Gambaran Saluran Cerna yang Baik, Minim Keluhan
- Kesehatan saluran pencernaan sering kali baru diperhatikan saat muncul keluhan seperti sakit perut, mual, kembung, diare, atau sulit buang air besar.
Padahal, sistem pencernaan berperan penting dalam menunjang energi harian, perbaikan jaringan tubuh, hingga daya tahan tubuh. Lantas, seperti apa ciri saluran pencernaan yang sehat?
“Saluran cerna yang sehat tentunya tidak ada keluhan,” ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, dalam wawancara daring pada Selasa (3/2/2026).
Baca juga: 2 Masalah Pencernaan Paling Sering Dikeluhkan Masyarakat Perkotaan
Ciri saluran pencernaan yang baik
Berfungsi dalam menyerap nutrisi
Fungsi utama saluran pencernaan adalah menjadi pintu masuk nutrisi atau sari makanan ke dalam tubuh. Nutrisi tersebut kemudian digunakan sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari, memperbaiki jaringan yang rusak, mendukung pertumbuhan pada anak, serta membantu sistem kekebalan tubuh.
“Sehingga, pencernaan yang baik itu tentu adalah yang fungsinya sesuai dengan kebutuhan badan kita. Jadi, mencukupi, mampu menyerap makanan dengan baik,” ucap dr. Suwito.
Penyerapan nutrisi yang baik oleh saluran pencernaan, bisa terlihat dari perubahan fisik, entah itu berat badan yang meningkat, kulit yang lebih cerah dan tidak mudah berjerawat, atau tubuh tidak mudah sakit.
Baca juga: Mengenal Penyakit IBD, Ketika Usus Meradang Kronis
Tidak menimbulkan rasa tidak nyaman yang berulang
Selain kemampuan menyerap nutrisi, indikator penting lainnya adalah tidak adanya keluhan yang mengganggu. Misalnya adalah tidak menimbulkan mual, nyeri perut, atau rasa tidak nyaman yang berulang.
Sebab, gangguan seperti diare terus-menerus, atau konstipasi yang membuat buang air besar (BAB) terasa sulit, merupakan tanda bahwa fungsi pencernaan tidak berjalan dengan optimal.
Karena itu, kondisi tanpa keluhan menjadi gambaran awal bahwa sistem pencernaan bekerja baik.
“Yang sehat adalah seperti itu, tidak menimbulkan keluhan. Penyerapan makanan itu bisa terjamin berlangsung baik, sehingga kebutuhan nutrisi terpenuhi, kemudian pembuangannya berlangsung dengan baik,” tutur dr. Suwito.
Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang
Ilustrasi apakah berbahaya jika BAB berwarna hitam
Frekuensi BAB yang normal
Frekuensi BAB juga sering menjadi pertanyaan dalam menilai kesehatan saluran pencernaan. Namun, dr. Suwito menjelaskan, kondisi ini bersifat relatif dan bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain.
Ia menuturkan, ada orang-orang yang frekuensi BAB-nya beberapa kali sehari, sementara yang lain mungkin hanya setiap beberapa hari.
“Tapi rata-rata, misalnya seseorang makan bisa dua atau tiga porsi dalam satu hari. Pada saat BAB, dia bisa tiga kali sehari. Tapi ada juga sebagian yang tiga hari sekali,” kata dr. Suwito.
Baca juga: Berapa Kali Idealnya Anak Buang Air Besar dalam Sehari? Ini Kata Dokter
Menurut dr. Suwito, selama tidak disertai keluhan dan konsistensi tinja masih dalam batas wajar, kondisi tersebut masih dapat dianggap normal.
“Konsistensi yang lembek sampai lembut, tapi tidak terlalu keras. Lalu konsistensi yang padat, tapi tidak terlalu keras, sehingga mudah dikeluarkan,” lanjut dia.
Bisa beraktivitas dengan nyaman
Secara umum, saluran cerna yang sehat memungkinkan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu rasa tidak nyaman di perut.
Ketika sedang bekerja atau jalan-jalan, misalnya, tidak ada kembung berlebihan atau sensasi penuh yang menghambat kegiatan.
Kata dr. Suwito, selama tidak ada keluhan yang dirasakan di rongga perut, dan pembuangan berjalan baik, kondisi tersebut dapat mencerminkan sistem pencernaan yang bekerja optimal.
Baca juga: GERD Tak Hanya Soal Lambung, Kesehatan Mental Juga Berperan