Masih Beredar Luas, Galon Guna Ulang Tua Bisa Lepaskan Zat Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
– Galon guna ulang berusia tua (ganula) masih ditemukan beredar luas di pasaran. Padahal, ganula berisiko melarutkan zat kimia berbahaya Bisfenol A (BPA) ke dalam air yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bahkan menemukan galon guna ulang berusia 13 tahun yang masih dijual bebas kepada konsumen di Bogor, Jawa Barat.
Ketua KKI David Tobing mengatakan, berdasarkan investigasi KKI, lebih dari separuh (57 persen) galon yang beredar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), sudah berusia di atas dua tahun. Padahal, batas usia aman yang direkomendasikan para ahli untuk galon guna ulang adalah satu tahun.
Ahli polimer dari Universitas Indonesia (UI) Profesor Mohamad Chalid adalah satu ahli yang menyebutkan bahwa galon guna ulang memiliki batas usia pakai, yakni 40 kali pengisian ulang.
“Itu artinya tidak sampai setahun. Ini batas amannya,” jelas Chalid.
Baca juga: Lindungi Kesehatan Masyarakat, Penarikan Galon Tua dan Pelabelan BPA Didukung Ahli
Chalid menerangkan, penggunaan dan pencucian yang berulang dapat merusak struktur kimia plastik. Kerusakan tersebut menyebabkan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air minum.
David kembali menjelaskan, investigasi KKI juga menemukan fakta mengejutkan, yakni delapan dari 10 galon yang dijual di pasaran sudah tampak buram dan kusam.
Penampilan tersebut, lanjut David, menjadi tanda visual bahwa kemasan galon telah rusak dan berisiko tinggi melepaskan zat kimia berbahaya BPA. Temuan ini, imbuhnya lagi, juga menguatkan dugaan bahwa pengawasan terhadap kualitas galon air minum isi ulang masih lemah.
“Dari investigasi kami di 60 kios di Jabodetabek, 57 persen galon yang beredar berusia di atas dua tahun. Bahkan, kami menemukan galon produksi 2012. (Temuan) ini menunjukkan ada masalah sistemik dalam pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan,” ujar David.
Seperti diketahui, risiko kesehatan dari paparan BPA dalam jangka panjang tidak bisa dianggap remeh. Berbagai studi ilmiah telah mengaitkan BPA dengan gangguan kesuburan, masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes, gangguan perkembangan otak pada janin, hingga peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.
Baca juga: Galon Air Berusia di Atas 2 Tahun Masih Digunakan, KKI dan BPKN Buka Kanal Aduan
BPKN desak produsen bertanggung jawab
Menanggapi temuan ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak produsen untuk bertanggung jawab.
Anggota BPKN Fitrah Bukhari meminta produsen untuk segera mengambil tindakan tanpa harus menunggu paksaan hukum.
"Kami meminta (produsen) untuk beriktikad baik supaya galon-galon yang sudah lama, yang sudah berusia lanjut itu, dapat ditarik kembali," ujar Fitrah.
Menurut Fitrah, hal tersebut merupakan seruan moral, walaupun secara hukum masih diberlakukan beberapa tahun lagi.
Namun, secara moral, produsen punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan, apalagi air minum ini termasuk hajat hidup.
Baca juga: Apa Itu Galon Polikarbonat dan Apakah Aman untuk Konsumen?
“BPKN berencana menindaklanjuti laporan (temuan KKI) ini dengan melakukan penelitian independen. Sementara itu, konsumen diimbau lebih proaktif melindungi diri dengan memeriksa kondisi fisik dan kode produksi galon sebelum membeli, serta berani menolak produk galon air minum yang sudah tua dan tidak layak pakai,” kata Fitrah.
Tag: #masih #beredar #luas #galon #guna #ulang #bisa #lepaskan #kimia #yang #berbahaya #bagi #kesehatan