Saat Seisi AS Tahu Epstein Salah, tapi Pejabat Terus Mendekatinya...
Foto pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat muda, ditampilkan melalui proyektor di pilar Kastil Windsor, Inggris, 17 September 2025.(AFP/LENA VOELK)
22:30
21 Februari 2026

Saat Seisi AS Tahu Epstein Salah, tapi Pejabat Terus Mendekatinya...

- Jeffrey Epstein, miliarder Amerika Serikat (AS) yang mengaku bersalah atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pada 2008, tetap menerima berbagai undangan dari kalangan politik setelah menjalani hukuman 13 bulan penjara.

Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan, Epstein menerima undangan untuk bertemu belasan anggota Kongres dalam periode setelah pengakuan bersalahnya tersebut.

Undangan itu mencakup acara sarapan politik, gala ulang tahun, hingga kegiatan penggalangan dana yang digelar di kediaman miliarder di Manhattan.

Baca juga: Kasus Epstein Meluas sampai Hong Kong, Tahun 2000-an Awal Sudah Bahas AI

Sejumlah undangan dikirim melalui perantara, termasuk eksekutif hubungan masyarakat dan donatur besar yang memiliki relasi dengan Epstein.

Salah satu undangan tercatat pada Januari 2011, ketika Epstein menerima e-mail ajakan sarapan bersama anggota DPR baru dari Florida, Allen West, di hotel mewah di Manhattan.

Surat itu, sebagaimana dilaporkan The Independent pada Senin (16/2/2026), menyebutkan, “Anda akan berkesempatan mengeksplorasi pandangan tentang berbagai isu termasuk belanja negara, utang nasional, pajak, pendidikan, ekonomi, Islam, Israel, dan lain-lain.”

Epstein membalas undangan tersebut secara singkat dengan menyatakan bahwa ia sedang berada di Karibia.

Analisis dokumen oleh The Independent menunjukkan, undangan semacam itu bukan hal yang jarang diterima Epstein setelah bebas dari hukuman.

Beberapa acara bahkan menawarkan kesempatan pertemuan empat mata dengan pejabat terpilih.

Baca juga: Andrew dan Epstein: Kado Pahit di Hari Ulang Tahun

Nama-nama top tokoh politik muncul

Senator asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, berbicara mengenai agenda Demokrat di Washington Rabu (17/1/2018).ALEX WONG/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP Senator asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, berbicara mengenai agenda Demokrat di Washington Rabu (17/1/2018).Nama sejumlah tokoh politik ikut muncul dalam dokumen tersebut, di antaranya pemimpin Majelis Rendah Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer, serta Senator Martin Heinrich.

Miliarder Mortimer Zuckerman, pemilik The New York Daily News dan US News & World Report, juga disebut dalam korespondensi e-mail.

Dalam pesan tertanggal November 2012, Zuckerman menulis kepada Epstein, “Saya ingin menambahkan bahwa Senator Schumer kemungkinan akan hadir, dan saya pikir ini akan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk berinteraksi dengan dua tokoh kunci Demokrat di Senat.”

Dokumen juga mencatat adanya undangan yang berkaitan dengan acara anggota DPR dari Partai Republik, Nicole Malliotakis.

Juru bicara Malliotakis menegaskan, “Anggota Kongres tidak pernah bertemu (Epstein), tidak mengundangnya ke acara apa pun, dan tidak pernah menerima donasi darinya.”

Selain menghadiri acara besar, Epstein juga menerima ajakan pertemuan pribadi dengan sejumlah anggota Kongres.

Pada Juli 2012, staf firma penggalangan dana politik menulis, “Anggota DPR Martin Heinrich akan berada di NYC besok dan sangat ingin makan siang dengan Anda sekitar pukul 12:30 jika Anda bersedia.”

Baca juga: Berpengaruh dan Tajir Melintir, dari Mana Asal Kekayaan Jeffrey Epstein?

Foto terakhir Jeffrey Epstein sebelum kematiannyaWikimedia/United States Department of Justice Foto terakhir Jeffrey Epstein sebelum kematiannyaUpaya serupa dilakukan terkait anggota DPR Diana DeGette dari Colorado melalui seorang perantara.

Pesan itu berbunyi, “Apakah Anda kebetulan berada di NYC minggu ini? Senin depan teman saya, anggota DPR Diana deGette dari Colorado, akan datang ke NYC untuk Gala NYStemcellFoundation. Dia salah satu dari sedikit anggota Kongres yang memiliki agenda ilmiah dan orang yang baik—ingin bertemu dengannya?”

Menanggapi hal tersebut, juru bicara DeGette menyatakan, “Tuan Epstein tidak menghadiri penggalangan dana yang Nyonya Ehnbom e-mail-kan lebih dari sepuluh tahun lalu, dan anggota DPR DeGette tidak pernah menerima kontribusi kampanye dari Tuan Epstein. Anggota DPR DeGette sangat mendukung dirilisnya seluruh dokumen Epstein.”

Dokumen juga memperlihatkan bahwa Epstein berupaya menjalin komunikasi dengan sejumlah mantan anggota Kongres.

Pada Mei 2011, asistennya mencoba mengatur pertemuan dengan mantan Senator George Mitchell dari Maine.

Dalam e-mail November 2013, Epstein menulis kepada Mitchell bahwa sangat menyenangkan bertemu dengannya.

Mantan Senator Bob Kerrey dari Nebraska turut tercatat menerima undangan makan siang di rumah Epstein di Manhattan.

Sejumlah nama profil tinggi lain, seperti mantan CEO PayPal Peter Thiel dan mantan Direktur CIA Bill Burns, turut disebut dalam jaringan komunikasi tersebut, memperlihatkan bahwa relasi Epstein melampaui Capitol Hill dan ranah politik semata.

Baca juga: Siapa Jeffrey Epstein, Kenapa Kasusnya Seret Orang-orang Top Dunia?

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #saat #seisi #tahu #epstein #salah #tapi #pejabat #terus #mendekatinya

KOMENTAR