Usai Kasus Anak SD Bunuh Diri, Pigai Minta Gubernur NTT Data Warga Miskin Ekstrem
Menteri HAM, Natalius Pigai usai rapat bersama Komisi XIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel Narda)
17:26
5 Februari 2026

Usai Kasus Anak SD Bunuh Diri, Pigai Minta Gubernur NTT Data Warga Miskin Ekstrem

- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengeluarkan surat edaran untuk mengidentifikasi masyarakat miskin ekstrem (desil-1) di Provinsi NTT.

Pigai mengatakan surat edaran tersebut menindaklanjuti kasus bunuh diri seorang anak sekolah dasar yang diduga karena tidak mampu membeli pena dan buku di Kabupaten Ngada, NTT.

"Saya minta Gubernur NTT tadi pagi saya sudah minta keluarkan surat edaran kepada seluruh bupati-wali kota di seluruh NTT untuk supaya identifikasi mereka yang desil-1 dan kedua adalah bantu administrasi yang seperti tadi," kata Pigai di Jakarta, Kamis (5/2/2025), melansir Antara.

Menurut dia, Kementerian HAM juga telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk mendalami kasus tersebut.

Baca juga: Kemendikdasmen Berduka Atas Meninggalnya Anak SD di NTT akibat Bunuh Diri

"Karena itu, saya sudah koordinasi dengan gubernur, gubernur juga sedih, gubernur sudah akan turun hari Sabtu besok kalau yang NTT, ya," ujarnya.

Menurut data yang dilaporkan kepada Kementerian HAM, Pigai mengungkapkan masalah administrasi kependudukan menjadi motif utama dalam kasus tersebut.

"Data yang saya dapat, orang tuanya itu warga di Kabupaten Nagekeo, terapi dia tinggal di Ngada, sehingga pelayanan-pelayanan bantuan desil-1 itu tidak bisa terlayani. Ini kan problem administrasi, maaf ya, kok problem administrasi menyebabkan orang tidak boleh dilayani," ungkapnya.

“Desil-1, misalnya dia orang miskin, tetapi berasal dari kabupaten A, KTP-nya, tetapi dia tinggal di kabupaten B, ya. Kemudian di kabupaten yang tempat dia huni itu tidak bisa dilayani karena dokumennya di Kabupaten A," lanjut Pigai.

Baca juga: Istana Prihatin atas Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga telah memerintahkan seluruh bupati dan wali kota untuk menertibkan permasalahan administrasi kependudukan tersebut.

"Ini problem paling serius yang terjadi sehingga Mendagri memerintahkan seluruh bupati-wali kota untuk menertibkan administrasi," tuturnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya berinisial MGT (47).

Sepucuk surat itu berisi permintaan korban kepada ibundanya untuk tidak mencari dirinya, dan mengucapkan selamat tinggal.

Diketahui, korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya merupakan orangtua tunggal dan bekerja sebagai petani atau serabutan.

Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Tag:  #usai #kasus #anak #bunuh #diri #pigai #minta #gubernur #data #warga #miskin #ekstrem

KOMENTAR