Meski Diborgol dan Pakai Baju Tahanan, Maduro Tegaskan Masih Presiden dan Tak Bersalah di Pengadilan AS
- Dengan kaki yang diborgol dan mengenakan pakaian penjara, mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro berdiri di hadapan hakim Amerika Serikat pada hari Senin (5/1).
Nicolas Maduro menyatakan, bahwa ia masih jadi pemimpin sah Venezuela saat menghadapi tuduhan yang dapat membuatnya dipenjara seumur hidup.
"Saya tidak bersalah. Saya tidak berdosa. Saya orang baik. Saya masih presiden negara saya," kata Maduro melalui seorang penerjemah, suaranya meninggi sebelum Hakim Alvin Hellerstein memotong ucapannya.
Maduro yang pria berusia 63 tahun ditangkap beberapa hari sebelumnya dalam penggerebekan militer Amerika Serikat secara dramatis. Ia mengenakan sandal oranye, celana krem, dan kemeja hitam dan oranye berlapis.
Maduro mencatat hal-hal penting di atas kertas catatan, sementara para pengacara membahas isu yang tampaknya akan menjadi perselisihan hukum yang sengit.
Dia dihadapkan pada empat dakwaan pidana federal Amerika Serikat yang meliputi konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan mesin senjata serta alat peledak.
Seperti yang dilaporkan Korea Times, setiap dakwaan membawa hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Pengacaranya, Barry Pollack, mengatakan kepada Hellerstein bahwa ia memperkirakan akan terjadi persidangan yang panjang terkait legalitas penculikan militer yang dilakukan oleh Maduro.
Sementara itu, istri Maduro, Cilia Flores, juga menyatakan tidak bersalah. Ia menghadapi tuduhan yang sama, kecuali terkait terorisme narkoba. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 17 Maret.
Amerika Serikat telah menganggap Maduro sebagai diktator yang tidak sah sejak ia menyatakan kemenangan dalam pemilihan tahun 2018 yang diwarnai tuduhan penyimpangan besar-besaran.
Penangkapannya menandai intervensi Washington yang paling kontroversial di Amerika Latin sejak invasi Panama 37 tahun lalu.
Saat sidang sedang berlangsung, demonstran yang terbelah menjadi dua yaitu pendukung Maduro dan satu lagi kelompok yang mendukung penggulingannya berdebat di luar gedung pengadilan.
"Kami sangat marah atas apa yang telah dilakukan Amerika Serikat terhadap kepala negara, kepala negara Venezuela yang terpilih secara sah," kata Sherry Finkelman yang merupakan seorang pensiunan guru.
Alejandro Rojas, seorang ilmuwan data berusia 51 tahun yang pindah ke Amerika Serikat dari Venezuela pada tahun 2017, mengatakan dia berharap dapat segera kembali ke negaranya setelah Maduro lengser.
"Rasanya sangat emosional, bisa terhubung kembali dengan keluarga, bisa kembali ke negara," kata Rojas.
Maduro pertama kali didakwa pada tahun 2020 karena kasus perdagangan narkotika yang telah berlangsung lama, di mana melibatkan pejabat Venezuela dan gerilyawan Kolombia. Ia ditahan di penjara Brooklyn yang memiliki sejarah yang kelam.
Dalam dakwaan baru yang dibuka pada hari Sabtu (3/1), jaksa menuduh bahwa Maduro adalah dalang dari kartel pejabat Venezuela.
Maduro dicurigai telah bermitra dengan beberapa kelompok perdagangan narkoba paling kejam dan produktif di dunia, termasuk kartel Sinaloa dan Zetas Meksiko, kelompok paramiliter Kolombia FARC, dan geng Venezuela Tren de Aragua.
"Sebagai Presiden Venezuela dan sekarang penguasa de facto, Maduro membiarkan korupsi yang dipicu kokain berkembang untuk keuntungannya."
"Bukan hanya untuk kepentingannya sendiri namun, untuk keuntungan anggota rezim penguasanya, dan untuk keuntungan anggota keluarganya," menurut dakwaan yang diajukan oleh jaksa dari kantor kejaksaan Amerika Serikat di Distrik Selatan New York.
Jaksa penuntut menduga bahwa sebagai presiden, Maduro mengarahkan rute perdagangan kokain, menggunakan militer untuk melindungi pengiriman, melindungi kelompok perdagangan narkoba yang melakukan kekerasan, dan menggunakan fasilitas kepresidenan untuk memindahkan narkoba.
Para ahli hukum mengatakan, jaksa penuntut perlu menunjukkan bukti keterlibatan langsung Maduro dalam perdagangan narkoba untuk mendapatkan vonis, yang bisa jadi sulit jika ia mengisolasi diri dari pengambilan keputusan.
Tag: #meski #diborgol #pakai #baju #tahanan #maduro #tegaskan #masih #presiden #bersalah #pengadilan