Israel Gabung Board of Peace tapi Masih Serang Gaza, Tewaskan 10 Orang
Asap membubung dari bangunan yang diserang Israel di kamp pengungsian Bureij di tengah Jalur Gaza, Palestina, Minggu (19/10/2025). Serangan terjadi ketika gencatan senjata Gaza berlaku.(AFP/EYAD BABA)
05:36
19 Februari 2026

Israel Gabung Board of Peace tapi Masih Serang Gaza, Tewaskan 10 Orang

- Serangan udara Israel pada Minggu (16/2/2026) menewaskan sedikitnya sepuluh warga Palestina di Jalur Gaza.

Empat korban dilaporkan tewas dalam serangan yang menghantam tenda pengungsi di sebelah barat Jabalia, Gaza utara, sedangkan korban lain berada di Khan Younis.

Kantor berita Wafa menyebutkan, tim darurat kesulitan menjangkau lokasi terdampak akibat intensitas bombardir Israel.

Baca juga: Ada Board of Peace, Israel Tetap Ogah Mundur dari Gaza Sejengkal pun

Militer Israel menyatakan, serangan tersebut dilakukan sesuai hukum internasional dan merupakan respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Seorang pejabat Israel menuding anggota Hamas muncul dari terowongan di sebelah timur garis kuning.

Istilah garis kuning merujuk pada batas militer yang diberlakukan pasukan Israel secara sepihak di dalam Gaza sejak dimulainya gencatan senjata.

Terjadi jelang KTT perdana Board of Peace

Kendaraan militer Israel menerjang pasir saat maju menuju perbatasan dengan Jalur Gaza pada 29 Juli 2025, ketika perang Israel-Hamas hampir berlangsung dua tahun.AFP/JACK GUEZ Kendaraan militer Israel menerjang pasir saat maju menuju perbatasan dengan Jalur Gaza pada 29 Juli 2025, ketika perang Israel-Hamas hampir berlangsung dua tahun.Serangkaian serangan ini terjadi beberapa hari sebelum pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) pada 19 Februari 2026.

Pertemuan tersebut akan dihadiri Menteri Luar Negeri Israel, sedangkan perwakilan Palestina tidak dijadwalkan hadir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut akan mengumumkan rencana rekonstruksi Gaza bernilai miliaran dollar AS, serta menjabarkan rincian mengenai pasukan stabilisasi yang dibentuk berdasarkan mandat PBB.

Middle East Eye melaporkan bahwa pasukan Israel melakukan lebih dari 1.600 pelanggaran sejak gencatan senjata ditandatangani pada Oktober 2025.

Sebanyak 601 warga Palestina tewas dalam rentang waktu tersebut, menurut otoritas setempat di Gaza.

Total korban tewas sejak awal genosida di Gaza pada 2023 mencapai lebih dari 72.061 jiwa, dengan 171.715 orang mengalami luka-luka.

Sebagian besar kematian terjadi di sepanjang garis kuning, zona terlarang yang membatasi akses warga Palestina ke wilayah luas di utara, selatan, dan timur Gaza.

Pelanggaran berulang oleh pasukan Israel di sepanjang perbatasan serta daerah sekitarnya mendapat kecaman dari berbagai kelompok hak asasi manusia.

Baca juga: Kemesraan AS dan Israel Retak Gegara Iran

Garis Kuning terus meluas

Pengungsi Palestina membawa barang-barang mereka menuju selatan, melewati jalan di kamp pengungsian Nuseirat di Gaza Tengah, setelah Israel memerintahkan evakuasi sebelum kembali menyerang pada Selasa (16/9/2025).AFP/EYAD BABA Pengungsi Palestina membawa barang-barang mereka menuju selatan, melewati jalan di kamp pengungsian Nuseirat di Gaza Tengah, setelah Israel memerintahkan evakuasi sebelum kembali menyerang pada Selasa (16/9/2025).Perluasan garis kuning tercatat terjadi sejak gencatan senjata dimulai, dengan perluasan ke arah barat yang menelan permukiman warga.

Wilayah yang masuk zona terlarang kini mencakup sekitar 58 persen area Gaza.

Setiap perubahan batas ditandai pemasangan blok beton berwarna kuning di dalam distrik sipil.

Perluasan zona juga menyebabkan penggusuran berulang serta membuat banyak keluarga kehilangan tempat tinggal yang stabil.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menyatakan, penggunaan perbatasan tersebut setara dengan perebutan ilegal dan penjarahan sumber daya wilayah pendudukan yang melanggar hukum internasional.

Sementara itu, Wafa melaporkan, buldoser Israel terus menghancurkan rumah-rumah di Kota Gaza, disertai penembakan artileri yang menargetkan lingkungan Al Tuffah di bagian timur kota.

Baca juga: Imam Al Aqsa Buka Suara Usai Ditahan Israel, Dilarang Masuk Masjid Saat Ramadhan

Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tag:  #israel #gabung #board #peace #tapi #masih #serang #gaza #tewaskan #orang

KOMENTAR