Virus Nipah Masih Mengancam, Ini Cara Mengurangi Risiko Penularannya
- Belakangan ini, virus Nipah sedang ramai dibicarakan setelah sejumlah kasus dilaporkan terjadi di India. Virus yang ditularkan dari kelelawar buah ini bisa menyebabkan infeksi berat, bahkan kematian pada manusia.
Hingga kini, di Indonesia belum ada laporan terkait penularan virus ini pada manusia. Meskipun demikian, virus Nipah tetap termasuk ke dalam daftar penyakit yang perlu dipantau.
Perhatian tersebut berkaitan dengan sifat virus Nipah sebagai penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Baca juga: Bagaimana Virus Nipah Bisa Menular ke Manusia? Ini Penjelasan Pakar
"Indonesia memang memiliki faktor risiko alami karena kelelawar buah hidup luas di wilayah kita. Tapi, yang harus dicegah adalah supaya virus itu tidak menginfeksi manusia,” jelas Epidemiolog Griffith University Australia, Dr. Dicky Budiman B.Med, MScPH, PhD, dikutip dari laporan Kompas.com sebelumnya, Kamis (5/2/2026).
Di berbagai wilayah Indonesia, perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia berpotensi meningkatkan kontak antara manusia dan satwa liar, salah satunya kelelawar buah.
Maka dari itu, upaya untuk menekan penyebaran virus ini difokuskan pada pengurangan risiko kontak antara manusia dengan sumber penularan tersebut.
Baca juga: Gejala Nipah dan Flu Biasa Sekilas Mirip, IDAI Jelaskan Perbedaan Kritisnya
Cara Mengurangi Risiko Virus Nipah
1. Menghindari paparan dari hewan dan lingkungan
Virus Nipah diketahui hidup secara alami pada kelelawar buah. Dalam beberapa kejadian di negara lain, penularan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh hewan tersebut.
Oleh sebab itu, upaya pencegahan diarahkan pada pengurangan risiko paparan dari sumber-sumber yang berpotensi tercemar.
Langkah sederhana seperti mencuci buah hingga bersih, mengupas kulit buah sebelum dikonsumsi, serta tidak mengonsumsi buah yang tampak rusak atau memiliki bekas gigitan hewan menjadi bagian penting dari pencegahan.
Makanan dan minuman yang berasal dari alam juga sebaiknya diolah dengan baik sebelum dikonsumsi.
Langkah pencegahan lain yang dianjurkan adalah menghindari konsumsi air nira segar yang tidak diolah. Minuman ini berpotensi terkontaminasi oleh kelelawar, terutama jika dikonsumsi langsung tanpa proses masak.
Baca juga: Bukan Hanya Makanan, Kurang Tidur Juga Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan Menurut Dokter
2. Perhatikan kontak dengan hewan
Sebagai penyakit yang dapat berpindah lintas spesies, kewaspadaan juga diperlukan dalam interaksi dengan hewan.
Menghindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit, serta memastikan daging hewan dikonsumsi dalam kondisi matang, merupakan langkah pencegahan yang dianjurkan.
Bagi kelompok tertentu seperti peternak atau pekerja yang sering berinteraksi dengan hewan, penggunaan alat pelindung diri saat diperlukan dapat membantu menurunkan risiko penularan virus Nipah.
Baca juga: Permen Karet Tertelan, Benarkah Bisa Menempel di Usus?
3. Jaga kebersihan dan terapkan gaya hidup sehat
Pencegahan virus Nipah juga sejalan dengan prinsip kebersihan dasar. Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, terutama setelah kontak dengan hewan atau lingkungan terbuka, menjadi kebiasaan yang penting.
Etika batuk dan bersin serta penggunaan masker saat sedang sakit juga membantu mencegah penularan berbagai penyakit infeksi.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga penting. Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik dapat membantu tubuh tetap sehat dan lebih siap menghadapi infeksi.
Baca juga: Selalu Ada Harapan Kesembuhan pada Kanker Stadium 4
Tetap Waspada, Tak Perlu Panik
Dalam pendekatan kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit zoonosis dilakukan dengan menurunkan risiko paparan dan meningkatkan kewaspadaan.
Edukasi masyarakat, pemantauan kesehatan, serta kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi penyakit yang berasal dari hewan.
Dengan mengetahui cara penularan dan menekan risikonya, masyarakat dapat berperan aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit zoonosis seperti virus Nipah di kemudian hari.
Baca juga: 75 Persen Penyakit Bersifat Zoonosis, Pakar Tekankan Pentingnya One Health
Tag: #virus #nipah #masih #mengancam #cara #mengurangi #risiko #penularannya