Serangan Besar-besaran Iran, Israel Tutup Sekolah dan Larang Warga Berkerumun
Juru Bicara IOF, Daniel Hagari, saat berbicara di hadapan awak media pada 18 Oktober 2023. 
10:40
14 April 2024

Serangan Besar-besaran Iran, Israel Tutup Sekolah dan Larang Warga Berkerumun

Iran melancarkan serangan besar-besaran ke Israel dengan mengirim ratusan rudal dan drone canggih pada Sabtu (14/3/2024).

Setelah diserang Iran habis-habisan, Israel mengatakan akan mempersiapkan serangan balas dendam.

Juru bicara IDF mengumumkan adanya perubahan kebijakan pertahanan Komando Front Dalam Negeri mulai malam ini hingga Senin sebagai persiapan serangan balik ke Iran.

Selama persiapan ini, ia meminta kepada seluruh warga Israel untuk meniadakan semua kegiatan pendidikan.

"Kami melarang kegiatan pendidikan di seluruh negeri, termasuk studi akademis dan perkemahan musim panas," kata juru bicara IDF, dikutip dari Channel 13.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Israel.

Kementerian Pendidikan Israel menyatakan bahwa atas arahan Komando Front Dalam Negeri, semua kegiatan pendidikan dibatalkan.

Termasuk studi di sekolah liburan, dalam kerangka pendidikan khusus, asrama, taman kanak-kanak dan perjalanan gerakan pemuda.

Selain menutup sekolah, seluruh aliran listrik akan dipadamkan.

"Di kawasan hijau terdapat pembatasan penerangan hingga 1.000 orang dan tempat kerja akan beroperasi tanpa batasan," kata Juru bicara IDF, Brigadir Jenderal Daniel Hagari.

Ia juga melarang warga Israel berkerumun.

Jika ada pertemuan yang harus digelar, ia minta untuk ada pembatasan.

Batas maksimal 100 orang di area terbuka dan maksimal 300 orang untuk di area tertutup.

Pantai akan tetap tertutup untuk umum di kedua area tersebut, dan bagi pekerja harus bekerja di dalam ruangan agar bisa berlindung.

"Untuk bekerja di dalam gedung atau di tempat di mana kamu dapat mencapai ruang terlindung standar selama pertahanan," katanya.

Selain itu, manajer liga sepak bola mengumumkan bahwa berdasarkan pedoman, semua pertandingan liga profesional dalam dua hari ke depan akan diadakan tanpa penonton dan hanya di hadapan ofisial.

"Karena fakta bahwa ini adalah ancaman baru terhadap Negara Israel dan kami belum tahu apa cakupan dan dampaknya, maka diputuskan untuk tidak mengizinkan penonton memasuki pertandingan dalam dua hari ke depan," kata ketua administrasi liga, Erez Kalfon.

Keputusan ini dapat berubah, sesuai dengan perintah Komando Front Dalam Negeri dan Polisi Israel.

"Kami akan terus berhubungan dengan Komando Front Dalam Negeri dan Polisi Israel dan akan memberikan informasi terbaru kepada penonton dan tim mengenai kelanjutan pertandingan," jelasnya.

Serangan Iran ke Israel

Iran melancarkan serangan besar-besaran terhadap sasaran-sasaran di Israel.

Iran telah berulang kali mengancam akan menyerang Israel sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan pada 1 April terhadap gedung konsulatnya di Damaskus.

Seorang komandan senior Pasukan Quds IRGC, Mohammad Reza Zahedi, terbunuh pada tanggal 1 April dalam serangan udara Israel.

Hal itu mendorong Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah untuk membalas dendam.

IRGC mengatakan rudal balistiknya ditembakkan hampir satu jam setelah drone bergerak lebih lambat.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan Iran telah meluncurkan lebih dari 200 drone penyerang dan rudal balistik ke Israel, dikutip dari The News Arab.

Sekutu Iran di wilayah tersebut bergabung dalam serangan tersebut.

Kelompok Houthi di Yaman juga meluncurkan drone ke Israel, menurut badan keamanan Ambrey, dan gerakan Hizbullah Lebanon mengumumkan tembakan roket ke posisi Israel di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi.

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Artikel Lain Terkait Konflik Iran vs Israel

Editor: Febri Prasetyo

Tag:  #serangan #besar #besaran #iran #israel #tutup #sekolah #larang #warga #berkerumun

KOMENTAR