BTN Targetkan Salurkan Pembiayaan Pembangunan 20.000 Rumah Rendah Emisi Tahun Ini
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada 2026 dan 200.000 pada 2030.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, target tersebut meningkat dari capaian tahun ini yang sebanyak 11.000 rumah rendah emisi.
Pembiayaan tahun lalu disalurkan untuk pembangunan rumah rendah emisi oleh berbagai pengembang perumahan di berbagai daerah seperti Legok di Banten, Cileungsi di Kabupaten Bogor, Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.
"Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000," ujar Setiyo dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah menurunkan bunga pembiayaan pembangunan rumah rendah emisi dan akan menstandarisasi insentif demi menarik developer lebih banyak lagi.
"Nanti akan kami standardisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya," kata dia.
Setiyo menuturkan, BTN pertama kali meluncurkan program ini pada kuartal IV 2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi.
Dalam tiga bulan, akhirnya target tersebut berhasil tercapai.
Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.
Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi.
Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang daur ulang plastik.
Para startup produsen material eco-friendly tersebut di antaranya mengumpulkan sampah plastik dari bungkus mi instan hingga peralatan mandi untuk diolah menjadi bahan bangunan untuk flooring, paving, dan dinding sehingga turut berkontribusi dalam pengurangan polusi atau sampah yang umumnya berasal dari rumah tangga.
"Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 unit, kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup," tuturnya.
Tag: #targetkan #salurkan #pembiayaan #pembangunan #20000 #rumah #rendah #emisi #tahun