Israel Serobot Hak Palestina Lagi, Jadikan Lahan Tepi Barat Aset Negara
- Pemerintah Israel menyetujui proses baru untuk mendaftarkan lahan di Tepi Barat sebagai “properti negara”, langkah yang menuai kritik dari sejumlah negara dan otoritas Palestina.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, kebijakan tersebut ditujukan untuk klarifikasi hak secara transparan dan menyeluruh guna menyelesaikan sengketa hukum, setelah adanya pendaftaran lahan ilegal di wilayah yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina.
Namun, Mesir, Qatar, dan Yordania menilai tindakan ini melanggar hukum internasional.
Baca juga: Israel Gabung Board of Peace tapi Masih Serang Gaza, Tewaskan 10 Orang
Otoritas Palestina di Ramallah menyerukan intervensi global untuk mencegah apa yang mereka sebut sebagai “awal de facto proses aneksasi dan merusak fondasi negara Palestina.”
Kecaman dari negara-negara Arab
Pemerintah Mesir menyebut keputusan Israel sebagai eskalasi berbahaya yang bertujuan mengokohkan kontrol Israel atas wilayah Palestina yang diduduki.
Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam keras keputusan untuk mengubah lahan Tepi Barat menjadi ‘properti negara’, yang dinilai akan mengurangi hak-hak warga Palestina.
Co-direktur LSM Israel Anti-Settlement Peace Now, Jonathan Mizrachi, melihat langkah tersebut sebagai bentuk pengambilalihan lahan berskala besar.
“Ada banyak ambiguitas terkait lahan, dan Israel kini memutuskan untuk menanganinya,” ujarnya kepada AFP.
Ia menambahkan, ambiguitas kepemilikan lahan di Area C kemungkinan besar akan digunakan untuk merugikan warga Palestina.
“Banyak lahan yang dianggap milik Palestina, mereka akan menemukan bahwa sebenarnya bukan milik mereka di bawah proses pendaftaran baru ini,” lanjutnya, sembari menegaskan bahwa kebijakan itu sejalan dengan agenda aneksasi kelompok kanan Israel.
Proses pendaftaran lahan tersebut akan difokuskan di Area C, wilayah yang mencakup sekitar 60 persen Tepi Barat dan berada di bawah kendali keamanan serta administrasi Israel.
Baca juga: Kemesraan AS dan Israel Retak Gegara Iran
Tekanan terhadap warga Palestina di Tepi Barat
Para pemukim Israel menggunakan buldoser untuk membuka jalan menuju permukiman baru di pinggiran desa Al Mughayyir, Tepi Barat yang diduduki, utara Ramallah, Minggu (24/8/2025).Tepi Barat selama ini dipandang warga Palestina sebagai bagian utama dari wilayah negara Palestina di masa depan.
Sementara itu, sejumlah pihak dalam spektrum politik kanan Israel mendorong pengambilalihan wilayah tersebut.
Kabinet keamanan Israel pekan lalu menyetujui sejumlah langkah baru untuk memperketat kontrol atas Tepi Barat.
Kebijakan yang didukung menteri-menteri sayap kanan ekstrem itu termasuk memungkinkan warga Yahudi Israel membeli lahan secara langsung serta memberikan kewenangan lebih besar kepada otoritas Israel, untuk mengelola situs keagamaan tertentu di wilayah yang berada di bawah kontrol Otoritas Palestina.
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Di tengah kebijakan terbaru ini, kelompok hak asasi manusia melaporkan peningkatan serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
“Kita menyaksikan langkah-langkah cepat untuk mengubah demografi wilayah Palestina yang diduduki secara permanen, merampas tanah-tanah rakyatnya dan memaksa mereka pergi,” ujar Kepala Hak Asasi PBB Volker Turk.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al Aqsa
Posisi Amerika Serikat
Presiden AS Donald Trump menyatakan keberatan terhadap aneksasi Tepi Barat oleh Israel, dengan alasan stabilitas wilayah tersebut berkontribusi terhadap keamanan Israel.
Namun, Trump belum menyampaikan kritik langsung terhadap langkah terbaru Israel, meski kebijakan itu memicu kemarahan internasional.
Saat ini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di pemukiman dan pos pemukiman Tepi Barat yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Sementara itu, sekitar tiga juta warga Palestina menghuni wilayah yang telah berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967.
Baca juga: Tarian Oman di antara Iran, Amerika, dan Israel
Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar
Tag: #israel #serobot #palestina #lagi #jadikan #lahan #tepi #barat #aset #negara