Musim Hujan, Waspadai Penularan Penyakit Demam Dengue
Di musim hujan, risiko penularan demam dengue kembali meningkat seiring dengan bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan permukiman. Pola ini terus berulang setiap tahun.
Upaya pencegahan dan perlindungan diri harus menjadi prioritas, sebab penyakit demam dengue bisa menyebabkan kondisi berat hingga kematian.
Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, menegaskan bahwa dengue merupakan ancaman nyata yang masih dihadapi masyarakat Indonesia hingga saat ini.
"Pencegahan harus menjadi fokus utama, bukan hanya ketika kasus sudah terjadi. Upaya edukasi, kewaspadaan terhadap gejala, serta perlindungan yang menyeluruh perlu diperkuat secara konsisten," katanya di acara diskusi media yang diadakan PAPDI bertajuk “Musim Hujan Risiko Dengue Meningkat: Saatnya Perkuat Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak dan Dewasa” di Jakarta (4/2/2026).
Baca juga: 10 Bahan Alami yang Aromanya Ampuh Usir Nyamuk Saat Musim Hujan
Upaya pencegahan demam dengue bisa dilakukan dengan menggiatkan kegiatan 3M Plus yang terdiri dari menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, serta cara-cara lainnya termasuk memakai kelambu saat tidur, menjaga kebersihan di dalam rumah, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga melakukan vaksinasi.
Jangan terlambat kenali gejala dengue
Dari sisi klinis, Dr. dr. Adityo Susilo, SpPD, K-P.T.I, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal demam dengue.
“Dengue dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, tempat tinggal, maupun gaya hidup. Penyakit ini sering kali diawali dengan demam yang tampak seperti demam biasa, tetapi dapat berkembang cepat menjadi kondisi yang berbahaya," ujar dr.Adityo dalam acara yang sama.
Baca juga: Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Dilakukan di 3 Kota Indonesia
Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda bahaya, seperti demam tinggi disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas berat, hingga penurunan kesadaran. Keterlambatan mengenali tanda bahaya dapat berakibat fatal.
Perlu dipahami pula bahwa seseorang dapat terinfeksi dengue lebih dari satu kali, dan pada infeksi berikutnya risikonya dapat lebih berat.
"Hingga saat ini belum ada obat yang secara spesifik dapat menyembuhkan dengue, sehingga pencegahan tetap menjadi langkah paling penting melalui perlindungan diri dan pengendalian risiko secara konsisten,” paparnya.
Baca juga: Demam Berdarah Tak Lagi Musiman, Dokter Ingatkan Ancaman Dengue Sepanjang Tahun
Upaya perlindungan diri yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksin dengue. Vaksin ini dirancang khusus untuk mencegah infeksi dengue dengan membentuk kekebalan yang kuat dan bertahan lama tanpa menyebabkan seseorang menjadi sakit.
Sejalan dengan persetujuan BPOM terbaru, imunisasi dengue direkomendasikan bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun.
"Ini sesuai data kementerian kesehatan bahwa angka mortalitas dengue tertinggi adalah kelompok usia 5-14 tahun. Dengan demikian imunisasi akan melindungi kelompok usia tersebut," kata Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Indonesia, Prof.Hartono Gunardi, Sp.A.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyoroti besarnya dampak penyakit ini terhadap sistem kesehatan nasional.
"Pada 2024, lebih dari satu juta kasus rawat inap akibat dengue ditanggung BPJS Kesehatan dengan biaya hampir Rp3 triliun. Angka ini belum mencakup beban emosional yang dialami keluarga serta konsekuensi apabila terjadi wabah," ujarnya.
Baca juga: Awal 2026, DBD di Jakarta Capai 143 Kasus
Tag: #musim #hujan #waspadai #penularan #penyakit #demam #dengue