Sebelum Tewas Ditembak 4 Orang, Anak Muammar Khadafi Dapat Peringatan
- Seif Al Islam Khadafi, putra dari mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, tewas dibunuh di kediamannya di Kota Zintan, Libya barat, Selasa (3/2/2026) siang.
Kabar ini disampaikan oleh pengacaranya asal Perancis, Marcel Ceccaldi, kepada kantor berita AFP.
“Ia tewas hari ini pukul 14.00 waktu setempat di rumahnya oleh empat orang yang dikomando,” ujar Ceccaldi.
Baca juga: Satu Dekade Kejatuhan Muammar Gaddafi, PBB Desak “Tentara Bayaran Asing Tinggalkan Libya
Menurut penjelasan penasihatnya, Abdullah Othman Abdurrahim, kepada stasiun televisi Libya Al Ahrar, para pelaku menyerbu rumah Seif, menonaktifkan kamera CCTV, lalu mengeksekusinya.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Ceccaldi mengungkapkan bahwa sebelum insiden, Seif sempat mendapat peringatan terkait ancaman keamanan.
“Bahkan kepala sukunya sempat menelepon Seif dan berkata, ‘Saya akan kirimkan orang untuk mengamankanmu.’ Namun, Seif menolak,” kata Ceccaldi.
Baca juga: Muammar Gaddafi: Diktator Libya dan Kejatuhannya
Sosok kontroversial dalam politik Libya
Seif Al Islam Khadafi, anak dari mantan diktator Libya Muammar Khadafi, saat muncul di kompleks permukiman Ibu Kota Tripoli, Libya, 23 Agustus 2011 dini hari. Seif tewas ditembak geng bersenjata di rumahnya pada 3 Februari 2026.Seif Al Islam Khadafi (53) pernah digadang-gadang sebagai penerus ayahnya, meski tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan.
Ia dikenal luas sebagai tokoh moderat dan reformis dalam rezim Khadafi, sebelum citranya berubah drastis saat Arab Spring melanda Libya pada 2011.
Kala itu, ia sempat mengeluarkan pernyataan akan menghadapi pemberontak dengan berdarah-darah.
Tak lama kemudian, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Seif ditangkap pada November 2011 di Libya selatan.
Pada 2015, pengadilan di Tripoli menjatuhkan vonis hukuman mati terhadapnya dalam persidangan kilat.
Namun, ia kemudian menerima amnesti dan dibebaskan, lalu menghilang dari sorotan publik selama bertahun-tahun.
Ceccaldi menyebut bahwa kliennya kerap berpindah-pindah demi alasan keamanan.
Baca juga: Saif Al-Islam Gaddafi, Putra Muammar Gaddafi, Jadi Calon Presiden Libya
Seif sempat kembali muncul ke publik pada 2021 saat mencalonkan diri sebagai Presiden Libya.
Namun, pemilihan itu ditunda tanpa batas waktu, dan proses politik di negara tersebut terus diliputi ketidakpastian.
Pakar politik Libya, Emadeddin Badi, menilai kematian Seif dapat berdampak besar terhadap dinamika politik nasional.
“Kematian Seif Al Islam kemungkinan akan menjadikannya martir bagi sebagian masyarakat, dan mengubah dinamika pemilihan dengan menghilangkan salah satu hambatan utama dalam pemilihan presiden,” tulis Badi melalui akun media sosial X.
Ia menambahkan bahwa pencalonan Seif selama ini menjadi salah satu titik konflik utama dalam proses politik di Libya.
Baca juga: Saif Al-Islam Gaddafi, Putra Muammar Gaddafi, Jadi Calon Presiden Libya
Duka dari mantan rezim Khadafi
Juru bicara terakhir rezim Muammar Khadafi, Moussa Ibrahim, turut menyampaikan duka mendalam atas kematian Seif.
“Mereka membunuhnya dengan keji. Dia menginginkan Libya yang bersatu dan berdaulat, aman bagi seluruh rakyatnya,” tulis Ibrahim di media sosial.
“Saya berbicara dengannya dua hari yang lalu. Ia hanya bicara tentang Libya yang damai dan keselamatan rakyatnya.”
Sejak tergulingnya Muammar Khadafi dalam pemberontakan bersenjata yang didukung NATO pada 2011, Libya belum keluar dari krisis politik dan keamanan.
Negara tersebut masih terbagi antara dua pemerintahan, yaitu Pemerintah Persatuan Nasional (GNA) yang didukung PBB dan berbasis di Tripoli, serta pemerintahan tandingan di wilayah timur yang didukung oleh Jenderal Khalifa Haftar.
Baca juga: Libya di Ambang Perang Saudara Baru?
Tag: #sebelum #tewas #ditembak #orang #anak #muammar #khadafi #dapat #peringatan