Hati-hati, Waspadai Tahi Lalat Membesar Tanda Kanker Kulit
- Tahi lalat sering dianggap bagian normal dari kulit, sehingga jarang menimbulkan kekhawatiran.
Banyak orang baru memeriksakan diri ketika sudah muncul keluhan yang terasa mengganggu. Meski demikian, jangan anggap remeh perubahan kecil pada kulit karena bisa menjadi sinyal kondisi serius.
“Kalau tahi lalatnya semakin membesar dan pinggirnya merah, hati-hati. Bisa menuju ke kanker kulit,” ungkap Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP.
Hal tersebut dituturkan oleh dr. Aru dalam pembukaan pameran seni “Understanding Cancer through Art” yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan YKI, dalam merayakan Hari Kanker Sedunia 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: 7 Makanan yang Bantu Lawan Kanker, Rekomendasi Ahli di Hari Kanker Sedunia
Perubahan yang sering diabaikan
Menurut dr. Aru, salah satu masalah utama pada kasus kanker kulit atau melanoma adalah kebiasaan masyarakat yang menunda pemeriksaan karena menganggap perubahan pada kulit sebagai hal biasa.
Tahi lalat yang membesar sering dianggap sebagai sekadar faktor usia atau perubahan alami tubuh. Namun, banyak kasus kanker kulit bermula dari kondisi tersebut.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP, dalam pembukaan pameran seni ?Understanding Cancer through Art? yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan YKI, dalam merayakan Hari Kanker Sedunia 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Ketika tahi lalat terus membesar dan menunjukkan tanda peradangan di sekitarnya, risiko keganasan perlu diwaspadai.
Pada kondisi mencurigakan, dokter biasanya akan menyarankan tindakan untuk mencegah perkembangan lebih lanjut.
“Biasanya kalau dokter kulit lihat, itu langsung harus dibuang,” ungkap dr. Aru.
Langkah tersebut penting karena pada tahap awal, sering kali perubahan tahi lalat atau andeng-andeng belum memunculkan keluhan nyeri atau gejala lain yang jelas.
Baca juga: Perlunya Memperhatikan Tahi Lalat yang Tidak Cantik
Bisa menyebar tanpa disadari
Bahaya terbesar dari melanoma bukan hanya pada lesi di permukaan kulit, melainkan potensi penyebarannya ke organ lain.
Pasien yang mengabaikan perubahan pada tahi lalat berisiko datang dalam kondisi penyakit sudah menyebar.
“Kebanyakan dari pasien kanker kulit saya dimulainya dari situ. Dari tahi lalat yang terlalu besar, dan dia tidak memerhatikan. Kadang-kadang dia diamkan saja, tahu-tahunya sudah ada (menyebar) di paru-paru,” ungkap dr. Aru.
Baca juga: Manfaat Vitamin B3 Termasuk Tekan Risiko Kanker Kulit
Ketika kanker sudah mencapai organ vital seperti paru-paru, pilihan terapi menjadi lebih terbatas. Pengobatan bisa memerlukan biaya besar dan hasilnya belum tentu optimal dibandingkan, jika ditangani sejak awal.
“Kalau di paru-paru, dia sudah tidak mempunyai obat. Atau harus pakai obat yang harganya amat sangat mahal, dengan hasil kesembuhan yang mungkin 50 persen,” tutur dr. Aru.
Kenali ciri tahi lalat yang mencurigakan
Perlu diingat bahwa tidak semua tahi lalat berbahaya. Namun, salah satu tanda penting yang perlu diperhatikan adalah perubahan ukuran.
Jika diameter tahi lalat terus membesar dari waktu ke waktu, kondisi tersebut perlu diperiksakan.
Selain itu, perubahan warna dan tanda peradangan di sekitar lesi juga perlu diwaspadai. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah perubahan tersebut bersifat jinak atau mengarah pada keganasan.
Baca juga: Gordon Ramsay Umumkan Diagnosis Kanker Kulit
Tag: #hati #hati #waspadai #tahi #lalat #membesar #tanda #kanker #kulit