Balita Kritis Usai Dapat Donor Jantung Rusak dengan Kondisi ''Terbakar''
- Seorang balita di Italia dalam kondisi kritis setelah menjalani transplantasi jantung yang diduga rusak akibat kesalahan proses pengiriman organ donor.
Transplantasi itu dilakukan pada Desember 2025, setelah jantung donor dikirim dari Bolzano ke Naples untuk dipasang ke anak berusia sedikit di atas dua tahun.
Namun, organ dari anak laki-laki yang meninggal karena tenggelam itu mengalami kerusakan jaringan parah sebelum operasi dilakukan.
Baca juga: Polisi Italia Antar Ginjal dengan Lamborghini agar Cepat Sampai
Menurut kuasa hukum keluarga, Francesco Petruzzi, jantung tersebut tiba dalam kondisi “terbakar akibat radang dingin”.
Laporan yang dikutip BBC pada Selasa (17/2/2026) menyebutkan, organ ditempatkan dalam wadah tak sesuai dan bersentuhan langsung dengan es kering selama pengiriman.
Kotak penyimpanan itu juga tidak dilengkapi termometer, sehingga tim medis tidak dapat memantau suhu rendah yang berpotensi merusak jaringan jantung.
Jaksa penuntut telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut, dan menempatkan enam tenaga medis dalam penyelidikan resmi.
Tak lama setelah operasi transplantasi, kondisi balita itu memburuk hingga harus dipasang alat bantu pernapasan.
Rumah sakit tempat ia dirawat menyatakan bahwa kondisi pasien kini stabil, tetapi kritis.
Perawatan dengan alat bantu pernapasan yang berlangsung lama meningkatkan risiko komplikasi serius pada paru-paru, hati, dan ginjalnya.
Pada Rabu (18/2/2026), tim dokter spesialis dari sejumlah rumah sakit besar di seluruh Italia berkumpul untuk menentukan apakah kondisi anak tersebut memungkinkan untuk menjalani transplantasi ulang.
Baca juga: Kisah Haru, Idap Penyakit Liver Stadium Akhir, Bocah Ini Bagikan Brosur di Jalanan Cari Donor
Sang ibu enggan menyerah
Ilustrasi balita. Ibunya, Patrizia Mercolino, menyatakan tidak akan menyerah demi kesembuhan putranya.
“Saya tidak menyerah,” ujar Patrizia kepada media Italia.
Ia berharap kondisi anaknya masih memenuhi syarat untuk menerima jantung donor baru.
Patrizia juga memohon bantuan Paus Leo XIV agar putranya dapat segera memperoleh organ pengganti.
Petruzzi mengatakan, apabila tim dokter menilai transplantasi ulang tidak memungkinkan, keluarga akan mencari pendapat ketiga.
“Kita harus benar-benar mengklarifikasi apa yang terjadi,” kata Menteri Kesehatan Italia Orazio Schillaci.
“Kita berutang budi kepada anak itu, kepada keluarga, tetapi juga kepada semua warga Italia,” lanjutnya.
Schillaci menegaskan, sistem layanan kesehatan nasional Italia memiliki kapasitas untuk menangani situasi kompleks.
“Kita memiliki layanan kesehatan nasional yang sangat baik yang mampu menangani dan hampir selalu menyelesaikan situasi kompleks. Jadi, saya percaya warga tidak boleh kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
Baca juga: Donor Sperma Pembawa Gen Penyebab Kanker Jadi Ayah 197 Anak di Eropa, Kok Bisa?
Tag: #balita #kritis #usai #dapat #donor #jantung #rusak #dengan #kondisi #terbakar