Pola Pikir yang Bikin Susah Membuang Barang Tak Terpakai di Rumah 
Ilustrasi rumah berantakan.(FREEPIK)
07:10
3 Februari 2026

Pola Pikir yang Bikin Susah Membuang Barang Tak Terpakai di Rumah 

Tumpukan barang di rumah tidak selalu berarti kamu orang yang malas. Sering kali, biang keroknya justru bukan barang-barang itu sendiri, melainkan cerita yang terus kita simpan di kepala.

Coba perhatikan, berapa banyak barang yang masih bertahan di lemari atau sudut rumah bukan karena benar-benar dipakai, tapi karena alasan “nanti”. 

“Siapa tahu nanti terpakai.” “Sebenarnya bagus, tapi kurang nyaman.” Atau, “Kalau ada waktu luang nanti aku pakai.”

Barang-barang ini bertahan hidup berkat harapan versi masa depan, bukan kebutuhan hari ini.

Baca juga: Sisi Aneh Setiap Zodiak, Cancer Sulit Membuang Barang Lama

Pola pikir seperti inilah yang oleh para penata rumah disebut aturan “jika dan tetapi”. Dengan menyadari cara berpikir ini sebenarnya keliru, proses beres-beres bisa terasa jauh lebih ringan dan masuk akal.

Alasan mempertahankan barang

Pendekatan ‘jika dan tetapi’ berfokus pada bahasa bersyarat yang sering dipakai orang saat mempertahankan barang, seperti ‘jika berat badan saya turun’, ‘mungkin suatu hari akan terpakai’, atau ‘jika ada tamu banyak koleksi cangkir ini dipakai’.

“Kalimat-kalimat ini biasanya jadi tanda bahwa barang tersebut disimpan untuk kehidupan imajiner di masa depan, bukan untuk kehidupan yang sedang dijalani sekarang,” kata penata organisasi profesional Regina Lark. 

Saat memilah barang, coba jujur bertanya pada diri sendiri: apakah aku menyimpannya karena alasan “jika” atau “tetapi”?

Baca juga: Kebiasaan Menumpuk Barang, Wajar atau Tanda Hoarding Disorder?

Misalnya saja oven mahal yang belum pernah sekalipun dipakai. Kamu mungkin tahu seharusnya barang itu dilepas, tetapi harganya mahal. 

Masalahnya, alasan “tetapi” sering kali tidak sepadan dengan tempat yang diambilnya.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

“Ketika seseorang berkata, ‘Aku akan suka sweter ini jika warnanya berbeda’ atau ‘Aku suka, tetapi jatuhnya kurang enak di badan’, biasanya itu tanda mereka sebenarnya sudah siap melepasnya,” kata Julie Naylon dari No Wire Hangers Professional Organizing.

Menurut Tova Weinstock, penata organisasi profesional, ketika seseorang mulai mengeluarkan jurus ‘jika dan tetapi’ sebenarnya itu adalah rasa takut yang sedang bicara. 

“Jauh di dalam hati, mereka sebenarnya tahu barang itu tidak akan pernah dipakai,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Ardi yang Sulit Buang Barang Lama, Ada Komik dari Tahun 2004

Pilih barang yang terbaik untuk disimpan

Profesional organizer Lisa Zaslow meyakini sebuah pedoman lama; Pertahankan yang terbaik dan lepaskan sisanya. 

"Pada dasarnya, pertahankan barang-barang yang tidak perlu kita beri alasan untuk mempertahankannya, barang-barang yang tidak memerlukan negosiasi mental," katanya.

Melepaskan barang-barang tersebut dapat menciptakan rasa lega, kejelasan, dan penerimaan diri. Rasa lega ini dapat berupa pembersihan emosional atau mental.

Proses ini juga dapat membantu orang mengatasi ketakutan mereka dalam melepaskan barang-barang, yang pada akhirnya memberdayakan diri.

Baca juga: Belanja Lebih Sadar, Ini 5 Cara Memberi Jeda Sebelum Membeli Barang di Tengah Ekonomi Sulit

Tag:  #pola #pikir #yang #bikin #susah #membuang #barang #terpakai #rumah

KOMENTAR