Airlangga Klaim Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik, Meski di Bawah Target
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
17:40
5 Februari 2026

Airlangga Klaim Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik, Meski di Bawah Target

-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren membaik, meski belum mencapai target pemerintah 5,2 persen.

Airlangga mengatakan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain. Pertumbuhan pada periode tersebut juga lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya.

“Jadi pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat angkanya baik, yaitu 5,39 persen dan secara tahunan 5,11 persen. Ini, dibandingkan dengan beberapa negara lain, relatif situasinya baik,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11 Persen pada 2025, Masih Ditopang Pulau Jawa

Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak bertahap sepanjang 2025. Pada kuartal I tercatat 4,87 persen, naik menjadi 5,12 persen pada kuartal II, lalu berada di level 5,04 persen pada kuartal III. Pertumbuhan kemudian meningkat menjadi 5,39 persen pada kuartal IV 2025.

Airlangga menilai sejumlah sektor utama menopang capaian tersebut. Sektor industri pengolahan tumbuh 5,4 persen dan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Kontribusinya tinggi, disusul oleh sektor perdagangan dan juga pertanian. Nah, sektor-sektor ini tumbuh relatif tinggi dan merepresentasikan lebih dari 40 persen perekonomian kita,” lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap positif. Airlangga menyebut berbagai program stimulus pemerintah ikut mendorong aktivitas ekonomi sepanjang periode tersebut.

Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum pada kuartal I 2026, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan disiapkan di sektor transportasi, penyaluran bantuan sosial, hingga pengaturan pola kerja, termasuk skema work from anywhere.

Peningkatan mobilitas masyarakat pada Desember turut mendorong konsumsi. Pemerintah menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk menjaga laju pertumbuhan ke depan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, tapi Kesenjangan Melebar

Airlangga menambahkan, pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Sekitar 1,3 juta pekerjaan baru tercipta, sementara indikator pemerataan seperti rasio gini dan indikator sosial lain dinilai tetap terjaga.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut capaian itu tidak lepas dari kinerja kuartal IV 2025.

Pertumbuhan kuartal IV tercatat 5,39 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding kuartal III 2025 yang berada di level 5,04 persen.

Amalia menjelaskan, lima lapangan usaha utama memberi kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto nasional. Kelima sektor tersebut meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, dengan total pangsa 63,09 persen dari PDB.

Sejumlah sektor juga mencatat pertumbuhan tinggi. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru, serta didukung stimulus berupa diskon tarif angkutan dan kebijakan ekonomi lainnya.

“Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam rilis BPS di Jakarta, Kamis (5/1/2026).

Tag:  #airlangga #klaim #tren #pertumbuhan #ekonomi #indonesia #membaik #meski #bawah #target

KOMENTAR