Profil dr. Dwita Rian Desandri yang Disebut Bodoh Netizen X, Ternyata Satu-satunya Dokter Sport Cardiology yang Tersertifikasi di Indonesia
dr. Dwita Rian Desandri.(IG/DwitaDEsandri).
08:57
26 Januari 2026

Profil dr. Dwita Rian Desandri yang Disebut Bodoh Netizen X, Ternyata Satu-satunya Dokter Sport Cardiology yang Tersertifikasi di Indonesia

 

 

- Nama dr. Dwita Rian Desandri mendadak menjadi sorotan publik, usai disebut “bodoh” oleh seorang netizen, di media sosial X. Padahal, dokter yang viral karena pernyataannya soal GERD dan penyakit jantung itu merupakan sosok dengan rekam jejak akademik dan profesional yang mentereng di dunia kardiologi Indonesia.

dr. Dwita Rian Desandri, Sp.JP, adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang aktif memberikan layanan konsultasi kardiovaskular. Ia dikenal vokal meluruskan berbagai miskonsepsi medis di ruang publik, termasuk soal anggapan keliru yang mengaitkan GERD dengan serangan jantung mendadak.

Dari sisi pendidikan, dr. Dwita menamatkan studi Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), salah satu institusi pendidikan kedokteran paling bergengsi di Tanah Air. Ia juga tercatat sebagai anggota aktif Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Tak berhenti di situ, dr. Dwita memperdalam keilmuannya di bidang kedokteran olahraga. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan sport medicine di Saint George University of London, Inggris. Dari pendidikan tersebut, dr. Dwita resmi menyandang status sebagai dokter sport cardiology tersertifikasi.

Menariknya, hingga saat ini dr. Dwita Rian Desandri disebut sebagai satu-satunya dokter di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi sport cardiologist. Bidang ini secara khusus menangani kesehatan jantung pada atlet maupun individu dengan aktivitas fisik intens, termasuk pencegahan gangguan irama jantung dan risiko kardiovaskular saat olahraga.

Dalam praktik klinis, dr. Dwita juga berkiprah sebagai dokter di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJD) Harapan Kita, Jakarta. Rumah sakit tersebut dikenal sebagai pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Viralnya tudingan netizen terhadap dr. Dwita justru membuka mata publik soal pentingnya memahami latar belakang dan kompetensi tenaga medis sebelum melontarkan penilaian. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi kesehatan sebaiknya disikapi berdasarkan keilmuan dan otoritas yang jelas, bukan asumsi atau opini pribadi di media sosial.

Sebelumnya, Pernyataan seorang dokter sport kardiologi yang menegaskan bahwa GERD atau asam lambung naik tidak menyebabkan sakit jantung maupun kematian mendadak viral di media sosial X. Alih-alih memicu diskusi sehat, unggahan tersebut justru menuai hujatan dari warganet, bahkan sang dokter sempat dikatai “bodoh” oleh salah satu akun.

Mulanya, cuitan itu diunggah akun Dwita Rian Desandri (@wita_desandri). Dalam unggahannya, dr. Dwita menulis bahwa penyakit GERD tidak akan menyebabkan penyakit jantung.

"GERD gak bikin henti jantung mendadak. Jauh banget. Biar organnya nempel atas bawah cuma dibatesin otot diafragma," tulisnya.

Unggahan tersebut langsung meledak dengan jutaan tayangan dan ribuan interaksi karena berhubungan dengan isu kematian influencer Lula Lahfah.

Namun, di kolom balasan, muncul komentar dari akun @nrsbniaa yang menyebut pernyataan tersebut sebagai kebodohan.

"Kok ad org sebodoh ini," tulis komentar tersebut.

Komentar singkat bernada merendahkan itu akhirnyamemicu reaksi keras dari dr. Tirta Mandira Hudhi yang kemudian mengunggah video klarifikasi dengan nada tegas dan emosional.

Dalam videonya, dr. Tirta mengaku geram karena serangan tak berdasar terhadap sejawat, senior, hingga dosen-dosen di bidang kardiologi yang “digoblok-goblokkan” oleh warganet yang tidak memahami ilmu kedokteran.

"Saya terpaksa banget buat video agak ngegas ini gara garane sejawat saya, senior-senior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan digoblok-gobloke wong sing radong, bajingan," ucapnya dengan kesal.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #profil #dwita #rian #desandri #yang #disebut #bodoh #netizen #ternyata #satu #satunya #dokter #sport #cardiology #yang #tersertifikasi #indonesia

KOMENTAR