Pernyataan Presiden FIFA soal Seruan Boikot Piala Dunia 2026
- Presiden FIFA, Gianni Infantino, buka suara soal seruan boikot Piala Dunia 2026. Ia juga membela keputusannya memberikan penghargaan kepada Presiden AS, Donald Trump.
Piala Dunia 2026 bakal digelar dalam hitungan bulan. Ajang sepak bola terbesar sejagat raya ini akan dilangsungkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026 mendatang.
Namun, seruan untuk memboikot Piala Dunia 2026 mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membekukan izin visa untuk 75 negara.
Negara Afrika yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026, yakni Senegal dan Pantai Gading, termasuk dalam daftar 75 negara yang terkenal larangan perjalanan Donald Trump.
Baca juga: Carlo Ancelotti Siap Tur Eropa Jelang Piala Dunia 2026 dan FIFA Matchday
Faktor lain adalah keinginan Trump untuk mengambil alih Greenland serta terbitnya ancaman kenaikan tarif bea masuk terhadap negara-negara Eropa yang menentangnya.
Wacana boikot Piala Dunia 2026 kemudian sempat dikemukakan oleh Wakil Presiden Federasai Sepak Bola Jerman (DFB), Oke Goettlich, beberapa waktu lalu.
Walau kemudian, DFB secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak akan memboikot Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, merasa seruan boikot yang belakangan muncul tidak memberikan faedah.
“Saya menentang larangan seperti halnya boikot. Saya pikir itu tidak membawa apa-apa. Itu hanya berkontribusi pada lebih banyak kebencian,” ujar Gianni Infantino dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris, Sky News, dikutip dari Eurosport edisi Perancis.
“Apakah ada yang meminta Inggris berhenti berdagang dengan Amerika Serikat? Saya tidak mendengar hal seperti itu. Jadi mengapa sepak bola?” kata Infantino lagi.
Baca juga: FIFA Terancam Bangkrut jika Piala Dunia 2026 Batal, Begini Kata Pakar
Infantino percaya dengan kekuatan sepak bola yang mampu jadi alat pemersatu.
“Di dunia kita yang terpecah dan agresif ini, kita membutuhkan kesempatan di mana orang-orang bisa datang dan berkumpul di sekitar satu gairah,” ucap pria asal Swiss tersebut.
Pada akhir Januari silam eks Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang merupakan pendahulu Gianni Infantino, merupakan figur yang turut menyerukan boikot Piala Dunia 2026.
Blatter sepakat dengan seruan pengacara anti-korupsi yang pernah bekerja dengannya, Mark Pieth, yang menyarankan fan untuk “menghindari Amerika Serikat” pada musim panas ini.
Di sisi lain, Gianni Infantino membela keputusannya untuk memberikan “Penghargaan Perdamaian FIFA” pertama pada Desember silam kepada Donald Trump.
“Secara objektif, dia pantas menerimanya. Segala hal yang bisa kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, harus kita lakukan,” ucap Gianni Infantino.
Tag: #pernyataan #presiden #fifa #soal #seruan #boikot #piala #dunia #2026