Intel Gandeng SambaNova, Manuver Strategis Lip-Bu Tan untuk Kejar Dominasi Nvidia di Pasar cip AI Global
Lip-Bu Tan, CEO Intel sekaligus investor dan ketua dewan SambaNova Systems. (Foto: The New York Times)
15:06
26 Februari 2026

Intel Gandeng SambaNova, Manuver Strategis Lip-Bu Tan untuk Kejar Dominasi Nvidia di Pasar cip AI Global

 

Intel mengambil langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan dalam pasar cip kecerdasan buatan (AI) dengan menggandeng SambaNova Systems, perusahaan rintisan yang secara langsung terkait dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan. 

Aliansi ini bukan sekadar kerja sama teknologi, melainkan juga bagian dari upaya Intel untuk menegaskan posisi dalam persaingan global A.I., sekaligus memanfaatkan jaringan dan pengalaman Tan dalam industri semikonduktor.

Intel resmi mengumumkan kemitraan teknis multi-tahun dengan SambaNova, perusahaan semikonduktor berusia sembilan tahun yang berambisi menyaingi dominasi Nvidia di pasar cip AI. Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan komputasi awan AI yang akan dijalankan SambaNova, sekaligus integrasi prosesor Intel Xeon ke dalam sistem mereka, menandai langkah Intel memperluas penetrasi teknologinya ke platform AI yang kompleks.

Dilansir dari The New York Times, Kamis (26/2/2026), keputusan Intel menarik perhatian karena Lip-Bu Tan sejak Maret 2026 berperan ganda sebagai CEO Intel dan investor awal sekaligus ketua dewan SambaNova. Laporan tersebut menegaskan, Intel yang “telah tertinggal dalam membuat cip untuk kecerdasan buatan” kini “beralih meminta bantuan kepada perusahaan rintisan yang dipimpin kepala eksekutifnya sebagai investor dan ketua.”

Selain kemitraan teknis, Intel juga menyatakan akan berpartisipasi dalam putaran pendanaan SambaNova senilai 350 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,87 triliun (kurs Rp 16.780 per dolar AS), meski jumlah kontribusi Intel tidak diungkapkan. Pendanaan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran lini cip AI terbaru SambaNova. Intel sebelumnya juga sempat mempertimbangkan opsi akuisisi perusahaan tersebut, tetapi memilih jalur kolaborasi independen.

Di sisi lain, rangkap peran Tan sebagai CEO Intel sekaligus investor awal dan ketua dewan SambaNova memunculkan sorotan mengenai potensi konflik kepentingan. Intel menegaskan bahwa koneksi Tan tetap merupakan aset strategis, namun keterlibatannya dalam negosiasi yang menyangkut kepentingan finansial dibatasi.

Untuk menjaga transparansi, Tan sepenuhnya mengundurkan diri dari proses negosiasi terkait kemitraan dan pendanaan SambaNova, sementara seluruh proses diawasi Kevork Kechichian, Wakil Presiden Eksekutif Intel yang memimpin Grup Pusat Data. Seorang juru bicara Intel menegaskan, “Kami memiliki prosedur tata kelola yang mapan untuk memastikan keputusan dibuat demi kepentingan terbaik Intel.”

Aliansi Intel–SambaNova juga mencerminkan dinamika industri cip global. Dominasi Nvidia dalam cip AI mendorong lahirnya banyak perusahaan rintisan, meski butuh waktu untuk memperoleh pijakan pasar. Baru-baru ini, beberapa perusahaan besar mulai mengurangi ketergantungan pada Nvidia. OpenAI, misalnya, mengumumkan kesepakatan untuk menggunakan cip dari Cerebras, sebuah perusahaan rintisan terkemuka lainnya.

Intel dan SambaNova berharap kemitraan ini dapat memanfaatkan tren diversifikasi pasokan cip AI. “Tujuannya adalah membentuk generasi berikutnya dari pusat data AI heterogen,” kata juru bicara Intel, menegaskan fokus pada arsitektur yang tidak bergantung pada satu jenis cip saja.

SambaNova sendiri, yang telah menghimpun pendanaan total 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23,49 triliun, beberapa kali menyesuaikan model bisnisnya. Selain menjual cip, SambaNova menawarkan sistem lengkap berukuran besar, biasanya menggunakan mikroprosesor dari Advanced Micro Devices (AMD). Melalui kemitraan baru ini, prosesor Intel Xeon akan menjadi bagian dari penawaran sistem mereka.

Rodrigo Liang, CEO SambaNova Systems, menekankan bahwa tingginya minat investor dan pertumbuhan penjualan membuat jalur independen menjadi pilihan paling rasional bagi perusahaan. “Kami segera menyadari bahwa jalur ini paling tepat untuk kepentingan perusahaan,” ujarnya. 

Dengan demikian, aliansi ini menegaskan bahwa manuver Intel tidak sekadar soal pengembangan teknologi, tetapi juga bagian dari strategi global yang lebih luas, mencakup kepemimpinan pasar dan daya saing dalam perlombaan AI internasional.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #intel #gandeng #sambanova #manuver #strategis #untuk #kejar #dominasi #nvidia #pasar #global

KOMENTAR