Tembus 50 Persen Saham, Arnault Kantongi 65 Persen Hak Suara LVMH di Tengah Tekanan Pasar Global
Bernard Arnault kini menguasai lebih dari 50 persen saham dan 65 persen hak suara LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE. (Foto: Business of Fashion)
16:21
25 Februari 2026

Tembus 50 Persen Saham, Arnault Kantongi 65 Persen Hak Suara LVMH di Tengah Tekanan Pasar Global

 

— Struktur kepemilikan di pucuk industri barang mewah dunia kian terkonsentrasi. Bernard Arnault berhasil membawa kepemilikan keluarganya melampaui 50 persen saham LVMH dan mengamankan hampir dua pertiga hak suara.

Dominasi tersebut memperkuat posisi dinasti Arnault sebagai penentu arah strategis grup mewah terbesar di dunia di tengah pelemahan pasar global.

Dilansir dari Business of Fashion, Rabu (25/2/2026), keluarga Arnault meningkatkan kepemilikannya menjadi 50,01 persen dari sebelumnya 49,77 persen pada akhir tahun lalu. Dengan struktur tersebut, keluarga itu kini mengendalikan 65,94 persen hak suara perusahaan. Artinya, kendali terhadap arah strategis dan keputusan jangka panjang LVMH semakin terpusat.

Pernyataan resmi keluarga menegaskan arah manuver tersebut. “Pencapaian ambang 50 persen ini menunjukkan keyakinan kuat Bernard Arnault dan keluarganya terhadap masa depan LVMH,” ujar juru bicara keluarga Arnault. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa langkah pembelian saham tambahan bukan sekadar aksi defensif, melainkan sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang grup tersebut.

Strategi itu dijalankan ketika saham LVMH tengah tertekan. Sejak mencapai rekor tertinggi pada April 2023, nilai sahamnya telah tergerus hampir 38 persen, seiring meredanya lonjakan permintaan barang mewah pascapandemi. Sepanjang tahun ini saja, sahamnya turun sekitar 13 persen, menempatkan valuasi perusahaan berbasis Paris itu di kisaran 280 miliar euro atau sekitar Rp 5.549 triliun (dengan kurs Rp 19.820 per euro).

Tekanan terutama datang dari melambatnya kinerja sejumlah divisi utama. Unit fesyen dan kulit—yang mencakup Louis Vuitton dan Christian Dior—mencatat hasil di bawah ekspektasi pada kuartal terakhir tahun lalu. Sementara itu, divisi anggur dan minuman keras mengalami penurunan penjualan untuk tahun ketiga berturut-turut, terutama akibat merosotnya permintaan cognac Hennessy.

Sebelumnya, dalam presentasi hasil tahunan bulan lalu, Arnault telah memberi isyarat bahwa konsentrasi kepemilikan akan ditingkatkan. “Kelompok keluarga sudah memiliki hampir 50 persen modal… dan tahun ini kami akan melewati ambang tersebut,” katanya kepada analis. Realisasi pernyataan itu memperlihatkan bahwa akumulasi saham bukan respons sesaat terhadap tekanan pasar, melainkan bagian dari agenda penguatan kendali jangka panjang.

Dengan kekayaan bersih sekitar 185 miliar dolar AS atau setara Rp 3.113 triliun (kurs Rp 16.830 per dolar AS), Arnault berada di peringkat ketujuh dalam daftar Bloomberg Billionaires Index, di bawah enam taipan teknologi Amerika Serikat yang dipimpin Elon Musk. Namun berbeda dari model kepemimpinan berbasis inovasi digital, Arnault membangun kekuasaan melalui integrasi merek-merek warisan dan kendali kepemilikan yang ketat.

Di sisi lain, seluruh lima anak Arnault telah terlibat dalam operasional LVMH. Antoine Arnault baru saja dipromosikan ke komite eksekutif, menyusul Delphine Arnault yang memimpin Christian Dior Couture. Struktur ini mengindikasikan bahwa konsolidasi saham juga berkaitan dengan kesinambungan kepemimpinan.

Dengan kepemilikan di atas 50 persen saham serta 65 persen hak suara, Arnault kini memegang kendali efektif atas LVMH dalam setiap keputusan strategis. Di tengah pelemahan permintaan barang mewah global, konsentrasi kepemilikan ini menempatkan arah masa depan konglomerat tersebut sepenuhnya di bawah otoritas keluarga Arnault.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #tembus #persen #saham #arnault #kantongi #persen #suara #lvmh #tengah #tekanan #pasar #global

KOMENTAR