Saat Prabowo Kumpulkan Tokoh ''Oposisi'', Ada Said Didu hingga Abraham Samad
Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
08:58
3 Februari 2026

Saat Prabowo Kumpulkan Tokoh ''Oposisi'', Ada Said Didu hingga Abraham Samad

Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah tokoh 'oposisi' di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) lalu.

Selama 5 jam, Prabowo menjamu tokoh-tokoh yang disebut berseberangan dengan pemerintah, antara lain, Siti Zuhro, Abraham Samad, Said Didu, dan Susno Duadji.

Sementara itu, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Zacky Makarim, serta beberapa orang kepercayaan lainnya saat menerima para tamu tersebut.

"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Sjafrie ketika mengisi acara retret anggota Persatuan Wartawan Indonesia di Bogor, Sabtu (31/1/2026), dikutip dari Antara.

Lantas, apa yang dibicarakan oleh Prabowo dalam pertemuan tersebut?

Baca juga: Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh di Kertanegara Jumat Malam, Siapa Saja?

Presentasi kebijakan strategis

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menjadi salah satu tokoh oposisi pemerintah yang bertemu dengan Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut, Said Didu menyebut, Prabowo mempresentasikan sendiri terkait berbagai kebijakan strategis untuk percepatan perbaikan bangsa.

"Walau didampingi oleh sekitar 10 orang staf 'kepercayaan', tapi Bapak Presiden presentasikan sendiri," ujar Said Didu kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Menurut Said Didu, diskusi berlangsung dengan sangat dinamis.

Baca juga: Said Didu Ungkap Momen Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi

Dia mengeklaim, Prabowo mendengarkan para tokoh oposisi dengan baik, dan berdiskusi mengenai banyak isu strategi dan sensitif demi perbaikan bangsa ke depan.

"Kami 'menyepakati' bahwa agenda dan program pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas serta pemberantasan korupsi, pengembalian sumber daya alam, dan lain-lain," kata Said Didu.

Lebih jauh, pertemuan tersebut turut membahas isu strategis dan sensitif lain, seperti reformasi Polri, BoP (Boarding of Peace) Gaza, serta isu-isu lainnya.

Baca juga: Said Didu Usai Bertemu Prabowo: Kami akan Beroposisi terhadap Oligarki

Said Didu berpandangan, pertemuan dari sore ke malam ini menunjukkan bahwa Prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi.

"Setelah pertemuan tersebut, kami akan 'beroposisi' kepada pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan kedaulatan wilayah yang telah 'direbut' oleh oligarki bersama antek-anteknya," imbuh Said Didu.

Sumber daya alam hingga Dewan Perdamaian

Cerita lebih panjang soal pertemuan ini diungkap oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Samad menuturkan, ia diundang oleh Sjafrie untuk bertemu dengan Prabowo.

"Awal mulanya saya ditelepon sama Menhan Pak Sjafrie Sjamsoeddin, disampaikan bahwa ada undangan dari Pak Prabowo untuk Pak Abraham Samad, diundang selaku Ketua KPK yang kritis. Kira-kira seperti itu," ujar Samad.

Baca juga: Cerita Abraham Samad Dipanggil Prabowo Bareng Tokoh Oposisi Lain: Diundang sebagai Ketua KPK Kritis

Awalnya, pertemuan akan digelar di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, tetapi lokasi pertemuan diubah ke rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Samad mengaku tidak tahu-menahu siapa saja yang diundang dalam pertemuan itu.

Ia baru tahu bahwa tokoh lainnya seperti Siti Zuhro, Susno Duadji, hingga Said Didu juga diundang ketika tiba di Kertanegara.

Senada dengan Said Didu, Samad mengungkapkan bahwa Prabowo mempresentasikan beberapa program kerjanya.

Baca juga: Kepada Prabowo, Abraham Samad Minta Kembalikan UU KPK Lama yang Direvisi Jokowi

"Pak Prabowo berbicara berdiskusi tentang penyelamatan sumber daya alam, yang sekarang giat dilakukan dengan membentuk Satgas Penyelamatan itu ya, PKH. Dalam kaitan penyelamatan sumber daya alam, sehingga dia membuat satgas itu," kata Samad.

Kemudian, Prabowo juga melaporkan hasil World Economic Forum yang dia hadiri di Davos, Swiss, pada Januari 2026 lalu.

Prabowo turut membahas masalah pemberatasan korupsi, penegakan hukum, dan reformasi kepolisian.

"Dan kemudian yang terakhir dia singgung tentang BoP. Board of Peace. Jadi itulah poin diskusinya," kata Samad.

Minta Novel Baswedan dkk dikembalikan

Dalam kesempatan itu, Samad meminta Prabowo untuk mengembalikan 57 mantan pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan, yang disingkirkan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Samad menegaskan, TWK yang digelar KPK era pimpinan Firli Bahuri itu abal-abal.

"Yang terakhir saya bilang, harus dipikirkan, mengembalikan 57 orang yang ditendang, yang dikeluarkan oleh Firli dari KPK dengan alasan Tes Wawasan Kebangsaan abal-abal," ujar dia.

Samad menyebutkan, Prabowo langsung merespons permintaanya itu dengan bertanya mengapa TWK tersebut dianggap abal-abal.

Baca juga: Reaksi Prabowo Saat Abraham Samad Minta Novel Baswedan dkk Dikembalikan ke KPK

Samad lalu menjelaskan bahwa TWK itu digelar hanya untuk mengusir pegawai KPK yang integritasnya kuat.

"Langsung dia bilang, 'kenapa Pak Abraham memakai istilah abal-abal?'. Karena saya bilang Tes Wawasan Kebangsaan itu bukan bertujuan untuk menguji seseorang tingkat wawasan kebangsaannya," kata Samad.

"Tapi hanya bertujuan menyingkirkan 57 orang pegawai KPK yang integritasnya kuat yang selama ini melawan Firli," imbuh dia.

Penjelasan Istana

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi meluruskan pernyataan Sjafrie dengan menyebut bahwa peserta pertemuan dengan Prabowo bukanlah tokoh oposisi.

Menurut Prasetyo, mereka yang bertemu dengan Prabowo adalah tokoh masyarakat yang memang dimintai masukannya oleh Prabowo.

Baca juga: Prabowo Undang Sejumlah Orang ke Rumahnya, Mensesneg: Bukan Tokoh Oposisi

"Tidak, tidak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," ujar Prasetyo.

Prasetyo pun mengamini pernyataan Samad dan Said Didu soal isu pertemuan, di mana Prabowo menjelaskan program-program pemerintah setahun terakhir.

"Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," kata dia.

Prasetyo juga memastikan bahwa tidak ada tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan dengan Prabowo.

Tag:  #saat #prabowo #kumpulkan #tokoh #oposisi #said #didu #hingga #abraham #samad

KOMENTAR