para korban.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Tag: #kotak #hitam #pesawat #azerbaijan #airlines #dikirim #brasil #ahli #internasional #ikut #investigasi